Comscore Tracker

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis Kesehatan

Millennial of the Month April 2022, Dwi Wahyu Intani

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." - Pramoedya Ananta Toer

Untaian kalimat di atas seakan terpatri di benak Dwi Wahyu Intani, seorang Community Writer IDN Times. Quotes tersebut menjadi salah satu pembakar semangat perempuan asal Mojokerto, Jawa Timur ini untuk terus berkarya lewat tulisan-tulisannya. 

Perkembangannya yang terbilang cukup cepat di IDN Times Community pun membuahkan hasil. Dwi Wahyu Intani yang telah bergabung di platform menulis ini sejak akhir tahun 2019 pun mendapatkan penghargaan Millennial of the Month periode April 2022. 

Perjalanan penulis yang sering mengisi kanal Health ini tidak selalu mulus. Namun konsistensi dalam berkarya adalah "jalan ninjanya". Kepada IDN Times, ia membagikan kisah inspiratifnya dalam menulis. Simak, yuk!

1. Mengenang artikel pertamanya membuat Intan tertawa malu. Namun dari sinilah perjalanannya dimulai

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis KesehatanDwi Wahyu Intani, Millennial of the Month April 2022 (dok. pribadi/Dwi Wahyu Intani)

Ketika ditanya mengenai bagaimana pertemuannya dengan IDN Times Community, Intan mengaku bahwa semuanya berawal dari keisengan. Saat itu, sekitar bulan Oktober 2019, ia sedang mencari situs yang menerima kontributor penulis yang menjanjikan, baik dari segi audiens, profesionalitas, konten, dan tentu honornya. 

Di antara semua aspek tersebut, Intan lebih menitikberatkan terhadap jenis konten. Sebab, saat itu, ia merasa bahwa banyak situs yang menerima kontributor tetapi konten yang disajikan kurang sesuai dengan dirinya. Sampai akhirnya, ia pun menemukan IDN Times Community yang menurutnya bisa mengemas tulisan dengan ringan tapi memiliki value. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung bergabung.

Tulisan pertama yang dikirimkannya adalah kumpulan foto sebuah destinasi wisata di Malang, Jawa Timur. Namun ternyata, saat itu dirinya belum memahami format penulisan di platform ini. 

"Kalau mengingat tulisan pertama di IDN Times Community, kocak banget sampai rasanya ingin menyublim saking malunya," tuturnya saat diwawancara melalui email kepada IDN Times. 

Ia mengaku bahwa pada saat itu, seluruh tulisan dimasukkannya ke dalam kolom paragraf pertama, termasuk listicle berupa poin yang menjadi ciri khas IDN Times. Ia bahkan membuat poin-poin secara manual dan menebalkannya sendiri. Alhasil, tulisan tersebut pun tidak berhasil terbit. 

Setelah itu, ia belajar dari kesalahan dan membaca panduan menulis IDN Times Community. Setelah sudah memahaminya, ia pun mengirimkan tulisan kedua yang berjudul "5 Fakta Memphis Meat, Daging Berbasis Sel yang Bukan Berasal dari Hewan". Inilah artikel pertamanya yang berhasil terbit di IDN Times. Ia mengaku sangat senang dan akhirnya semakin termotivasi untuk mengirimkan karya-karya selanjuntya. 

2. Writer's block dan kendala sumber referensi jadi tantangan besar bagi Intan

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis KesehatanDwi Wahyu Intani, Millennial of the Month April 2022 (dok. pribadi/Dwi Wahyu Intani)

Sarjana Biologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengakui bahwa perjalanannya dalam berkarya melalui IDN Times Community tidak semulus yang dibayangkan. Usai mengalami euforia setelah dua artikelnya berhasil terbit, Intan mengatakan ia jadi lebih percaya diri. 

Akan tetapi, setelah itu ia pun menghadapi berbagai masalah. Salah satu yang kerap menghampirinya adalah writer's block. Selain itu, kendala lain yang dihadapinya adalah ia kebingungan mencari sumber referensi yang tepat untuk artikel. 

"Aku sering mengalami writer's block. Mencari sumber bacaan masih acak-acakan, dan sekalinya menemukan ide, ternyata udah banyak yang nulis," ungkapnya.

Karena sering terinspirasi oleh lingkungan sekitar, ia pun mulai menulis untuk kanal Life pada tahun 2020. Namun, setelah diamati, perempuan kelahiran 1993 tersebut merasa bahwa lebih banyak artikel yang Pending ketimbang Published. 

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Artikelmu Gak Dipublish oleh IDN Times Community

3. Pandemik COVID-19 membuatnya termotivasi untuk mendalami topik kesehatan

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis KesehatanDwi Wahyu Intani, Millennial of the Month April 2022 (dok. pribadi/Dwi Wahyu Intani)

Rasa cinta yang besar terhadap menulis membuat Intan tetap bertahan dan tidak patah semangat walau melihat banyak artikelnya berjajar rapi di kolom Pending. Ia pun memutar otak untuk menyiasati hal ini. 

Akhirnya, karena bertepatan pula dengan pandemik COVID-19, Intan melihat bahwa concern masyarakat terhadap topik yang berkaitan dengan kesehatan semakin besar. Namun sayangnya, hal ini berbanding sejajar dengan arus informasi menyesatkan atau hoaks yang makin marak beredar. Ia menemukan banyak informasi yang tidak benar dan dipelintir sehingga menimbulkan kekacauan di kalangan masyarakat, termasuk orang terdekatnya sendiri. 

