Comscore Tracker

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedah

Awalnya pemalu, kini sukses jadi kreator

KPop kerap dianggap sebelah mata dan tak punya dampak positif bagi beberapa orang. Namun di tengah semakin menjamurnya budaya Korea di Indonesia, semakin banyak orang yang berhasil mengubah rasa cinta pada KPop menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Salah satunya adalah Jenifer Wirawan atau akrab dipanggil JW. Ia dikenal sebagai salah satu kreator konten KPop Indonesia yang berfokus di bidang tarik suara. Lewat KPop, ia bisa menghasilkan banyak karya, pun bisa lebih percaya diri.

Dalam wawancara khusus dengan tim IDN Times, JW menceritakan kiprahnya sebagai KPopers yang bermula sebagai penyalur hobi, hingga kini dikenal sebagai salah satu kreator konten KPop Indonesia. Berikut kisahnya!

1. Awalnya gak suka KPop dan banyak bergelut di musik klasik

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

Kini dikenal sebagai KPop cover singer,  JW memang sudah banyak bergelut dalam dunia musik dan tarik suara sejak kecil. Ia mengikuti kursus menyanyi opera sejak 8 tahun dan piano klasik sejak 4 tahun.

Siapa yang menyangka bahwa awalnya, perempuan berusia 23 tahun ini, gak suka KPop? Mulanya, ia menganggap idol KPop sebelah mata dan lebih tertarik dengan idol Jepang. Hingga suatu hari, ia tak sengaja melihat video musik 'Super Junior' dan langsung dibuat jatuh cinta.

"Eh, tahun 2010 kena karma. Gak sengaja lihat di TV, ada Suju yang MV 'No Other', malah jatuh cinta. Ya sudah, terjerumus jadi KPopers jalur karma," terangnya.

2. Semakin tertarik dengan KPop, JW kemudian terlibat dalam komunitas KPop dan iseng membuat YouTube untuk menyalurkan kesenangan

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, JW bergelut dalam musik sejak masih belia. Ketika mulai jatuh cinta dengan KPop, ia pun tertarik menyalurkan hobi bernyanyinya lewat cover lagu KPop. Alhasil di tahun 2013, JW memberanikan diri membuat akun YouTube.

"Kenapa bikin YouTube? Karena iseng aja dan buat have fun, ingin menyalurkan hobi. Aku dulu pemalu, jadi gak berani untuk nunjukin muka di depan umum. Makanya, YouTube-ku juga benar-benar cuma suara doang, gak ada muka," ungkap lulusan Universitas Multimedia Nusantara ini.

Perempuan yang sering dijuluki 'mochi' ini pun, juga semakin aktif terlibat dalam komunitas KPop. Lewat komunitas KPop inilah, pelan-pelan rasa percaya dirinya mulai bangkit. Ia pun juga sempat terlibat dalam komunitas menyanyi kolaborasi.

3. Rasa tak percaya diri sempat membuatnya enggan melanjutkan YouTube. Siapa sangka 'Jungkook BTS' membuatnya kembali semangat?

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

Seiring berjalannya waktu, JW sempat ingin menyerah karena merasa hobi yang ia lakukan ini seakan tak bermanfaat. Apalagi, saat itu ia masih SMA dan akan segera menempuh bangku kuliah. Namun sosok 'Jungkook BTS' membuatnya kembali bersemangat.

"Waktu itu lihat Jungkook BTS pas baru debut dan merasa benar-benar kagum. Dia seumuran aku, tapi bisa sehebat itu. Akhirnya tergerak untuk nyanyi lagi," ungkapnya.

BTS adalah turning point bagi JW. Setelah mendapatkan kembali semangatnya, ia tergerak untuk melakukan cover lagu dari boy group naungan Big Hit tersebut dengan versi lebih lembut (ballad).

Tahun 2015, salah satu lagu cover-nya yakni 'I Need U' BTS, berhasil meraih seribu views pertama dalam waktu seminggu. Memang, jumlah ini masih masih sedikit. Namun baginya, hal tersebut merupakan pencapaian berharga yang membuatnya bersemangat.

