Comscore Tracker

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982

Mengusung tema feminisme yang menjadi kontroversi

Kim Ji Young: Born 1982, saat ini sedang menjadi buah bibir bagi para penikmat film. Film yang dibintangi oleh Gong Yoo dan Jung Yoo Mi ini sudah membuktikan kesuksesannya dengan pencapaian lebih dari tiga juta penonton. Film ini pun sudah tayang di Indonesia sejak 16 November.

Meski demikian, film ini mengalami sejumlah kontroversi karena isu feminisme yang diangkat oleh film yang disutradarai oleh Kim Do Young ini. Bukan hanya ingin membahas tentang masalah feminisme saja, tapi ada pesan tersirat yang ingin disampaikan khususnya bagi para perempuan lewat film ini. Berikut pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini.

1. Ingin memberitahukan realita yang dihadapi oleh para perempuan yang sudah menikah

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982instagram.com/swimming_ram_ovie

Film ini menceritakan tentang kehidupan keluarga, Kim Ji Young (Jung Yoo Mi) dan Jung Dae Hyeon (Gong Yoo) yang sudah memiliki anak. Sebelum memiliki anak, Ji Young bekerja di perusahaan periklanan. Namun setelah menikah, ia memutuskan untuk berhenti berkarier untuk fokus mengurus keluarganya. Aktivitas yang hanya bisa ia lakukan hanyalah seputar pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak.

Awalnya Ji Young merasa bahagia, ia bisa melihat tumbuh kembang Ah Young setiap harinya di rumah. Tapi hal itu tidak bertahan lama, Ji Young mulai merasa depresi karena tidak bisa melakukan hal-hal yang dia sukai, kecuali mengurus anak dan rumah tangganya.

Film ini ingin memperlihatkan realita para perempuan yang sudah menikah, tidak seindah pemikiran orang-orang. Menjadi seorang istri sekaligus ibu, ternyata tidak mudah untuk dijalani dan memiliki beban tersendiri yang dirasakan oleh para perempuan.

2. Perempuan dianggap hanya bisa menjadi ibu rumah tangga, daripada mengejar karier

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982instagram.com/sohyeon_moviesta

Dalam film ini, Kim Ji Young diceritakan mempunyai satu orang kakak perempuan dan adik laki-laki. Selain membahas tentang isu feminisme, budaya patriarki juga menjadi masalah utama. Dalam salah satu adegan, ayah dari Ji Young membeli sebuah minuman khusus bagi lelaki. Melihat hal tersebut, ibu dari Kim Ji Young, merasa bahwa anak perempuannya masih kurang diperhatikan.

Sampai-sampai ibu dari Ji Young tidak mengetahui masalah yang terjadi pada anaknya tersebut. Lain halnya dengan ibu dari Dae Hyeon. Dalam film ini, diceritakan bahwa laki-laki tidak boleh bekerja di dapur, karena pekerjaan dapur adalah tugas dari seorang perempuan.

Ini contoh di mana perempuan hanya bisa mengurusi masalah rumah tangga dan yang mencari nafkah adalah para kaum adam. Kim Ji Young juga rela untuk mengorbankan kariernya di sebuah perusahaan periklanan, demi mengurus keluarganya di rumah.

Pesan yang ingin disampaikan dari film ini bahwa tidak seterusnya perempuan hanya mengurus urusan rumah tangga. Seorang perempuan yang sudah menjadi ibu sekalipun, harus bisa menikmati hidupnya dengan cara melakukan suatu hal yang disukainya, agar perempuan tidak memiliki beban dalam mengurus keluarga.

Baca Juga: 7 Fakta Kim Ji Young: Born 1982, Film Baru Gong Yoo yang Patut Dinanti

3. Kesehatan mental bukan suatu hal yang harus disembunyikan. Terbuka dan sadar akan diri kita bisa menjadi langkah awal yang harus dilakukan

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982instagram.com/sohyeon_moviesta

Tidak hanya membahas tentang isu feminisme, film ini juga menceritakan perbedaan yang terjadi pada diri Ji Young. Orang pertama yang merasakan perbedaan pada diri Ji Young adalah suaminya, Dae Hyeon. Ia merasa bahwa istrinya, terkadang menjadi orang lain. Adegan yang menunjukkan hal itu ketika Dae Hyeon memberikan rekaman video kepada istrinya yang memiliki sifat seperti ibunya. Tidak hanya sekali, Ji Young juga pernah berbicara seperti neneknya kepada ibunya.

Mengetahui hal tersebut, Dae Hyeon menyuruh Ji Young untuk pergi ke psikiater untuk mengonsultasikan dirinya. Tapi Ji Young, terus menolaknya karena ia berpikir bahwa dirinya hanya kelelahan saja mengurus anak. Sampai akhirnya, ia memberanikan diri untuk mengonsultasikan perbedaan yang terjadi dengan dirinya pada psikiater.

