Comscore Tracker

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan Perempuan

Pendidikan perempuan di Pulau Mansinam dianggap sebelah mata

Kita mungkin sudah hidup di zaman yang melek akan isu kesetaraan gender. Kini, mayoritas perempuan di Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang setara dengan laki-laki, baik dari segi pendidikan, karier, hingga pilihan hidup.

Namun nyatanya, hal tersebut masih belum terjadi sepenuhnya di Pulau Mansinam, Papua Barat. Anak-anak, termasuk perempuan, masih mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan yang layak. Bahkan, perempuan di Pulau Mansinam mengalami pernikahan dini.

Untungnya, ada anak muda inspiratif yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di Pulau Mansinam, Papua Barat. Dia adalah Bhrisco Jordy Dudi Padatu, pendiri komunitas Papua Future Project. Dengan moto "Every Child Matters", Papua Future Project menginginkan pendidikan yang layak untuk anak-anak di Pulau Mansinam, termasuk perempuan.

Tersenyumlah Indonesia, berkat Bhrisco Jordy, mutu dan kualitas pendidikan anak perempuan di Pulau Mansinam menjadi jauh lebih baik. Bersama Papua Future Project, Jordy bantu perjuangkan pendidikan perempuan.

1. Konstruksi sosial perempuan tak perlu pendidikan tinggi masih mendarah daging

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan Perempuananak-anak di Pulau Mansinam (dok. Papua Future Project)

Pulau Mansinam, Papua Barat, bisa dibilang masih memegang teguh pada adat dan budaya yang ada. Salah satunya adalah anggapan terkait perempuan yang tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi.

Anggapan tersebut diperparah dengan mendarah dagingnya konstruksi sosial bahwa perempuan tidak perlu mendapatkan akses pendidikan, karena tugas mereka hanya di dapur. Padahal, saat ini sudah zamannya laki-laki dan perempuan mendapatkan hak yang setara, termasuk pendidikan.

Bagi Jordy, masalah tersebut sangat genting untuk diatasi. Menurutnya, orangtua anak-anak di Pulau Mansinam memegang peran penting terhadap pendidikan anaknya.

"Di Papua ini masih kuat adatnya, sehingga anggapan anak-anak itu, terutama perempuan, tidak perlu bersekolah. Mereka bahkan menikah di usia yang muda. Kami berusaha untuk memberi pengertian bahwa perempuan juga perlu bersekolah," kata penerima 13th SATU Indonesia Awards dari ASTRA Indonesia itu saat diwawancarai pada Sabtu (3/12/2022).

Berkaca dari situ, Jordy bersama Papua Future Project mengajak semua anak-anak di Pulau Mansinam, tanpa memandang gender, untuk terus mengenyam pendidikan. Sebab, dari pendidikan, mereka bisa mengetahui banyak hal.

2. Pernikahan dini masih menimpa anak-anak perempuan di Pulau Mansinam

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan Perempuanseorang anak di Pulau Mansinam (dok. Papua Future Project)

Pernikahan kerap dianggap sebagai jalan keluar terbaik bagi perempuan. Adat dan budaya setempat menjadi faktor utama perempuan terbelenggu dalam anggapan tersebut.

Hal tersebut nyatanya masih terjadi di Pulau Mansinam, Papua Barat. Bahkan, anak-anak yang masih remaja kerap dinikahkan dan dianggap tidak perlu mengenyam pendidikan. Banyak anak perempuan berusia 15-19 tahun di Pulau Mansinam harus merelakan pendidikannya karena melangkah ke jenjang pernikahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus utama Jordy bersama Papua Future Project. Jordy mengatakan bahwa ia dan komunitasnya memberikan pengertian pada orangtua-orangtua di Pulau Mansinam terkait bahayanya pernikahan dini.

"Kita (Papua Future Project) memberikan sosialisasi terkait bahayanya nikah di usia muda pada orangtua. Tingkat kematian pada anak bisa meningkat, ketidaksiapan mental, fisik, dan pendidikan pun jadi terhambat," kata Jordy.

3. Papua Future Project berikan pengertian pada orangtua anak

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan Perempuananak-anak di Pulau Mansinam (instagram.com/papuafutureproject)

Ingin anak perempuan mendapatkan kebebasan dalam menempuh pendidikan, Jordy bersama Papua Future Project tak tinggal diam. Mereka berinisiatif melakukan sweeping,  berkunjung ke rumah-rumah warga, terutama dengan anak perempuan, untuk memberikan konsultasi terkait pendidikan sang anak.