Baca Juga: Selain Bikin Konten, Geraldy Tan Lakukan Kegiatan Ini Selama Di Rumah

4. Berkat dukungan komunitas KPop, ia berhasil menjuarai lomba menyanyi lagu Korea dari KBS World Radio selama dua tahun berturut-turut

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

Tahun 2017, JW diajak komunitas KPop-nya mengikuti lomba menyanyi lagu Korea dari KBS World Radio Indonesia (radio resmi Korea Selatan yang disiarkan dalam bahasa Indonesia). Meski tak percaya diri, tanpa diduga, dirinya justru berhasil menyabet gelar juara. Kemenangan ini membuatnya berhasil terbang ke Korea Selatan pertama kalinya. 

"Waktu itu, aku masih malu, gak percaya diri. Lagian subscriber YouTube juga gak banyak. Tapi, komunitas dukung banget. Jadi ya sudah, gak ada salahnya coba ikut. Ternyata malah menang," ceritanya.

Tahun berikutnya, portal radio tersebut kembali mengadakan lomba menyanyi lagu Korea, spesial edisi pemenang. Sebagai pemenang tahun sebelumnya, JW kembali mengikuti lomba tersebut dan lagi-lagi menyandang gelar juara. 

"Jadi, dua tahun berturut-turut aku ke Korea Selatan karena menang lomba itu," ujarnya dengan sumringah.

5. Pencapaian yang paling berkesan baginya adalah saat cover YouTube-nya diperhatikan oleh NCT127, boy group naungan SM Entertainment

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

Perlahan-lahan, namanya pun semakin dikenal sebagai salah satu content creator dan KPop cover singer. Ia terlibat dalam pembuatan KPop rewind 2018 Net.Z dan banyak melakukan kolaborasi dengan kreator KPop lainnya.

Sebut saja nama seperti Reza Darmawangsa dan Geraldy Tan yang pernah berkolaborasi dengannya. Kini, subscriber YouTube-nya pun menyentuh angka 144 ribu.

Lebih keren lagi, salah satu YouTube cover-nya, yakni 'No Longer' dari NCT127, berhasil di-notice oleh boy grup naungan SM Entertainment ini. Baginya, hal ini menjadi pencapaiannya yang paling berkesan.

"Yang bikin berkesan tuh, Mark (salah satu personil NCT127) bisa mengatakan ‘I can tell how much like she likes to sing’ itu bikin aku benar-benar tersentuh banget," paparnya.

6. "Banyak yang suka merasa KPopers itu alay, halu, gak ada dampak positif. Tapi bagiku sendiri, KPop bisa bikin berkarya," ujarnya.

KPopers Jadi Kreator, Jenifer Wirawan Tebas Stigma KPop Tak Berfaedahinstagram.com/jw2213

JW sadar bahwa banyak orang yang masih menganggap KPop sebelah mata. Namun baginya, KPop membawa banyak sekali manfaatnya. Ia bisa tergerak untuk lebih percaya diri, memperbanyak koneksi, dan pastinya menyalurkan kesenangan secara positif.

"Banyak yang suka merasa Kpopers itu alay, halu, gak ada dampak positif. Tapi bagiku sendiri, KPop bisa bikin berkarya," ujar JW.

Akhir kata, JW juga mengajak sesama KPopers untuk ikut menyalurkan kecintaannya pada KPop dengan cara yang positif. Entah lewat menyanyi sepertinya, melakukan dance cover, membuat cerita fan fiction, dan banyak lagi.

"Selama kamu melakukan apa yang membuatmu bahagia, that's okay. Tapi, tentu jangan sampai merugikan orang lain dan jangan sampai meninggalkan kewajibanmu," tutupnya.

Baca Juga: KPopers, Ini 5 Perbedaan Fans Toksik dan Suportif, Kamu yang Mana?

Topic:

  • Klara Livia
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya