Comscore Tracker

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakan

Terkadang pembelajaran hidup hadir dari ketidaknyamanan 

Tak selalu cerah, hidup memang hadir dengan keseimbangannya. Mendung tak jarang mewarnai agar kamu mengingat dan mensyukuri hidup yang dipunya. Menjauhkanmu dari rasa sombong, hal ini nyatanya akan berperan untuk membantumu berkembang dan lebih dewasa.

Bagaimana caramu menyikapinya tentu menjadi penentu untuk melihat sejauh mana kamu mampu bangkit dari keterpurukan. Tak perlu disesali, enam hal kurang menyenangkan ini nyatanya mampu membuat dirimu lebih dewasa.

1. Merelakan mimpimu pergi demi kemungkinan yang lain 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi kesendirian (unsplash.com/Ben White Photography)

Semua orang rasanya memiliki mimpi yang ingin diraih dalam hidup, tak terkecuali kamu. Sebelumnya kamu sangat idealis dalam meraih mimpi yang selama ini membuatmu hidup. Namun, pada akhirnya manusia hanya bisa berencana. Tak jarang ada saja hambatan yang membuatmu harus memikirikan kembali mimpi yang kamu inginkan.

Bentuk dari tantangan ini biasanya beragam. Mungkin dari orang terdekat yang ternyata lebih membutuhkanmu hingga keadaan yang memang tak lagi relevan dengan apa yang kamu ingin raih. Kedewasaanmu tercermin dalam kemampuan untuk membuat prioritas baru terkait mana yang ingin kamu pertahankan. Kamu tak lagi mementingkan diri sendiri dan lebih cepat beradaptasi dengan realita untuk menemukan kemungkinan yang baru.

2. Kamu gak lagi memaksakan standar tinggi dalam hidup 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi meditasi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mungkin dulu sebelum mampu menerima realita hidup, kamu selalu memasang target tinggi terkait hal apapun. Rasanya kamu tak ingin tersaingi oleh orang lain yang terlihat lebih sukses darimu.

Kebiasaan negatif dari media sosial seperti wajib untuk kamu lakukan. Seperti memamerkan apa yang kamu miliki dan sedang kamu kerjakan. Namun, saat ini kamu tak lagi terfokus pada hal seperti itu. Bagimu, ketenangan dan inner peace akan lebih berharga daripada pengakuan orang lain.

3. Mau mengalah dan memahami orang lain 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi empati (unsplash.com/Ben White)

Lumrah memang sebagai manusia ingin selalu diperhatikan. Semakin lama tabiatmu yang seperti ini pelan-pelan pudar dan menghilang. Kamu tak lagi mengharap untuk menjadi center of point atau self-centric.

Hal ini bisa kamu dapatkan karena kamu telah menyadari bahwa bumi gak selalu berputar hanya untukmu. Ada banyak hal yang nyatanya lebih penting dilakukan daripada hanya berfokus pada masalahmu. Oleh karena itu, kamu pun mulai bisa menghargai orang lain dengan belajar untuk memahami mereka.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?

4. Sering malu sendiri mengingat keputusan di masa lalu 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi kesendirian (unsplash.com/Yuris Alhumaydy)

Keputusan tak masuk akal terkadang tidak sengaja diambil karena kurangnya pertimbangan yang matang. Tak jarang kamu bisa menertawakan hal ini karena perubahan cara berpikirmu. Sebagai manusia biasa kamu menyadari bahwa sebenarnya kamu pun tak sempurna.

Kesalahan dalam mengambil keputusan hingga melakukan hal bodoh tak jarang pernah kamu lakukan. Sadari bahwa semua itu wajar rasanya, untuk kembali mengingatkan bahwa kemampuanmu sebenarnya sangat terbatas sebagai manusia.

5. Mampu menerima kehilangan orang tersayang 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi kesendirian (unsplash.com/Cam Ferland)

Ditinggalkan oleh teman hingga orang tersayang memang menyakitkan. Namun dengan mengalaminya mampu membuat kamu menjadi lebih kuat dalam menerima kenyataan. Kini kamu menyadari bahwa semua hal hanya sementara.

Apa yang kamu miliki bisa jadi tidak ada apa-apanya. Karena itu sekarang kamu mulai belajar untuk menurunkan ekspektasimu. Tak berhenti di situ saja, kamu mampu memberikan respons sewajarnya baik saat senang ataupun sedih tanpa berlebihan. Bukan tanpa alasan, hal itu kamu lakukan untuk menghindari kekecewaan.

6. Rela menginvestasikan waktu untuk mengenal diri sendiri 

Relakan, 6 Ketidaknyamanan Hidup yang Ternyata Mampu Mendewasakanilustrasi kesendirian (unsplash.com/Kinga Cichewizz)

Di saat teman-temanmu mungkin sedang sibuk memikirkan pasangan, hal itu tak terlalu berimbas kepadamu. Justru kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Tujuannya tak lain untuk lebih mengenal diri lebih baik dan mencari apa yang paling diinginkan.

Kamu disibukkan dengan menata diri sebelum benar-benar siap menerima orang lain. Yang terkadang malah dianggap membuang-buang waktu oleh orang yang tak mampu mengertimu.

Pembelajaran dalam hidup tak jarang datang dari hal yang tidak menyenangkan. Untuk membuat kita menjadi lebih kuat hari demi hari, tentu hal ini rasanya harus dibiasakan. Menerima apa yang terjadi tak jarang dapat membantu meringankan langkahmu ke depan. Jangan putus asa!

Sugar Photo Verified Writer Sugar

Sky doesn't explain itself high

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Chalimatus Sa'diyah

Berita Terkini Lainnya