Orangtua tersebut bebas bercerita pada Jordy dan Papua Future Project terkait permasalahan yang sedang dihadapi. Tak jarang anak perempuan di Pulau Mansinam bercerita pada Jordy bahwa mereka akan dinikahkan.

"Saya sangat bersyukur anak-anak di sini mau bercerita pada kami secara terbuka. Kita memang sudah dekat banget sama mereka dan mereka pun nyaman dengan kita. Dengan begitu, kita bisa mencari solusinya," jelas laki-laki kelahiran Jayapura 22 tahun silam itu.

Setelah Jordy mengetahui titik permasalahannya, ia membantu sang anak untuk mengonsultasikan pada orangtuanya. Jordy memberikan pengertian bahwa pernikahan di usia muda bukan jalan terbaik. Namun, tetap saja mereka sebagai "orang luar" tidak bisa mengambil keputusan akhir.

Baca Juga: Justitia Avila dan Suara Lantangnya Dampingi Korban Kekerasan Seksual

4. Anak-anak perempuan di Pulau Mansinam pintar dan punya semangat belajar tinggi

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan PerempuanBhrisco Jordy pendiri komunitas Papua Future Project (instagram.com/papuafutureproject)

Meski perempuan di Pulau Mansinam, Papua Barat, kerap dipandang sebelah mata karena dianggap tidak perlu mengenyam pendidikan, nyatanya, menurut Jordy, mereka sangat pintar. Bahkan, Jordy mengatakan bahwa rata-rata, anak-anak perempuan lebih pintar.

"Di Papua, di daerah mana pun, anak-anak yang paling menonjol dalam pendidikan adalah anak perempuan," ucapnya.

Tak mau disangka mengada-ngada, Jordy juga kerap memperlihatkan kemampuan anak perempuan kepada sang orangtua untuk membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan pendidikan.

"Kami (Papua Future Project) melakukan semaksimal mungkin anak-anak perempuan di sini bisa bersekolah secara maksimal. Salah satu caranya dengan memperlihatkan kemampuan mereka dan membimbing dengan baik", lanjut Jordy.

Namun, memang tak mudah. Masih banyak orangtua di Pulau Mansinam yang lebih memilih menikahkan anak perempuannya di usia muda.

5. Papua Future Project perjuangkan pendidikan lewat program terbaiknya

Melalui Papua Future Project, Jordy Perjuangkan Pendidikan PerempuanKegiatan di Papua Future Project (instagram.com/papuafutureproject)

Selama 2 tahun lebih menjalankan komunitas Papua Future Project bersama orang-orang terbaiknya, Jordy sudah memiliki setidaknya 3 program yang dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan terbaik pada anak-anak di Pulau Mansinam.

Bimbingan belajar menjadi program utama di Papua Future Project. Jordy bersama beberapa sukarelawan mengajar anak-anak di Pulau Mansinam selama seminggu sekali di sebuah pendopo. Di sana, anak-anak diajarkan menulis hingga membaca.

Selain itu, ada pula program donasi buku dan buku keliling. Kata Jordy, Papua Future Project sudah mendonasikan bukunya ke kurang lebih 6 pulau di sekitar Papua. Ia juga bekerja sama dengan komunitas setempat untuk mengadakan buku bacaan agar anak-anak di sana dapat membaca dan menulis dengan baik.

"Ketika sudah selesai di salah satu tempat, kita kirim lagi buku keliling tersebut ke daerah lain. Setidaknya, ada buku dan bahan bacaan yang dapat anak-anak baca," kata Jordy.

Selain di bidang pendidikan, Papua Future Project juga mengusung program yang berkaitan dengan kesehatan. Tak sendirian, mereka pun berkesempatan berkolaborasi dengan UNICEF. Anak-anak di Pulau Mansinam diajarkan pentingnya mencuci tangan, amannya vaksinasi, hingga kesehatan reproduksi.

Kita Satu Indonesia sudah sepantasnya saling bahu membahu membantu kesejahteraan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan pemerataan akses pendidikan hingga ke daerah pelosok. Untungnya, hal tersebut sudah dimulai oleh Bhrisco Jordy, pendiri komunitas Papua Future Project. Tak hanya Jordy, kamu juga bisa ambil bagian demi perjuangkan pendidikan, terutama bagi perempuan. 

Baca Juga: Indonesia Ramah Autis, Mimpi Alvinia Christiany dan Teman Autis

Fernanda Reza Saputra Photo Verified Writer Fernanda Reza Saputra

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya