Comscore Tracker

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng Editor

Resume Community Talk Vol. 17

Pada bulan Februari 2017 lalu, IDN Times merilis platform menulis bernama IDN Times Community. Meski masih menjalani tahun keduanya, IDN Times Community telah memiliki lebih dari 60.000 member dan menjadi wadah bagi ribuan penulis di seluruh Indonesia.

Nah, pada Community Talk Vol. 17 yang tayang live di Instagram @idntimes dan @idntimes.community pada 28 Juni 2018 lalu kami kedatangan dua Community writer aktif untuk berbagi ceritanya selama menulis di IDN Times Community.

Hadir langsung di kantor IDN Media Surabaya, mereka adalah Ganjar Firmansyah dan Achmad Hidayat Alsair. Keduanya sudah bergabung sebagai penulis aktif IDN Times Community sejak setahun belakangan.

Yuk, kita simak keseruan bincang-bincang mereka bersama IDN Times Community Manager, Ernia Karina, di bawah ini.

1. Kedua penulis ini sudah bergabung di IDN Times Community sejak tahun 2017 lalu

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng EditorIDN Times/Arifina Budi

Ganjar Firmansyah, bisa disapa Ganjar, dan Achmad Hidayat Alsair yang bisa dipanggil Ayat merupakan Community writer yang sudah bergabung sejak tahun 2017 lalu. Sebagai Millennials of the Month--masing-masing pada bulan Maret dan Juni 2018, menjadi bukti bahwa keduanya adalah penulis yang produktif dengan kualitas karya yang baik.

Di awal perbincangan, keduanya mengungkapkan bagaimana mereka pertama kali kenal dengan IDN Times Community.

"Saya awalnya pembaca IDN Times. Saya suka artikel-artikelnya, banyak yang inspiratif. Lalu tahu ada platform menulis IDN Times Community, saya bikin coba bikin akun. Artikel pertama saya waktu itu tentang fashion, lalu coba tulis film," Ganjar memulai ceritanya.

Setelah 5 artikelnya tentang film berhasil terbit, Ganjar pun menjajal kategori lainnya yakni olahraga. Dan sampai sekarang ia aktif menulis artikel-artikel seputar olahraga khususnya sepak bola.

Sementara itu, Ayat mulai mengenal IDN Times Community setelah mendapat informasi dari hasil berselancar di internet. Mulanya, Ayat sudah menulis di platform lainnya. Namun, bak berjumpa jodoh, Ayat merasa platform IDN Times Community paling cocok dengannya.

"Awalnya sempat coba platform lain. Lalu nemu IDN Times Community, saya bikin akun. Saya dulu pertama kali kirim tulisan fiksi. Karena sudah dipublish banyak, saya coba kategori lainnya," kata Ayat.

Kemudian Ayat menulis berita-berita internasional yang sesuai dengan jurusan kuliahnya, yakni Hubungan Internasional di Universitas Hassanuddin Makassar. Tak berhenti di situ, kecintaan Ayat pada sepak bola tanah air pun berbuah artikel-artikel menarik. Hingga kini Ayat aktif menulis tentang liga sepak bola nasional.

2. Pada awalnya, tulisan Ganjar dan Ayat seringkali ditolak editor. Tapi hal itu tidak membuat mereka putus asa

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng EditorIDN Times/Arifina Budi

Meski sudah banyak sekali tulisannya yang berhasil publish di IDN Times, namun perjalanan keduanya ternyata tidak mulus. Ganjar, misalnya, ia mengaku baru berhasil publish pada artikelnya yang ke-4. Sementara, 3 artikel yang pernah dikirimkannya ditolak editor.

"Seneng banget, rasanya itu kayak judul skripsi akhirnya di-acc sama dosen," kata Ganjar sembari tertawa.

Hampir sama seperti Ganjar, Ayat juga sempat mengalami penolakan 2-3 kali oleh editor. Namun, hal itu justru membuatnya lebih bersemangat untuk menulis.

"Kalau artikel kita di-reject itu jangan selalu salahin editornya, bisa jadi tulisan kita memang ada kurangnya gitu. Harus introspeksi," jelas Ayat.

3. Sudah setahun berkarya, tentu ada banyak suka duka yang mereka alami selama menulis di IDN Times Community

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng EditorIDN Times/Indra Zakaria

Ganjar dan Ayat mengaku sejak menulis di IDN Times Community mereka mendapatkan ilmu baru tentang kepenulisan. Tak cuma teknis menulis, mereka juga merasa lebih peka terhadap informasi.

"Kalau saya merasa jadi lebih aware sama informasi karena biasanya nulis sport, kan. Harus update sama informasi terkininya," jelas Ganjar.

Ia juga merasa kemampuan menulisnya semakin terasah. Tak jarang Ganjar mendapat feedback dari editor untuk memperbaiki tulisannya.

Sedangkan bagi Ayat, ia mengaku jadi lebih sering begadang buat nonton bola agar lebih tahu informasi pertandingannya secara real time.

"Harus pintar cari sudut pandang lain juga. Terus karena saya sering nulis news, agak sulit cari sumber terpercayanya. Makanya harus rajin-rajin baca berita," kata Ayat.

4. Ganjar dan Ayat termasuk penulis yang sangat produktif, hampir setiap hari mereka mengirim tulisan

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng EditorIDN Times/Arifina Budi

Meski keduanya punya kesibukan sehari-hari, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menulis. Hampir setiap hari mereka mengirimkan tulisan dan berhasil terbit.

Ganjar awalnya adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan ekspor impor di Garut, Jawa Barat. Tentu saja setiap hari ia harus datang ke kantor dan baru pulang sore atau bahkan malam. Lantas kapan Ganjar meluangkan waktunya untuk menulis?

"Biasanya saya kalau pagi gitu sudah bikin list mau nulis apa aja. Lalu nanti sampai kantor, pagi kan pastinya kerja. Nah, siangnya kalau lagi istirahat saya curi-curi waktu untuk nulis dengan daftar topik yang udah dibuat tadi pagi."

Menariknya, Ganjar punya target tersendiri nih. Ia mengatakan setiap hari harus ada setidaknya satu tulisan yang berhasil publish di IDN Times Community. Target ini tidak pernah diingkarinya. Kapan pun dan sebanyak apa pun Ganjar mengirimkan tulisan, pasti sebagian besar akan dipublish oleh editor.

Sedangkan Ayat, ia mengaku karena saat ini ia di tingkat akhir masa kuliah jadi ada lebih banyak waktu luang. Di waktu inilah ia memanfaatkannya untuk menulis.

"Ya, karena sekarang saya lagi skripsi jadi bisa curi-curi waktu untuk menulis."

Tak cuma menulis artikel news dan sports, Ayat juga masih aktif menulis karya fiksi. Beberapa karyanya sudah dibukukan dalam antologi puisi. Serta banyak juga yang berhasil dimuat di media cetak seperti harian Fajar Makassar, Analisa Medan, Tanjungpinang Pos serta Radar Surabaya.

5. Di akhir bincang-bincang, Ganjar dan Ayat memberi tips buat penulis Community supaya tulisannya dilirik editor

Setahun Berkarya, Community Writer Berbagi Cerita Bareng EditorIDN Times/Arifina Budi

Selama perbincangan, ada banyak sekali pertanyaan dari penonton tentang bagaimana caranya supaya tulisan dilirik editor dan berhasil terbit di IDN Times. Menjelang menit ke-50 sebelum mengakhiri perbincangan, Ganjar dan Ayat membagikan tipsnya.

"Kita harus sering-sering baca berita. Informasi sekarang ini lebih cepat dari nafas manusia, makanya kita juga harus cepat update. Terus jangan cuma nulis peristiwanya, tapi ada drama apa di balik itu. Misalnya terjadinya rasisme pada pemain Swedia di Piala Dunia," kata Ayat.

Sedangkan tips dari Ganjar adalah, kita harus sering mengecek juga apakah topik artikel yang akan ditulis sudah pernah dibahas oleh penulis lain atau belum. Selain itu, judul tentunya jadi faktor penting agar artikel dilirik oleh editor.

"Bikin judul yang menarik biar editor itu langsung 'ngeh' dan informasinya harus up to date. Kalau mau menulis hal yang viral, coba gali dari sudut pandang lain. Idenya harus fresh," jelasnya.

Dan kalau tulisanmu gak kunjung dipublish oleh editor atau seringkali diminta revisi, jangan patah semangat. Ayat dan Ganjar pun punya pesan khusus soal ini.

"Menulis itu gak hanya tentang skill tapi juga sikap. Kalau tulisan gak kunjung dipublish, jangan menyerah," demikian pesan Ganjar.
"Kalau ada revisi atau reject itu jangan kesal sama editornya. Bisa jadi kesalahan ada pada penulisnya, artinya ada sesuatu yang tidak tepat dari tulisan kita. Itu harus jadi bagian dari introspeksi," kata Ayat.

Dan yang terpenting, jangan menulis hoaks serta plagiat dari tulisan lain. Ini sangat haram hukumnya. Seseorang disebut penulis kalau ia bisa menulis menggunakan kata-katanya sendiri. Jangan lupa juga perhatikan ejaan dalam kepenulisan, harus sesuai dengan ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan juga ketentuan atau SOP artikel yang layak publish di IDN Times.

Nah, itu tadi sedikit cerita menarik dari dua penulis aktif IDN Times Community. Semoga kisah mereka bisa mengobarkan semangat menulismu, ya. Terus berkarya, jangan pernah putus asa!

IDN Times Community Photo Verified Writer IDN Times Community

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Berita Terkini Lainnya