Comscore Tracker

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'

#IDNTimesLife Sekarang sukses menjadi CEO Creativepreneur

Kamu tentu pernah mendengar nama Putri Tanjung bukan? Perempuan berusia 24 tahun ini merupakan CEO dan Founder Creativepreneur serta putri pebisnis Chairil Tanjung. Namanya semakin melambung saat diangkat jadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo di tahun 2019.

Menghadiri acara "START Women in Tech 2020 Tokopedia Academy" pada Sabtu (28/11/20), Putri Tanjung menceritakan kiprahnya dalam dunia bisnis. Ternyata, ia kerap merasa terbebani dan gak percaya diri karena nama besar sang ayah. Berikut kisahnya!

1. Sering mendapat stigma 'pengaruh Bapak', Putri menghabiskan masa remajanya untuk membuktikan dirinya sendiri

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'instagram.com/putri_tanjung

Sebagai anak dari pebisnis ternama, Putri sering mendapat stigma bahwa hidupnya mudah dan gampang. Padahal, ia sering tak percaya diri. Ia tertekan dengan stigma orang, hingga tergerak untuk membuka usaha saat masih berusia 15 tahun demi membuktikan kemampuan dirinya sendiri.

"I've spent my teenage years just to prove myself dan itu capek," cerita Putri.

Meskipun begitu, Putri terus berusaha melakukan pembuktian. Pada akhirnya, seiring dirinya berproses dalam bisnis, ia mulai bisa melihat tujuan asli bisnisnya.

"Jadi sekarang, aku bertujuan untuk menginspirasi anak muda untuk berkarya lebih banyak. Itu yang bikin kuat," lanjutnya.

2. Memulai bisnis saat berusia 17 tahun, ia banyak diragukan orang-orang. Namun, hal tersebut justru memicunya untuk lebih semangat

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'instagram.com/putri_tanjung

Mulanya, Putri memulai bisnis kecil-kecilan saat berusia 15 tahun berbentuk event organizer. Lalu dua tahun kemudian, saat berusia 17 tahun, ia pun mantap untuk membuat creativepreneurship. Sayangnya, usahanya ini sempat diragukan dan membuatnya terluka.

"Aku inget waktu 17 tahun, aku bikin acara pertama creativepreneurship. Di situ ada yang bilang 'Putri kamu ngapain capek-capek presentasi. Kamu minta uang aja ke bapak," cerita Putri.

Momen itu betul-betul menamparnya dan membuatnya terluka. Namun, ia berusaha menjadikan semua keraguan tersebut sebagai bahan bakar untuknya bekerja lebih baik lagi.

3. Kini jadi seorang pemimpin, Putri ingin timnya memiliki sense of ownership

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'youtube.com/Inside Tokopedia

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Putri Tanjung akhirnya bisa menjadi seorang pemimpin saat masih berusia muda. Sebagai seorang pemimpin, ia berupaya agar timnya memiliki sense of ownership terhadap pekerjaannya.

"Aku pengin tim aku punya sense of ownership akan apa yang mereka lakukan. Jadi mereka gak hanya kerja, tapi mereka bisa merasa memiliki, so they go beyond," ungkap perempuan kelahiran tahun 1996 ini.

Untuk mewujudkannya, Putri selalu berusaha membuat suasana kantor senyaman mungkin untuk timnya. Ia pun berusaha membuat masing-masing dari timnya yakin bahwa mereka memang sosok yang dibutuhkan perusahaan.

Baca Juga: 9 Potret Akrab Putri Tanjung Bersama sang Ayah, Chairul Tanjung

4. Ia pun berusaha untuk selalu menjadi pemimpin yang adaptif dan cekatan

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'instagram.com/putri_tanjung

Sebagai pemimpin muda, Putri merasa dirinya masih perlu banyak belajar dan harus selalu beradaptasi. Apalagi ia terus bertemu dengan berbagai orang dari berbagai usia dan kalangan. Hal ini yang membuatnya selalu menerapkan karakter adaptif dan cekatan dalam kultur bisnisnya.

"Kita harus punya jiwa adaptif dan agile (cekatan_red) sehingga ketika terjadi perubahan, kita bisa melihat peluang di dalamnya. Apa yang harus dilakukan untuk mengikuti tren ini?" terangnya.

5. "Tetaplah berkarya dan berikan positive impact. Nanti orang-orang juga bisa melihat prestasimu," pesan Putri

Cerita Putri Tanjung, Kerap Diragukan & Gak Pede karena Stigma 'Bapak'youtube.com/Inside Tokopedia

Hingga saat ini, Putri mengaku masih sering diragukan dan mendapat stigma karena pengaruh sang ayah. Namun kali ini, ia bisa lebih bijak untuk menyikapinya.

Putri memilih fokus berkarya dan memberi kontribusi positif pada masyarakat untuk memenuhi tujuan usahanya. Ia pun berharap, mereka yang tak percaya diri dan diragukan, agar fokus pada dorongan awal serta bisa memulai apa yang dilakukan.  

"Saat gagal, saat diragukan, kembali lagi kepada apa doronganmu sampai berada sejauh ini. Jadi, tetaplah berkarya dan berikan positive impact! Nanti, orang-orang juga bisa melihat prestasimu," tutup Putri.

Baca Juga: Penuh Wibawa, Ini 9 Potret Putri Tanjung Saat Menjadi Pembicara

Topic:

  • Klara Livia
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya