Comscore Tracker

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa Lalu

Lepaskan masa lalu selayaknya, ia tidak akan jadi masa depan

Masa-masa awal move on adalah waktu terberat bagi kamu yang ingin merangkai harapan baru. Tidak mudah bagi seorang pencinta, untuk segera melupakan. Tidak mudah bagi seseorang yang penuh kesetiaan untuk meninggalkan.

Rindu terus saja hadir, walaupun kamu berusaha melepaskannya. Rasa itu terus saja membayangi setiap langkahmu. Akhirnya kamu kadang berpikir, apakah ini sebuah pertanda, kamu harus kembali ke masa lalu?

Pertanda bahwa dia layak menerima maaf, dan layak dengan kesempatan kedua? Sebelum membuat keputusan, berikut lima hal yang wajib menjadi pertimbanganmu.

1. Masa depan adalah melangkah maju, bukan melangkah mundur

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa Laluilustrasi pria berjalan sendiri (pexels.com/Lukas Hartmann)

Kamu selalu berpikir tentang masa depan. Seseorang yang telah memberikan luka yang begitu dalam, apakah layak menjadi masa depanmu?

Masa depan adalah saat kamu mulai mengambil langkah ke depan. Tetap berada di tempat yang sama atau mundur ke belakang, bukan masa depan. Namun, kamu mengulang kepahitan yang sama. Tempatkan masa lalu di tempatnya, buka lembaran baru, untuk hari baru yang lebih indah.

2. Rindu adalah proses awal dari melepaskan

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa LaluIlustrasi pria sedang berpikir. (pexels.com/cottonbro)

Dia telah bersamamu begitu lama. Banyak hal indah yang sudah kalian lalui bersama. Rindu adalah perasaan yang wajar, jika ia kembali hadir dalam prosesmu melepaskan.

Rindu yang hadir kini, tidak berarti kamu masih ingin bersamanya. Perasaan ini hanya hadir karena kamu sedang melangkah menjauh darinya. Perasaan ini wajar dan tidak layak jadi alasan, bahwa kamu harus kembali pada masa lalu.

3. Rindu adalah penyesuaian berubahnya kebiasaan

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa LaluIlustrasi wanita termenung. (pexels.com/Liza Summer)

Banyak hal yang berubah dalam prosesmu melepaskan. Berubahnya kebiasaan-kebiasaan ini, terkhusus pada hal-hal yang membawa bahagia, jelas akan mengundang rindu.

Rindu yang kembali hadir, sekali lagi bukan alasan untuk kembali. Namun, hanya awal dirimu membiasakan diri bersama dengan kebiasaan-kebiasaan baru tanpa bersamanya.

Baca Juga: Bikin Rindu, 5 Lagu Cinta Dewa 19 yang Tak Lekang oleh Waktu

4. Fokus pada pengalaman pahit

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa LaluIlustrasi seorang pria sedang melamun. (pexels.com/cottonbro)

Jika rindu kembali hadir dan terus mengganggumu, saatnya lawan ia dengan kenangan pahit. Lawan ia dengan semua duka yang sudah berhasil kamu lalui.

Saatnya kamu menempatkan pikiran rasionalmu, bahwa rindu yang kini hadir, tidak boleh lagi menguasaimu. Fokus pada masa depan dengan harapan baru. Bahwa kamu layak dengan kebahagiaan lain tanpa harus mundur ke masa lalu.

5. Masa lalu adalah sebuah kenangan, bukan harapan

5 Alasan Rindu Tak Berarti Kamu Harus Kembali pada Masa LaluIlustrasi pria sedang berpikir. (pexels.com/Arina Krasnikova)

Defenisi masa lalu selalu berarti momen yang sudah terlewati. Masa yang telah berwujud kenangan. Masa yang bukan lagi hari ini, apalagi hari esok.

Jika kamu telah memutuskan untuk menjadikannya masa lalu, tetaplah bersama harapan itu. Bahwa hari esok akan selalu jauh lebih indah, karena kamu telah melakukan yang terbaik dalam prosesmu sampai hari ini.

Biarkan rindu itu terbiasa tanpamu, lepaskan ia bersama seluruh kenangan indah, yang tak akan pernah jadi milikmu hari ini, dan untuk hari esok. Tidak ada alasan untuk kembali ke masa lalu, karena ia tidak akan pernah jadi harapan. Ia tetaplah sebuah kenangan, yang kini hanya sebatas cerita.

Baca Juga: 6 Alasan Rasa Rindu Bukan untuk Dipendam, Ungkapkan, dong!

Ari Lestari Photo Verified Writer Ari Lestari

Terbang bebas mengangkasa. Korespondensi bisa via sangperindu266@gmail.com :)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • erwanto

Berita Terkini Lainnya