Comscore Tracker

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamu

Yuk, belajar lebih berempati lagi

Curhat bisa menjadi momen berkualitas yang dapat mempererat hubungan persahabatan. Nah, ketika itu banyak orang yang memilih untuk memberikan kata-kata positif sebagai respon pertama mereka saat mendengar curhatan sahabat. Namun, ada kalanya kata-kata penyemangat justru terasa menyengat bagi orang-orang yang tengah bermasalah, bahkan bisa menjadi pemicu gangguan psikis. Hal itulah yang disebut sebagai toxic positivity.

Toxic positivity menjadi fenomena perilaku masyarakat sekarang yang tidak mampu berempati pada orang lain. Masyarakat kini memiliki kebiasaan membandingkan masalah yang dialami orang lain dengan diri sendiri dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja tanpa memahami keadaan yang sebenarnya.

Memaksa seseorang untuk bersikap positif di saat kondisi mentalnya sedang kurang stabil, hanya akan membuat mereka merasa frustrasi dan merasa tidak aman untuk mengekspresikan perasaan negatif, hingga membahayakan keadaan mental mereka.

Kamu gak mau kan sampai sahabatmu malah menjadi semakin tertekan? Maka ada baiknya kamu melakukan 6 hal ini guna menghindari terjadinya toxic positivity saat sahabatmu curhat.

1. Biarkan ia meluapkan emosi

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/StockSnap

Saat sahabatmu curhat, itu artinya ia ingin mengeluarkan semua unek-unek dan emosi yang terpendam dalam dirinya. Emosi negatif yang terus-terusan ditekan dan ditumpuk dapat memicu stres dan sakit psikis serta fisik alias psikosomatis. Jadi, biarkan saja dulu sahabatmu meluapkan segala emosinya, baik itu marah, sedih, kesal, bahagia atau takut sampai ia merasa lega dan tenang.

Saat temanmu menangis di sela-sela curhat, jangan berusaha menghentikan tangisannya. Biarkan ia melepaskan semua emosi yang ada. Jangan sampai kamu malah langsung menuntaskan curhatannya dengan memberi kata-kata positif. Alih-alih menghiburnya, justru kamu malah membuat sahabatmu merasa semakin buruk.

2. Diam dan dengarkan dengan saksama

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/StockSnap

Biarkan sahabatmu bercerita dan mengeluarkan semua hal yang ia rasakan sampai ia mampu meluapkan segala emosi yang membuat dirinya menjadi sedih dan galau. Kamu hanya perlu mendengarkan dengan saksama dan mencoba memahami masalah yang sedang ia hadapi.

Jangan sampai kamu memotong pembicaraannya dan malah membuat suasana hatinya memburuk. Terkadang hanya dengan menjadi pendengar yang baik bisa membuat sahabatmu merasa dihargai dan menjadi jauh lebih baik.

Baca Juga: [OPINI] 'Toxic Positivity' Sebagai Racun Penderita Depresi 

3. Berhenti Merasa Bahwa Kamu Sepenuhnya Mengerti Perasaannya

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/Pezibear

Jangan mencoba melihat hanya dari sudut pandang dirimu, apalagi jika kamu beranggapan bahwa permasalahan sahabatmu tidak serumit yang ia pikirkan. Kamu hanya mendengarkan, bukan mengalami atau merasakannya sendiri. Dan belum tentu kamu mengetahui keseluruhan cerita.

Setiap orang berbeda dalam menghadapi dan memandang suatu masalah, Rasa sakit seseorang itu tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Jangan menghakimi apa yang sahabatmu ceritakan, itu hanya akan membuatnya tidak nyaman.

4. Berikan respon yang tepat pada setiap pernyataannya

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/StockSnap

Sebuah anggukan disela-sela pembicaraan, atau menyentuh bahu ketika sahabatmu merasa sedih dapat menjadi respon baik yang dapat kamu lakukan.

Jangan merespon dengan cara berlebihan atau sekadar menghiburnya dengan kata-kata positif yang akhirnya membuat sahabatmu memaksakan menerima keadaan baik-baiknya, meski sebenarnya tidak.

5. Menyatakan kata-kata validasi, bukan sekadar nasihat atau kalimat positif

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/sweetlouise

Meski memberi ucapan positif ataupun motivasi menjadi hal yang seringkali dilakukan ketika mendengar curhatan seseorang, namun kamu sebaiknya menggantinya dengan kata-kata validasi daripada kata-kata yang menjurus kepada toxic positivity.

Validasi adalah perbuatan memberi tahu seseorang bahwa apa yang ia alami dan rasakan itu nyata adanya dan dapat dipahami. Atau bisa dikatakan bahwa kamu paham kenapa ia bisa merasakan atau mengalami hal tersebut. Hal tersebut bisa membuat sahabatmu merasa lebih dipahami dan membantunya untuk lebih menerima perasaan yang sedang ia rasakan.

Saat keadaan menjadi sulit, hal mana yang ingin kamu dengar? “Aku tahu ini sulit bagimu. Kamu sudah melalui banyak hal sulit sebelumnya dan aku percaya kali ini kamu mampu melewatinya juga” atau “Sudah, berpikir positif saja. Semua baik-baik saja.” Tentu lebih menenangkan mendengar kalimat pertama bukan?

6. Berikan solusi pada saat yang tepat

Stop Toxic Positivity, Lakukan 6 Hal ini Saat Sahabat Curhat Padamupixabay/Free-Photos

Berikan solusi saat sahabatmu memintanya, atau setidaknya setelah ia selesai bercerita. Kamu harus memahami kunci permasalahannya terlebih dahulu agar kamu mampu memberikan solusi terbaik, jangan memberikan terlalu awal.

Jika kamu tidak mampu memberikan solusi, cukup menjadi pendengar yang baik. Terkadang sahabatmu hanya ingin didengarkan atau membutuhkan sudut pandang dari orang lain. Jangan memaksakan diri dan malah mengatakan hal yang tidak perlu hingga membuat sahabatmu merasa kamu tidak benar-benar peduli dengan dirinya.

Yang harus kamu pahami adalah tidak mengapa menjadi tidak baik-baik saja dan sampaikan hal tersebut kepada sahabatmu agar ia mampu menerima segala emosi yang ia rasakan.

Manusia tidak dapat diprogram untuk hanya merasakan rasa bahagia saja. Kamu mungkin tidak bisa membantu sahabatmu secara utuh, tapi pastikan kamu selalu berada di sampingnya hingga akhir. Jadi, sekarang kamu siap menjadi teman curhat yang lebih baik?

Baca Juga: Gak Bisa Kontrol Emosi, 5 Zodiak Ini Sering Curhat di Medsos

Ocha Rozalina Photo Writer Ocha Rozalina

"Lebih mudah menulis tentang jatuh cinta ketimbang mengalaminya sendiri."- Christian Simamora, Burn Baby Burn

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya