Comscore Tracker

5 Gitaris Difabel dengan Jari Kaki Ulung, Kiprahnya Inspiratif!

Cocok jadi panutan dalam menghadapi keterbatasan

Pernahkah kamu melihat orang memetik senar gitar dengan jari-jari kakinya? Bagaimana perasaanmu ketika menyaksikan hal tersebut? Ya, keunikan seperti ini tentu akan membuat siapa saja merasa takjub, sebab tidak semua orang bisa memainkan gitar dengan menggunakan jari-jari kaki. 

Nyatanya, talenta ini juga ditemukan dalam sosok kelima gitaris difabel dunia yang sejak lahir tidak memiliki kedua tangan. Perjalanan penuh perjuangan untuk beradaptasi dengan kondisi fisik ini, justru mengajarkan banyak pelajaran berharga yang menghantarkan mereka pada prestasi cemerlang dan kesuksesan di masa depan.

Agar semakin terinspirasi, yuk, kita simak kisah mereka bersama!

1. Johnatha Basto da Silva

https://www.youtube.com/embed/78wk8Rr8XNw

Johnatha Bastos da Silva atau dikenal sebagai 'Brazil's Super Human Shred Extraordinaire', merupakan gitaris muda tanpa kedua lengan sejak lahir. Dibalik julukan khas yang diberikan Master of Shred kepadanya, ada kemahiran bermusik yang sungguh mengagumkan. 

Membangun impian dan tekun berlatih sejak usia empat tahun membuatnya menguasai tiga alat musik sekaligus, yakni drum, keyboard, dan gitar. Berkat keuletan, kerendahan hati, dan dukungan keluarga tercinta, kekurangannya justru mendatangkan berkat luar biasa.

Terbukti, dalam beberapa tahun Expomusic yang diadakan, nama Johnatha banyak disorot publik hingga gitaris-gitaris ternama. Hal itu juga yang menghantar dia bertemu dan berduet langsung dengan gitaris legend seperti Juninho Afram, Andy Timmons, Patrick Souza, dan beberapa gitaris keren lainnya.

2. José Antonio Meléndez Rodríguez

https://www.youtube.com/embed/XuIkrsdrJLY

Tony Meléndez merupakan seorang komposer, penyanyi, gitaris, dan motivator Nikaragua yang dijuluki "The Man of God's Feet". Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Tony kecil terlatih mandiri. Dia bahkan menolak memakai tangan palsu dan lebih mengandalkan kedua kakinya untuk beraktivitas.

Bakat Tony dalam bermain gitar tak hanya digunakan untuk menghasilkan uang tetapi juga untuk pelayanan di gereja. Belajar ikhlas dan beriman kepada Tuhan membuat dia selalu bersyukur dan mau menerima keadaannya.

Hingga pada usia 25 tahun, karena optimisme dan keberaniannya, Tony dipercayakan untuk membawakan lagu "Never Be The Same" dalam kunjungan pastoral Paus Yohanes Paulus II di Los Angeles. Tak hanya tepuk tangan meriah dan kecupan manis yang dia dapat dari Paus Yohanes Paulus II, tetapi juga tawaran panggung lebih dari 40 negara. Keren, kan?

3. Mark Goffeney

https://www.youtube.com/embed/s0e39r436hQ

Gitaris difabel yang menginspirasi selanjutnya adalah Mark Goffeney. Pria kelahiran San Diego yang memimpin band Bigtoe ini terkenal sangat dermawan dan berprestasi. Dilansir Bigtoerocks,  karya musik Mark diakui secara Internasional dan masuk dalam nominasi Emmy Awards 1998. 

Semasa mudanya, Mark mulai belajar gitar dan bertekad suatu hari nanti tampil di panggung besar. Dengan tekun berlatih, Mark selalu mengasah skill permainan gitarnya. Alhasil, permainan gitar Mark yang diunggah di YouTube membuat band ternama Mana Mexico tertarik dan mengajaknya berkolaborasi pada tahun 2016.

Karya lagu-lagunya pun semakin dikenal, ketika Mark, Steve Dudes, dan PSB Records bekerja sama untuk album pertamanya berjudul "Big Toe", lalu ditambah tour dan penampilannya di berbagai acara televisi mancanegara. Makin salutnya, di sela kesibukannya itu, Mark tetap setia mendedikasikan dirinya sebagai aktivis penggalang dana bagi anak-anak difabel. 

Meskipun sekarang kebaikannya tinggal kenangan, tetapi sosoknya yang selalu menginspirasi akan terus hidup melalui karya-karya besarnya terdahulu. Rest in Peace Mark!

Baca Juga: 15 Fakta Musisi Difabel Johnatha Bastos: Brazil's Super Human

4. George Dennehy

https://www.youtube.com/embed/AyIzAzmMyFk

George Dennehy, gitaris berbakat asal Rumania yang menetap di Amerika Serikat pada usia tiga tahun ini telah menekuni dunia musik sejak usia tujuh tahun. Faktanya, pengalaman hidup George sebagai seorang anak panti asuhan yang diperlakukan kurang menyenangkan hingga diadopsi dijadikan sebagai sumber pembuatan lagu-lagunya. Banyak penderitaan telah dia lewati sejak lahir. 

Tetapi dengan pertolongan Tuhan dan ketegaran hatinya, George belajar menerima kekurangan itu dan dengan cepat menemukan bakatnya dalam bermusik. Pada tahun 2013, George berhasil merilis album pertamanya 'Have My Heart'. Beberapa  lagu dalam album tersebut, yakni Burn For You, It's A Gift, We Could, Worth It, Seasons &  Memories, dan You Changed It All.  

Selain itu, George juga pernah berduet dengan band Goo Goo Dolls dalam sebuah lagu berjudul "Iris" dan juga tampil bersama Anne Bosko dalam lagu "My heart will go on". George juga turut mengambil bagian dalam mendukung program adopsi anak yang dikenal dengan nama "Holt Program". Wah, good luck, George!

5. Jeffrey Marshall

https://www.youtube.com/embed/wX1MjfVz1cQ

Gitaris difabel yang terakhir ini terlahir tanpa kedua tangan dengan tubuh mini dan tak dapat berdiri sendiri. Namanya Jeffrey Marshall atau akrab disapa Marshall. 

Uniknya, permainan gitar yang dilakukan olehnya adalah dalam keadaan tidur menyamping. Lebih mengagumkan lagi, dalam kondisinya yang terbatas ternyata Marshall telah banyak mengikuti tour musik di berbagai belahan dunia seperti Blues Fest 2014 di Mexico, Syntax Physic Opera 2019 di Denver, sebuah pertunjukan terbuka di Colorado hingga melintasi seluruh Republik Ceko dan sebagian Eropa.

Oh, ya, Marshall juga punya band sendiri, yakni "Supercool". Bagi Marshall, tampil di hadapan lautan manusia itu memang buat gugup, tetapi di situlah letak tanggung jawab nilai profesionalitas. Dia pun berharap semoga orang-orang dapat menikmati karya musiknya.

Kisah inspiratif kelima gitaris difabel ini menyentuh sekali, ya. Patut dijadikan teladan dalam menghadapi keterbatasan. Yuk, sama-sama belajar dan terus berusaha sekalipun serba terbatas.

Baca Juga: Lipstick Untuk Difabel Ajak Perempuan Difabel Semakin Menginspirasi

Elsa Sasi Photo Writer Elsa Sasi

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya