Comscore Tracker

Surat Al-Muddassir Ayat 1-28 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Sebuah reminder untuk menghindari perbuatan keji dan sombong

Surat Al-Muddassir berisikan 56 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini diturunkan sesudah surat Al-Muzzammil dan memiliki arti "Orang yang Berkemul".

Termasuk dalam juz 29, surat ini berada di urutan ke-74 dalam Al-Qur'an. Lebih lanjut, yuk, simak bacaan surat Al-Muddassir ayat 1–28 lengkap beserta arti, kandungan, dan keutamaannya.

1. Surat Al-Muddassir ayat 1–28 beserta Artinya

Surat Al-Muddassir Ayat 1-28 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi Al-Qur'an (freepik.com/freepik)

Penamaan surat ini merujuk pada kata muddassir yang terdapat pada ayat pertamanya, di mana artinya adalah "Orang yang Berkemul. Inilah bacaan arab surat Al-Muddasir, latin dan artinya.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim

Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Ayat 1

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ

Yā ayyuhal-muddaṡṡir.

Artinya: "Wahai orang yang berkemul (berselimut)!"

Ayat 2

قُمْ فَاَنْذِرْۖ

Qum fa anżir.

Artinya: "bangunlah, lalu berilah peringatan!"

Ayat 3

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ

Wa rabbaka fa kabbir.

Artinya: "dan agungkanlah Tuhanmu."

Ayat 4

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ

Wa ṡiyābaka fa ṭahhir.

Artinya: "dan bersihkanlah pakaianmu."

Ayat 5

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ

War-rujza fahjur.

Artinya: "dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji."

Ayat 6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ

Wa lā tamnun tastakṡir.

Artinya: "dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak."

Ayat 7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ

Wa lirabbika faṣbir.

Artinya: "Dan karena Tuhanmu, bersabarlah."

Ayat 8

فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ

Fa iżā nuqira fin-nāqụr.

Artinya: "Maka apabila sangkakala ditiup,"

Ayat 9

فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ

Fa żālika yauma`iżiy yaumun 'asīr.

Artinya: "maka itulah hari yang serba sulit,"

Ayat 10

عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ

'alal-kāfirīna gairu yasīr.

Artinya: "bagi orang-orang kafir tidak mudah."

Ayat 11

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ

Zarnī wa man khalaqtu waḥīdā.

Artinya: "Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,"

Ayat 12

وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ

Wa ja'altu lahụ mālam mamdụdā.

Artinya: "dan Aku beri kekayaan yang melimpah,"

Ayat 13

وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ

Wa banīna syuhụdā.

Artinya: "dan anak-anak yang selalu bersamanya,"

Ayat 14

وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ

Wa mahhattu lahụ tamhīdā.

Artinya: "dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya."

Ayat 15

ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ

Summa yaṭma'u an azīd.

Artinya: "Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya."

Ayat 16

كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ

Kallā, innahụ kāna li`āyātinā 'anīdā.

Artinya: "Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an)."

Ayat 17

سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ

Sa`ur-hiquhụ ṣa'ụdā.

Artinya: "Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan."

Ayat 18

اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ

Innahụ fakkara wa qaddar.

Artinya: "Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),"

Ayat 19

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ

Fa qutila kaifa qaddar.

Artinya: "maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?"

Ayat 20

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ

Summa qutila kaifa qaddar.

Artinya: "Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?"

Ayat 21

ثُمَّ نَظَرَۙ

Summa naẓar.

Artinya: "Kemudian dia (merenung) memikirkan,"

Ayat 22

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ

Summa 'abasa wa basar.

Artinya: "lalu berwajah masam dan cemberut,"

Ayat 23

ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ

Summa adbara wastakbar.

Artinya: "kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,"

Ayat 24

فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ

Fa qāla in hāżā illā siḥruy yu`ṡar.

Artinya: "lalu dia berkata, '(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)."

Ayat 25

اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ

In hāżā illā qaulul-basyar.

Artinya: "Ini hanyalah perkataan manusia."

Ayat 26

سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ

Sa`uṣlīhi saqar.

Artinya: "Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,"

Ayat 27

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ

Wa mā adrāka mā saqar.

Artinya: "dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?"

Ayat 28

لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ

lā tubqī wa lā tażar.

Artinya: "Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan."

Baca Juga: Surat Al-Buruj Ayat 1-22 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaan

2. Kandungan surat Al-Muddassir ayat 1–28

Surat Al-Muddassir Ayat 1-28 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi membaca Al-Qur'an (pexels.com/Thirdman)

Melalui surat ini, Allah SWT mengingatkan kembali agar manusia menghindari sifat tercela seperti sombong, berbuat keji, dan durhaka. Adapun kandungan dari surat Al-Muddassir ayat 1–28 adalah sebagai berikut:

  • Surat Al-Muddassir menjelaskan tentang untuk berdakwah mengaggungkan Allah SWT.
  • Menjelaskan tentang untuk membersihkan pakaian dan menjalankan perintah serta menjauhi larangan Allah SWT.
  • Berisikan perintah untuk meninggalkan perbuatan keji selama hidup di dunia, sebab jika sangkakala sudah ditiup maka tak akan ada kesempatan untuk bertaubat.
  • Menerangkan bahwa orang-orang kafir menganngap Al-Qur’an hanyalah sihir dari orang terdahulu dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat.
  • Surat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah SWT dan Rasulullah SAW akan masuk ke dalam neraka saqar dan tidak bisa akan bisa keluar dari sana.

3. Keutamaan surat Al-Muddassir

Surat Al-Muddassir Ayat 1-28 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi membaca Al-Qur'an (pixabay/hashem islami)

Terdiri dari ayat-ayat pendek sepanjang 56 ayat, surat Al-Muddassir memuat keistimewaan besar bagi siapa pun yang mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Berikut keutamaan dari surat Al-Muddassir di antaranya:

  • Membaca surat Al-Muddassir akan terhindar dari kemalangan selama hidup di dunia.
    Abi Ja’far Muhammad bin Ali Al-Baqir berkata, “Barang siapa yang membaca surat Al-Muddatssir di dalam salat fardu, maka Allah berhak menjadikannya bersama Rasulullah SSAW dalam derajatnya, dan ia tidak akan menemui kemalangan dalam hidup di dunia selamanya. Insyaallah.” (Tsawabul A’mal: 150).
  • Membaca surat Al-Muddassir akan mendapatkan pahala sepuluh lipat dari jumlah orang yang beriman kepada Rasulullah SAW dan yang mendustainya.
    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang membaca surat ini (surat Al-Muddassir), maka ia akan diberi pahala sepuluh kali lipat dari jumlah orang yang percaya kepadaku dan sejumlah orang-orang yang mendustakanku. Barang siapa yang membacanya secara istikamah, dan ia meminta kepada Allah di dalam akhir agar boleh menghafal Al-Qur’an, maka ia tidak meninggal hingga Allah membuka hatinya dan ia pun dapat menghafal Al-Qur’an.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 152).

Demikian bacaan surat Al-Muddassir ayat 1–28. Mengimai Al-Qur'an sudah menjadi kewajiban umat muslim sebagai upaya pemenuhan rukun iman.

Baca Juga: Surat At-Tahrim Ayat 1-12 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaan

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih

Berita Terkini Lainnya