Comscore Tracker

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!

Mending dikurangin, deh, dari sekarang

"Kamu masih mending, lha, aku?" Pernah dengar obrolan seperti ini? Apa malah kamu yang seperti itu, nih? Dari perkataan tersebut, muncul istilah baru yakni 'kaum mendang-mending'. Hal ini kerap dilakukan oleh seseorang yang membandingkan dirinya dengan nasib orang lain. 

Wajar, sih, membandingkan diri dengan orang lain. Namun jika diteruskan akan bikin orang sekitar risih, lho. Alangkah baiknya kamu setop menjadi 'kaum mendang-mending', deh. Begini tipsnya untukmu!

1. Kurangi iri, fokus pada bahagiamu saat ini

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!ilustrasi orang jalan-jalan (unsplash.com/belart84)

Ketika kamu melihat unggahan di media sosial temanmu, mereka semua sedang berlibur, bersenang-senang, atau membeli barang terbaru. Jangan anggap ini sebagai pamer, ya. Jika kamu selalu menganggap seperti itu, ingat, rumput tetangga memang selalu lebih hijau. 

Daripada kamu sibuk mengurusi kebahagiaan orang lain dan jadi terpuruk, lebih baik fokus pada bahagiamu saja. Jika kamu bisa memakna bahagia dengan caramu sendiri, maka kamu juga akan nampak lebih bahagia di mata orang lain. Rumput kamu bahkan bisa lebih hijau ketimbang orang lain pula.

2. Bersyukur untuk hal yang dimiliki, bukan mengeluh

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!ilustrasi orang bersyukur (unsplash.com/lucaslenzi)

Kamu insecure ketika melihat teman membeli gadget terbaru? Atau, melihat keberhasilan temanmu keterima kerja di big company? Wajar, kok. Tapi coba balik lagi, deh. Kamu juga punya sesuatu hal di kehidupan yang gak kalah hebatnya dari teman kamu, kok. 

Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki saat ini. Sebab, banyak orang di luar sana yang juga ingin berada di posisimu, kok. Syukuri berkah hari ini, berikan yang terbaik untuk setiap harinya daripada harus meratapi nasib hingga putus asa.

3. Pastikan bahwa kamu paham bahwa definisi bahagia setiap orang itu berbeda-beda

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!ilustrasi orang bahagia (unsplash.com/Helena Lopes)

Bisa jadi, bagi kamu bahagia adalah bisa membeli gadget versi terbaru. Namun, bagi teman kamu arti bahagia adalah bisa berkumpul bersama keluarga walau itu hanya sehari saja. Nah, pastikan kamu paham bahwa definisi setiap orang itu berbeda-beda. 

Jangan anggap remeh hal tersebut, sebab kamu sama saja seperti tidak menghormati kebahagiaan orang lain. Biarlah orang itu bahagia dengan caranya, begitu pun juga kamu, ya.

Baca Juga: Kenali 5 Pemicu Ini agar Tidak Mudah Membandingkan Diri

4. Buat standar hidupmu sendiri dan berbahagialah

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!ilustrasi kedua orang sibuk sendiri (unsplash.com/Tim Gouw)

Jika ingin bahagia, buat standar hidupmu sendiri dan berbahagialah dengan hal tersebut. Kalau kamu terus-terusan membandingkan dirimu dengan standar masyarakat yang bagimu gak masuk akal, kapan bahagianya, nih?

Membanding-bandingkan adalah cikal bakal dari perasaan gak bahagia. Sangat tidak apa-apa jika kamu berbeda dari orang lain, toh, ini adalah hidupmu, kan? Bukan hidup orang lain. 

5. Setiap individu berlari di jalur masing-masing, musuh terbesar adalah diri kita di masa lalu

5 Tips Berhenti Jadi Kaum Mendang-mending, Bersyukur, yuk!ilustrasi orang bersiap lari (unsplash.com/Braden Collum)

Kehidupan itu ibarat lomba lari, semua individu punya jalur masing-masing. Namun jika kita gak bijak, ya, jadilah 'kaum mendang-mending' melulu, nih. Kita akan terus membandingkan kehidupan dengan orang lain. Padahal jika dilihat lebih jeli, 'musuh' terkuat setiap manusia adalah diri kita sendiri di masa lalu. 

Membandingkan diri dengan orang lain gak akan ada habisnya. Lebih baik kita lihat perbandingan diri sendiri di masa lalu dengan masa kini. Jika lebih baik, maka bagus. Namun jika lebih ke arah negatif, kamu perlu evaluasi diri. 

Sesekali menjadi 'kaum mendang-mending' sebenarnya tak apa, namun arahnya harus positif, ya. Jangan membandingkan dengan maksud intimidatif atau flexing. Ada baiknya kamu fokus pada dirimu sendiri untuk menjadi lebih baik.

Baca Juga: 5 Alasan Suka Membandingkan Diri Adalah Penghancur Kebahagiaan

Khariton Tjahjadi Photo Verified Writer Khariton Tjahjadi

Menulis sebagai caraku mengingatkan diri sendiri tentang apa yang telah, sedang, dan akan dilalui, baik itu keinginan maupun keharusan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya