Comscore Tracker

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​

Sayangi diri sendiri dengan tetap memerhatikan sekitar 

Coba cek kembali dalam daftar prioritasmu, apakah kamu sudah memasukkan dirimu sendiri di dalamnya? Ada di urutan nomor berapa kamu menuliskannya? Apakah ada pada urutan pertama atau ternyata ada pada urutan paling akhir? Biasanya seseorang sering lupa dengan dirinya sendiri akibat kesibukan yang dijalaninya, inilah yang terkadang membuatmu menjadi lebih memprioritaskan orang lain.

Nah, sekarang adalah saatnya untuk kamu menempatkan dirimu sendiri pada urutan yang pertama. Dengan cara ini, kamu bisa menjadi lebih mengenal siapa dirimu yang sebenarnya dan kamu pun juga akan menjadi lebih mudah untuk mengenali orang lain.

Berikut ada beberapa cara belajar memprioritaskan diri sendiri, tanpa harus menjadi egois atau mementingkan diri sendiri. Yuk, simak baik-baik.

1. Lakukan apa pun yang kamu sukai 

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​ilustrasi orang melakukan hobi (pexels.com/Mark Rigby)

Ketika kamu memprioritaskan dirimu sendiri, tentu kamu akan dengan mudah melakukan hal-hal yang kamu sukai. Pastikan semuanya adalah sesuatu yang positif, ya. Gak perlu merasa gak enak hati, karena sudah menjadi hak dari setiap orang untuk bisa menjalani hidup seperti apa yang diinginkannya.

Yuk, saatnya belajar untuk memulai melakukan hal-hal yang kamu sukai sebagai prioritas utamamu. Percayalah, saat kamu sudah melakukannya, hati dan pikiranmu akan merasa lebih tenang dan senang.

Tak bisa dipungkiri juga bahwa manfaat melakukan hal-hal yang disukai itu mampu mengurangi rasa stres, karena hal ini bisa membuatmu bahagia. Sudahkah hal ini menjadi prioritasmu?

2. Penuhi kebutuhan hidupmu 

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​ilustrasi bersosialisasi (pexels.com/ELEVATE)

Manusia memang selalu memiliki kebutuhan dan untuk bisa menjalani hidup bahagia kamu harus memenuhinya. Perjuangkan hal-hal tersebut, segala yang kamu butuhkan untuk diri sendiri dan kebutuhan sosialmu merupakan hal utama yang harus diprioritaskan. Apa pun yang pantas untukmu, lakukan sesuatu untuk mendapatkannya.

Jangan berharap orang lain yang akan melakukannya untukmu, karena itu belum pasti terjadi. Daripada menunggu hal yang gak pasti, lebih baik kamu jadikan hal tersebut sebagai prioritas, agar kamu terdorong untuk mendapatkannya. Namun, kamu juga harus pandai membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kebutuhan adalah semua hal yang harus dimiliki untuk menunjang berbagai aktivitasmu dalam menjalani keseharian. Sedangkan, keinginan adalah sesuatu hal yang gak mendesak untuk dimiliki dan itu hanyalah tambahan dari kebutuhan utamamu yang sudah terpenuhi.

3. Jangan takut berkata tidak 

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​ilustrasi menolak permintaan dengan halus (pexels.com/Amina Filkins)

Berkata tidak memanglah salah satu hal yang penting untuk bisa kamu lakukan agar dapat memprioritaskan diri. Terkadang untuk mengatakannya memang terasa sulit, apalagi untuk kamu yang merupakan tipe orang berkepribadian selalu merasa gak enak hati terhadap orang lain.

Tak harus selalu menolak membantu teman, namun ketika kamu sedang berada dalam situasi dan kondisi yang benar-benar gak bisa memberikan pertolongan kepada orang lain, maka beranilah untuk mengatakan tidak.

Jangan memaksakan diri dan terus merasa gak enak hati serta khawatir dengan pikiran orang lain, ketika kamu menolaknya. Lakukan saja hal-hal yang memang kamu butuhkan saat ini, atau kamu juga bisa memberikan pilihan lain untuk bisa membantu teman, tentunya yang gak memberatkanmu.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Belum Mencintai Diri Sendiri, Masih Suka Insecure!

4. Berikan kenyaman pada diri sendiri 

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​ilustrasi melakukan perawatan diri (pexels.com/Anete Lusina)

Memprioritaskan diri sendiri juga bisa kamu lakukan dengan memberikan kenyamanan pada diri. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, seperti memanjakan diri dengan melakukan perawatan luar dan dalam. Jika kamu sibuk dengan rutinitas pekerjaan setiap harinya, maka pada akhir pekan cobalah untuk meluangkan waktu agar bisa memanjakan diri.

Lakukanlah perawatan diri dengan sekadar pergi ke salon, makan makanan favorit, menonton film, atau hangout bersama teman-teman. Selain memberikan rasa bahagia dan nyaman, cara ini juga ampuh menjauhkanmu dari risiko stres. Sebab, stres tentu dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalmu.

Dengan memberikan kenyamanan pada diri sendiri, kamu bisa terhindar dari stres dan membuatmu lebih produktif lagi. Jadi, jangan lupa melakukan hal ini saat kamu sedang belajar memprioritaskan diri, ya.

5. Jangan menghabiskan waktu dengan memikirkan rasa bersalah 

5 Cara Belajar Memprioritaskan Diri tanpa Menjadi Egois​​​​​​​ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Terpaku pada perasaan bersalah cenderung membuatmu membuang-buang waktu dan justru akan semakin menyita pikiran dan energimu untuk hal yang kurang bermanfaat itu. Hal ini sebaiknya jangan kamu lakukan ketika sedang belajar memprioritaskan diri, karena hal tersebut bisa mengakibatkanmu mengabaikan dirimu sendiri.

Perlu kamu sadari bahwa rasa bersalah itu mampu mendorongmu untuk terus menyenangkan orang lain tanpa memedulikan diri sendiri. Daripada terpaku pada rasa bersalah, lebih baik gunakan waktu dan tenagamu untuk hal-hal penting lainnya yang kamu butuhkan saat ini.

Ini bukanlah sesuatu yang menjadikanmu orang egois, karena memprioritaskan diri bisa menjadi egois ketika kamu merugikan orang lain. Kalau caramu dalam memprioritaskan diri itu sampai merampas hak orang lain, itu baru namanya egois. Namun, selagi kamu mampu melihat konteks dan situasinya, sehingga gak merugikan orang lain, maka itu bukanlah egois.

Baca Juga: 5 Cara Gak Baper Hadapi Pasangan yang Egois dan Mau Menang Sendiri 

Adelbertha Eva Y Photo Verified Writer Adelbertha Eva Y

IG: adelbertha_eva

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya