Comscore Tracker

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi Positif

#MillennialofTheMonth Putri Aisya Pahlawani

Setiap bulan IDN Times Community akan memilih satu sosok penulis yang dinilai paling inspiratif bagi generasi millennial dan generasi z. Ia adalah sosok yang kami nilai mampu memberikan dampak positif melalui apa yang ditulisnya.

Di bulan Oktober ini, kami memilih Putri Aisya Pahlawani yang merupakan penulis alias Community Writer IDN Times dari kota Surabaya sebagai sosok Millennial of The Month. Bersama kami, ia membagikan bagaimana pertama kali jatuh cinta pada dunia tulis menulis dan bertemu dengan IDN Times Community.

Ceritanya sangat inspiratif dan membangun terutama bagi yang awalnya tidak pernah bersentuhan dengan dunia menulis bahkan saat menempuh pendidikan. Jika penasaran, coba simak petikan obrolannya di bawah ini ya!

1. Awal mula nyemplung di dunia menulis

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi PositifIDN TIMES/Putri Aisya Pahlawani

Kepada kami, Putri yang saat ini genap berusia 21 tahun ini bercerita bahwa awal mula nyemplung ke dunia menulis karena tidak sengaja. Ia mengaku dahulunya hanya suka menulis dari buka harian alias diary.

"Salah satu kebiasaan saya, adalah saya selalu menyempatkan diri untuk menulis buku harian atau diary di setiap malamnya sebelum tidur. Kebiasaan itu telah berjalan cukup lama, sejak saya duduk di bangku sekolah dasar."

Dari menulis diary, gadis lulusan Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya ini mengaku mulai belajar bagaimana merangkai kata. Ia menulis diary terus menerus hingga memiliki lebih dari 8 buku harian. Menurutnya menulis diary-lah yang membuat kemampuan menulisnya jadi terasah. Salut banget!

2. Dari menulis diary, kini jadi penulis di media online

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi PositifIDN TIMES/Putri Aisya Pahlawani

Putri pun mengungkapkan dari menulis diary, ia pun jadi tertantang mengembangkan kemampuan tulis menulisnya dan mulai suka mencari bahan-bahan bacaan di internet. Melalui laman pencarian Google, ia mulai sering membaca artikel dengan topik yang menjadi kesukaannya dan bertemulah dengan platform menulis IDN Times Community.

"Setiap saya mencari informasi tentang kehidupan, asmara, atau makanan, selalu ada artikel dari website IDN Times yang muncul sebagai pencarian teratas. Alhasil saya penasaran dan mencoba mengulik web IDN Times. Beberapa kali membaca artikelnya, saya jatuh cinta dengan gaya bahasanya yang kekinian dan anak muda banget."

"Kemudian saya tahu jika IDN Times menyediakan wadah bagi pembaca yang ingin juga berkontribusi untuk menulis artikel. Kebetulan saya sangat senang untuk membuat artikel, namun tidak tahu kemana harus menyerahkan ide ini untuk dapat dibaca banyak orang. Tanpa banyak berpikir, saya langsung mendaftar untuk menjadi bagian dalam komunitas IDN Times."

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi PositifIDN TIMES/Putri Aisya Pahlawani

Putri ingat betul bahwa pertama kalinya ia menulis untuk media online bernama IDN Times ini adalah di bulan Februari tahun 2017. Artikel pertama yang berhasil dibuatnya dan diterbitkan di IDN Times Community adalah yang berjudul Sex Education, Hanya Omong Kosong?.

"Pembahasan mengenai isu pendidikan seksual atau sex ed adalah pembahasan yang cukup tabu, sensitif, dan mendapat pro kontra dari berbagai pihak. Entah mengapa saya cukup berani untuk menjadikan ide itu sebagai artikel pertama di IDN Times. Padahal ada banyak artikel yang bisa dibuat dengan pembahasan yang lebih ringan seperti rekomendasi lagu, makanan atau tentang cinta-cintaan.

"Keinginan besar saya untuk menyuarakan isi hati serta pikiran saya mengenai pendidikan seksual ini, membuat saya menepikan segala ketakutan yang ada atas reaksi pembaca kelak. Beruntungnya, artikel yang saya buat tersebut langsung diterbitkan dan mendapat respon positif dari pembaca."

"Hal ini membuat saya semakin semangat membuat segera menuangkan imajinasi atau pikiran-pikiran random saya. Saya jadi merasa tidak ragu dan tidak takut lagi untuk menuangkan imajinasi atau ide yang saya miliki. Alhasil hingga saat ini, saya sudah berhasil menerbitkan lebih dari 150 artikel di IDN Times."

Baca Juga: Keterbatasan Seolah Tak Ada Arti Jika Hasrat Menulis Terlampau Tinggi

3. Menulis bisa mendatangkan banyak keuntungan untuk diri juga orang lain

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi PositifIDN TIMES/Putri Aisya Pahlawani

Menurut Putri, menulis bisa mendatangkan banyak keuntungan. Bagi dirinya, menulis di IDN Times Community misalnya bisa membuat ia menambah pundi-pundi untuk sekadar jajan atau tambahan untuk investasi.

"Saya sudah melakukan 8 kali redeem poin. Total rupiah yang sudah saya dapatkan dari IDN Times yaitu Rp3.300.000 rupiah. Setiap kali redeem, saya menukarkan kurang lebih Rp250.000 hingga Rp500.000 rupiah. Meskipun tidak benar-benar mampu menutupi seluruh kebutuhan saya, akan tetapi uang tersebut mampu menambah ‘pundi-pundi’ yang saya miliki. Sekadar sebagai tambahan uang jajan atau tambahan uang untuk investasi, bagi saya sudah sangat membantu. Saya mulai belajar untuk menginvestasikan uang saya dengan membeli emas, yang mungkin bisa berguna di masa yang akan datang."

Namun alih-alih hanya menguntungkan diri, Putri mengungkapkan bahwa menulis juga sedikit banyak membuatnya bisa berbagi keuntungan kepada orang lain. Ia berujar bahwa menulis membuatnya merasa bisa memberikan energi positif serta kebaikan bagi orang lain.

"Dengan menulis, kita juga telah membiarkan diri kita diselimuti oleh energi positif karena telah melakukan sebuah kebaikan yaitu berbagai pertolongan dalam bentuk teks berupa saran ataupun ide. Intinya, menulis membuatmu mampu memperbaiki diri, menghindarkan dari stres, sehingga menjadikanmu pribadi yang positif dan siap mengubah dunia menjadi positif seperti dirimu. Asalkan kamu tidak menuliskan berita hoax, menyebar terror yang mampu memunculkan energi yang negatif."

4. Pesan Putri bagi kamu!

Menulislah Karena Ini Cara Termudah Berbagi Energi PositifIDN TIMES/Putri Aisya Pahlawani

Menulis tidak hanya menjadi sarana menyebarkan ilmu, ataupun solusi atas sebuah masalah kepada orang lain sebagai pembaca. Namun, menulis juga bermanfaat bagi diri sendiri, sebagai penulisnya. Salah satunya untuk mengatasi stres.

Di mana ini merupakan kondisi yang mungkin dapat menghambat seseorang untuk berkembang menjadi versinya yang lebih baik. Dengan menulis, kita membiarkan berbagai pemikiran yang berbelit serta energi negatif dalam pikiran, untuk tumpah ke dalam sebuah wadah kosong. Menjadikan kepala lebih ringan untuk tegap menatap ke depan. Membuat semua permasalahan terlihat lebih jelas untuk bisa diselesaikan.

Menurut Putri, menulis juga membuat kita jujur atas apa yang kita pikirkan dan rasakan, tanpa harus terbebani dengan berbagai tanggapan serta respon orang lain.

"Jangan takut jika yang kamu tulis terlalu sepele, hingga terkesan tak berguna. Percayalah, akan selalu ada penikmat atau mereka yang tertolong dan terhibur karena tulisanmu. Tulisan memiliki kekuatan yang besar. Tulisan yang baik, akan menimbulkan dampak yang baik bagi pembaca. Janganlah kamu salah gunakan kekuatan tersebut, untuk menyebarkan kebencian atau kebohongan. Percayalah juga, pertanggung jawabannya akan sangat berat kelak."

Baca Juga: Tak Melulu Berorientasi pada Medsos, Millennials Juga Perlu Berkarya!

IDN Times Community Photo Verified Writer IDN Times Community

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria
  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya