Comscore Tracker

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenak

Hindari sikap memaksakan diri, ya #IDNTimesLife

Kebahagiaan adalah hal penting bagi hampir setiap orang yang mendengarnya. Tak heran kalau kebahagiaan sering dicari dan dikejar oleh banyak orang. Namun, mengejar kebahagiaan juga tidak seindah yang dibayangkan, malah mungkin dalam prosesnya kamu akan merasa sangat lelah. Sebaiknya berhenti sejenak dan pahami dulu lima tanda berikut.

1. Mulai muncul perasaan kosong atau hampa saat mendengar kata "bahagia"

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenakilustrasi orang merenung (pexels.com/Anna Shvets)

Ketika kamu mendengar kata "bahagia", hal apa yang terlintas di hati dan pikiranmu? Jika kamu kemudian merasa kosong atau hampa saat mendengar kata tersebut, mungkin saja kamu sudah lelah mengejar kebahagiaan yang kamu inginkan.

Sebenarnya, nih, gak ada salahnya kalau kamu berusaha untuk mengejar kebahagiaanmu sendiri, tetapi sebaiknya jangan berlebihan apalagi sampai memaksakan diri. Sebab dikhawatirkan hal ini malah akan membawa dampak negatif untuk diri sendiri ke depannya.

2. Perasaan tertekan dan frustrasi kerap kamu rasakan, namun sering kamu abaikan begitu saja

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenakilustrasi orang merenung (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas

Saat mengejar kebahagiaan, tak jarang harus melalui proses panjang yang berliku-liku. Nah, sangat mungkin dalam proses tersebut, perasaan tertekan dan frustrasi muncul sebagai bentuk rasa lelah yang kamu abaikan begitu saja. Jadi, mulai sekarang jika kamu merasakan perasaan tersebut, sebaiknya segera sadari dan coba cari solusi yang bijak untuk mengatasinya.

Baca Juga: Berhenti Katakan 5 Kebohongan Ini Pada Diri Sendiri jika Mau Bahagia

3. Kamu sadar kalau dirimu sudah lelah, tapi masih menyangkalnya dengan berbagai alasan

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenakilustrasi seorang pria (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bahkan kamu sendiri sebenarnya sadar kok kalau sudah lelah dalam mengejar kebahagiaan. Namun kenapa masih saja menyangkalnya dengan berbagai alasan? Ya, tentu kamu punya alasan sendiri kenapa masih terus menyangkal hal ini. Hanya saja, sebaiknya berikan waktu sejenak untuk dirimu sendiri agar bisa tenang dan kembali merenungkan semua hal yang sudah terjadi.

4. Aspek lain dalam kehidupanmu juga ikut terkena dampaknya secara negatif

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenakilustrasi orang merasakan sakit kepala (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kebahagiaan memang penting, tetapi perlu juga untuk memahami dan menyesuaikannya dalam berbagai aspek dalam kehidupanmu. Jika tidak, maka aspek kehidupanmu yang lain mungkin akan ikut terganggu dan menjadi tidak seimbang.

Misal, kamu mengejar kebahagiaan materi secara berlebihan, akhirnya kesehatan fisikmu mungkin akan ikut terdampak secara negatif. Jika sudah begitu, bukannya kebahagiaan yang diperoleh malah kekecewaan yang dirasakan.

5. Sering terjadi konflik batin yang bikin kamu terus ragu dan bimbang

5 Tanda Kamu Sudah Lelah Mengejar Kebahagiaan, yuk Berhenti Sejenakilustrasi orang sedang merenung (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kelelahan yang dirasakan akibat terus mengejar kebahagiaan tanpa henti, sederhananya dapat kamu ketahui melalui perasaanmu. Coba cek dulu, apakah sering terjadi konflik batin dalam dirimu? Jika jawabannya adalah ya, maka mungkin ini tanda kuat kalau kamu sudah lelah mengejar kebahagiaan dan perlu untuk berhenti sejenak.

Jadi, mengejar kebahagiaan itu juga perlu dipikirkan secara matang dan menyesuaikannya dengan kemampuan diri. Jangan malah harapan awal dalam mengejar kebahagiaan berubah menjadi hal negatif yang pastinya gak kamu inginkan. Sebaiknya pahami dan renungkan kembali lima tanda di atas, ya. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: 5 Sebab Kebahagiaan Sejati Tak Kunjung Berpihak Kepadamu

Frederick K Photo Verified Writer Frederick K

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya