Comscore Tracker

Pesan Inspiratif Ibu Untukku: Carilah Jodoh yang Sejati

#AkuPerempuan Aku dan Ibu hanya menyapa via suara

Ada dua hal yang kucintai dalam hidup : Ibu dan Pohon Mangga. Ibu yang realistis dan pohon mangga di samping rumah.

November berlalu seperti cepatnya kereta api berjalan. Aku tak bisa lagi menemani Ibu mempertahankan keharmonisan pohon mangga itu. Kami terpisah oleh jarak. Musim terus berganti, pohon mangga di halaman rumah terus berkembang dan berbuah. Manis hanya dapat dibayangkan.

Tak terasa, umurku juga bertunas dan juga matang, persis seperti yang dilakukan pohon mangga tersebut. Hanya satu yang kusesali. Ku tak bisa lagi menemani Ibu mempertahankan eksistensi pohon mangga bersama-sama. Ibu sedih dengan bahasanya sendiri. Jarak yang membuat rindu semakin mengental.

Aku dan Ibu hanya menyapa via suara, kadang membahas bagaimana pohon mangga tersebut tidak lagi panen seperti biasanya. Karena sudah lebih dahulu digugurkan oleh anak-anak yang menginginkan buah mangga itu prematur.

“Ini semua, demi kebaikan Dinda,” ucap Ibu halus. Aku selalu terbius setiap Ibu berbicara, persis bagaikan kehalusan sutra yang ditenun ulat. Kepekaan tersebutlah yang membuat tutur Ibu bagai sederet pesan yang dibungkus kado pernikahan. Tidak mendayu-dayu, bahkan rapi. Memesona.

1. Motivator terbaik versiku

Pesan Inspiratif Ibu Untukku: Carilah Jodoh yang SejatiDoc. Pribadi

Ibu, adalah motivator terbaik versiku. Ia mengajarkan untuk tidak menelan mentah-mentah apapun yang kita temui di dunia ini, agar tidak kecut seperti buah mangga yang dipetik prematur. Ia selalu mengajarkan untuk mengambil sisi paling benderang dari setiap cerita, dan harus peka pada ritme kehidupan di luar sana.

Dengan segenap rasio dan akal, aku mencintai perempuan yang sudah menggenapkanku 25 tahun lamanya itu. Bukan hanya menjadi genap, aku berkeinginan menjadi amoeba seluruh praktis dan realistis Ibu dalam memandang kehidupan. Ibu, adalah sosok yang kubanggakan dan kagumi.

Ibu, yang selalu saja mampu berpanjang lebar menjelaskan seluruh arti warna-warni kehidupan dan adi eksistensinya. Menunjukkan Bintang mana yang paling tepat untuk menuntunku serta paling lihai. Terutama masalah jodoh, yang pembahasannya tidak akan habis-habis sampai matahari terbenam.

“Kalau bisa, Dinda jangan mencari jodoh seperti Awan yang tampak padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh, carilah yang sejati.”

2. Kuharap Ibu senang atas pencapaianku

Pesan Inspiratif Ibu Untukku: Carilah Jodoh yang SejatiDoc. Pribadi

Ibu boleh senang karena buah cintanya kini terlanjur basah dalam proses pencapaian cita-cita. Barangkali di sana jiwaku bisa dihangatkan, lalu merembet menjadi percikan aroma yang menyegarkan, di mana Ibu dapat menghirupnya bagai menghirup embun segar.

Ibu, dalam berkata-kata selalu dianugerahi kemampuan untuk menjelaskan segalanya dengan tepat, rasional dan masih kelihatan cantik. Sehingga aku tidak memiliki alasan untuk mengeluh memiliki Ibu sepertinya. Sehingga aku dapat menangkap seluruh sari didikannya tanpa sisa. “Wanita harus selalu bermetafora, agar punya karakter,” katanya.

Baca Juga: 20 Foto Menyentuh Ini Bikin Kamu Ingin Memeluk Ibumu

3. Bermetafora

Pesan Inspiratif Ibu Untukku: Carilah Jodoh yang SejatiDoc. Pribadi

Di sini, ku tetap menjadi perempuan yang normal dan wajar, namun lebih sering memaksakan sesuatu dalam bertindak. Lagi-lagi kata Ibu menamparku lembut dalam lamunanku. "Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, tapi layak di beri kesempatan".

Barangkali maksud Ibu, kesempatan untuk membiarkan diri selalu bermetafora sebaik mungkin. Penjabaranku sedikit terbata-bata namun menemukan jalurnya yang pasti. Perempuan seperti apapun jenisnya, mampu membangun apa saja, baik persahabatan belasan tahun maupun kebersamaan seumur hidup.

Baca Juga: 5 Hal yang Dirasakan Seseorang yang Gak Terlalu Dekat dengan Keluarga

Irma Indah Sinarwulan Photo Community Writer Irma Indah Sinarwulan

Beauty person is us

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani
  • Arifina Aswati

Just For You