"Sayangnya, meskipun aku tahu informasi itu gak benar, tapi aku tidak bisa menjelaskannya secara gamblang karena aku sendiri pun tidak punya pengetahuan yang matang. Dari sinilah, akhirnya aku tergerak untuk menulis di kanal Health," terang Intan. 

4. Mendapatkan "pengakuan" dengan menjadi penulis spesialis kanal Health

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis KesehatanDwi Wahyu Intani, Millennial of the Month April 2022 (dok. pribadi/Dwi Wahyu Intani)

Berbagai kekhawatiran sebenarnya sempat menghantui Community Writer ini. Ia takut salah menggunakan sumber, cara mengolah artikel ilmiah jadi mudah dipahami, bagaimana memvalidasi fakta di dalam artikelnya, hingga khawatir memberikan informasi yang menyesatkan. 

Namun kekhawatiran itu tidak menghentikan langkahnya. Berbagai upaya pun dilakukan Intan untuk mengatasinya. Ia yang sebenarnya merupakan lulusan Biologi dan terbiasa dengan artikel ilmiah merasa bahwa dirinya harus belajar lebih giat lagi untuk menyajikan informasi yang tepat dan akurat kepada pembaca. 

"Bahkan awal-awal nulis Health, tiap kata ilmiah aku Googlingin satu per satu definisinya apa, buat cek dan ricek kalau ingatan dan pemahamanku tentang itu gak salah. Lambat laun, akhirnya sudah mulai terbiasa dan ingatan-ingatan masa lalu tentang kosakata ilmiah dalam artikel sains sudah bisa diajak kompromi," kata perempuan yang kini sibuk berkarier sebagai freelancer tersebut. 

Ternyata, keputusannya untuk mendalami topik kesehatan di akhir tahun 2020 tersebut tepat. Ia mengatakan bahwa hampir semua artikel Health yang dikirimkannya tidak ada yang pending maupun ditolak, walau cukup sering mendapatkan revisi. Intan merasa seperti mendapatkan "pengakuan" yang besar dan ini mendorongnya untuk semakin mantap menjadi penulis spesialis kanal kesehatan.

Sejumlah artikel kesehatannya pun berhasil meraih ribuan pembaca. Beberapa yang paling tinggi adalah:

5. Feedback positif dari pembaca membuatnya semakin termotivasi untuk berkarya

Dwi Wahyu Intani, Mengedukasi dengan Jadi Penulis Spesialis KesehatanDwi Wahyu Intani, Millennial of the Month April 2022 (dok. pribadi/Dwi Wahyu Intani)

Walaupun menulis artikel kesehatan itu tidaklah mudah, Intan merasa enjoy menjalaninya. Ia bahkan memutuskan untuk fokus ke satu kanal agar ini menjadi ciri khasnya sendiri. 

Selain notifikasi terbitnya artikel dari editor, satu hal lain yang terus memotivasinya untuk berkarya adalah feedback positif dari pembaca. Intan mengaku sering mendapatkan pesan atau DM di media sosial dari teman atau orang lain yang tak dikenalnya berkat tulisannya yang terbit di IDN Times.

Mereka memberikan dukungan dan testimoni positif untuk artikel-artikelnya. Ia juga membagikan bahwa sempat ada satu DM dari pembaca yang merasa terbantu berkat tulisannya tentang sebuah penyakit langka. 

"Di situ, beliau cerita kalau sempat kesusahan mencari sumber informasi tentang penyakit tersebut karena kebanyakan berbahasa Inggris. Setelah membaca artikelku, beliau jadi lebih banyak mengetahui tentang penyakit tersebut dan harus bagaimana untuk menangani atau mendapatkan dukungan," kata Intan saat menceritakan pengalamannya.

6. Perjalanan sebagai penulis gak selamanya indah, tapi semua usaha akan membuahkan hasil pada waktunya

Bagi Intan, dirinya dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, layaknya smartphone dan charger-nya. Ia senang membagikan pengalaman dan pengetahuan yang mungkin bias bermanfaat untuk orang lain. Menurutnya, menulis adalah salah satu cara untuknya memberikan impact pada masyarakat walaupun dimulai dari hal kecil.

"Kadang, menulis juga bisa menjadi cara untuk menyuarakan hal-hal yang tak bisa disuarakan secara lisan. Kadang, menulis juga menjadi cara untuk menjelaskan, mengedukasi, menyadarkan tentang sesuatu yang tak terjelaskan," imbuhnya.

Perempuan yang telah mendapatkan jutaan rupiah dari IDN Times Community ini merasa senang bisa bergabung di platform menulis ini. Ia bisa mendapatkan lebih banyak peluang, koneksi dengan sesama Community Writer, serta mengasah kemampuan menulisnya secara lebih intensif.

Intan mengatakan bahwa perjalanannya sebagai Community Writer di IDN Times memang tak selamanya indah. Ia pun berpesan kepada teman-teman seperjuangannya untuk tidak patah semangat. 

"Mungkin ada pending-pendingnya, mungkin ada reject-rejectnya, mungkin ada revisi-revisinya, tapi percayalah ketika published itu rasanya sangat menggembirakan.

Gak apa kadang bosan nunggu pendingan, gak apa kadang kecewa artikelnya gak published, proses emang terkadang naik turun. Tapi semangat, fokus, dan konsistensi itulah yang pada akhirnya bisa membawa kamu ke tujuan yang ingin kamu capai." pungkas Intan. 

Baca Juga: 5 Kesalahan Penulis Pemula IDN Times Community yang Sering Dilakukan

IDN Times Community Photo Verified Writer IDN Times Community

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira
  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya