Comscore Tracker

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lain

Jangan sampai kebiasaan, lho, ya

Setiap orang tentu ingin mendapatkan kebahagiaannya masing-masing, betul? Sehingga setiap orang sebenarnya yang paling bertanggung jawab atas kebahagiaannya masing-masing.

Namun sering kali diri kita tanpa sadar malah terlalu sering mengurusi kebahagiaan orang lain. Jadi, sebaiknya pahami dulu deh tanda-tanda kalau diri sendiri terlalu sering mengurusi kebahagiaan orang lain. Yuk kita simak! 

1. Tanpa disadari, kamu mungkin sering meminta orang lain untuk menyamakan standar kebahagiaan mereka dengan standar kebahagiaan milikmu 

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lainilustrasi mengobrol bersama (pexels.com/Gustavo Fring)

Setiap orang punya standar kebahagiaan yang berbeda-beda. Misalnya, ada yang merasa sangat bahagia saat bisa berlibur, ada juga yang merasa sangat bahagia ketika berhasil mencapai suatu prestasi dan lain sebagainya.

Tentunya standar kebahagiaan juga sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkungan, pola pikir dan pengalaman hidup masing-masing orang. Jadi, jika kamu selalu menginginkan agar standar kebahagiaan orang lain harus sama denganmu, mungkin saja lho itu tanda kalau kamu terlalu mengurusi kebahagiaan orang lain.

2. Kamu sendiri sadar kalau sudah terlalu sering mengurusi kebahagiaan orang lain, tapi malah kamu abaikan 

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lainilustrasi orang merenung (pexels.com/Quốc Bảo)

Tidak perlu susah-susah untuk memahami tanda berikut, coba cek dulu apakah kamu sendiri sebenarnya sadar dan merasakan kalau sudah terlalu sering mengurusi kebahagiaan orang lain? Sebaiknya jangan anggap sepele hal ini ya, supaya kamu tidak lagi terjebak dalam hal negatif yang sama secara berulang-ulang.

3. Sesekali memberi saran dan pendapat soal kebahagiaan orang lain mungkin tidak masalah, tapi apakah kamu sudah mengenal betul kehidupan orang tersebut?

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lainilustrasi mengobrol santai (pexels.com/nappy)

Memang sih, mungkin tidak ada salahnya kalau kamu sesekali berpendapat soal kebahagiaan orang lain. Mungkin maksudmu memang baik dalam memberikan pendapat atau nasihat.

Akan tetapi, sebaiknya perhatikan juga seberapa dekat dirimu dengan orang yang hendak kamu komentari. Bisa jadi orang lain malah merasa risih dan menjauh, lho. Tentunya kamu tak ingin hal itu terjadi, 'kan? Jadi, bijaklah ketika hendak memberi komentar atau pendapat kepada orang lain, ya. 

Baca Juga: 5 Alasan Iri Hati Hanya akan Merugikan Diri Sendiri, Waktunya Berubah!

4. Orang lain mungkin pernah membicarakan hal ini secara serius padamu

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lainilustrasi orang sedang mengobrol (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Perhatikan jika orang lain mungkin pernah membicarakan hal ini secara serius padamu. Mereka mungkin mengungkapkan ketidaknyamanan mereka saat dirimu dianggap terlalu mengurusi kebahagiaan orang lain.

Nah, jika ini terjadi sebaiknya jangan abaikan dan dengarkan dulu maksud dan alasan mereka, ya. Supaya kamu pun paham hal-hal apa yang memang sudah tepat atau justru perlu diperbaiki. 

5. Bisa jadi kamu terlalu mengurusi kebahagiaan orang lain sampai lupa dengan kebahagiaan sendiri

5 Tanda Kamu Terlalu Mengurusi Kebahagiaan Orang Lainilustrasi tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sadar gak sih kalau terlalu mengurusi kebahagiaan orang lain juga punya dampaknya sendiri? Ya, salah satunya kebahagiaan sendiri yang mungkin tidak terurus.

Jika kamu melupakan kebahagiaanmu sendiri dan terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan orang lain, mungkin saja kualitas hidupmu akan ikut terpengaruh. Akibatnya tentu akan dirasakan oleh dirimu sendiri. 

Jadi, ada baiknya nih untuk memperhatikan kelima tanda di atas ya. Semoga memahami tanda-tanda di atas bisa membantu dirimu untuk lebih waspada dan bijaksana, ya! 

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kebahagiaan Gak Semestinya Kamu Jadikan Tujuan Hidup

Frederick K Photo Verified Writer Frederick K

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • erwanto

Berita Terkini Lainnya