Film ini ingin mengajak kita untuk tidak takut membicarakan perbedaan yang ada dalam diri kita. Karena itu bukanlah hal yang harus dihindari, tapi harus dikonsultasikan kepada ahlinya agar kita bisa mengetahui apa yang terjadi pada diri kita.

4. Keluarga memiliki peran yang sangat besar terhadap kehidupan kita. Karena mereka adalah orang yang mengetahui diri kita sebenarnya

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982instagram.com/swimming_ram_ovie

Peran keluarga pun sangat penting dan memiliki pengaruh yang besar terhadap diri kita. Di Film ini, Dae Hyeon merupakan seorang suami yang siap siaga untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang dilakukan oleh Ji Young. Di saat Ji Young memiliki impian untuk kembali bekerja, Dae Hyeon pun rela untuk berhenti sementara dari pekerjaannya demi Ji Young yang ingin kembali membangun kariernya.

Dalam film ini, ingin menunjukkan bahwa suami rela melakukan apa saja untuk membuat istrinya bahagia dengan melakukan kegiatan yang disukainya. Hal itu Dae Hyeon lakukan, agar Ji Young bisa kembali pulih dari gangguan mental yang dimilikinya. Ia juga memberanikan diri, sebagai orang yang pertama kali memberitahukan Ji Young, tentang perbedaan yang ada pada dalam diri Ji Young. Hal itu dibuktikan dengan Dae Hyeon yang mengkhawatirkan kondisi mental Ji Young yang semakin parah, dengan menyuruhnya untuk datang ke psikiater.

Tidak hanya suami, peran orangtua dalam film ini pun juga sangat dirasakan pada tumbuh kembang Ji Young. Sejak kecil, keluarga Ji Young selalu mendukung keinginan dari putrinya. Hal itu terbukti di saat Ji Young diterima bekerja di perusahaan periklanan, orangtuanya sangat mendukung penuh dan tidak ada pertentangan terhadap karier yang dimiliki oleh putirnya.

Bahkan sampai Ji Young memutuskan untuk tidak lagi bekerja dan menjadi seorang ibu rumah tangga sepenuhnya, tidak mengurangi kasih sayang dari keluarganya pada Ji Young. Sampai ibu dari Ji Young mengetahui penyakit yang diidap oleh sang putri, ia tetap memperhatikan dan tidak mengurangi sedikit pun kasih sayang terhadap anaknya

5. Yang terakhir, film ini membuktikan bahwa kesetaraan gender adalah hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata

Pesan Mendalam yang Bisa Dipetik dari Film Kim Ji-Young: Born 1982instagram.com/sohyeon_moviesta

Negara Korea merupakan salah satu negara yang sangat konservatif terkait dengan gender. Pada tahun 2018, negeri ginseng ini menempati urutan 30 dari 36 negeri perekonomian maju (OECD) untuk partisipasi perempuan di lapangan kerja. Dari data tersebut bisa kita lihat, bahwa tingkat kesetaraan gender di Korea menjadi masalah penting yang harus diperhatikan.

Dalam film ini, kita bisa melihat realitas yang dihadapi perempuan, khususnya bagi perempuan yang sudah berkeluarga namun ingin tetap berkarier. Minimnya kesempatan dan budaya yang dimiliki oleh negara Asia, yang memandang bahwa wanita yang sudah berkeluarga sebaiknya hanya fokus untuk mengurus keluarga saja, dibandingkan untuk berkarier. Hal itu menjadi bukti bahwa kesetaraan gender, masih dipandang sebelah mata

Padahal perempuan juga memiliki keahlian yang tidak jauh berbeda dengan para lelaki. Perempuan juga bisa dikatakan sebagai manusia yang paling hebat karena perjuangannya sangat besar, mulai dari mengandung, melahirkan hingga mengurus anak.

Maka dari itu, orang-orang tidak bisa memandang wanita secara sebelah mata karena stereotip yang sudah melekat pada perempuan. Pasalnya, sudah banyak kaum hawa yang memiliki prestasi dan bisa menghidupi keluarganya dengan bekerja. Selain itu, banyak hal juga yang bisa dilakukan oleh perempuan, tapi tidak bisa dianggap mudah oleh para pria, seperti misalnya mengurus anak.

Karena itulah melalui film ini, pesan tersirat yang ingin disampaikan dan paling penting adalah kesetaraan gender, khususnya bagi perempuan yang memiliki keinginan untuk berkarier. Dengan berkarier, bisa menjadi salah satu cara bagi perempuan agar tidak merasakan depresi yang berlebihan dalam mengurus keluarga.

Itulah pelajaran yang tersirat dalam film Kim Ji Young: Born 1982. Ayo ajak teman-teman dan keluargamu untuk menonton film ini, agar bisa menyerap pesan yang terkandung dalam film ini, untuk mengerti tentang realita yang dirasakan perempuan dalam kehidupan berkeluarga. 

Baca Juga: Kisah Kontroversial 'Kim Ji-young, Born 1982' adalah Realita di Korsel

Topic:

  • Geralda Talitha
  • Pinka Wima

Just For You