Comscore Tracker

Surat Az-Zariyat Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Berisi keajaiban yang diperoleh istri Nabi Ibrahim a.s

Surat Az-Zariyat terdiri dari 60 ayat dan memiliki arti "Angin yang Menerbangkan". Surat ini merupakan golongan surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah.

Penamaan surat ini pun merujuk pada kata az-zariyat yang tersemat pada ayat pertamanya. Selengkapnya yuk, simak bacaan arab surat Az-Zariyat ayat 1–30. Lengkap dengan arti, kandungan, dan keutamaannya yang musti kita pahami.

1. Surat Az-Zariyat ayat 1–30 beserta artinya

Surat Az-Zariyat Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi Al-Qur'an (pexels.com/GR Stocks)

Surat Az-Zariyat ayat 1–30 ini termaktub dalam juz 26. Menjadi surat ke-51 dalam Al-Qur'an, inilah bacaan arab surat Az-Zariyat, latin dan artinya.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim.

Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Ayat 1

وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ

Waż-żāriyāti żarwā.

Artinya: "Demi (angin) yang menerbangkan debu,"

Ayat 2

فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ

Fal-ḥāmilāti wiqrā.

Artinya: "dan awan yang mengandung (hujan),"

Ayat 3

فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ

Fal-jāriyāti yusrā.

Artinya: "dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah,"

Ayat 4

فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ

Fal-muqassimāti amrā.

Artinya: "dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,"

Ayat 5

اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ

Innamā tụ'adụna laṣādiq.

Artinya: "sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,"

Ayat 6

وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ

Wa innad-dīna lawāqi'.

Artinya: "dan sungguh, (hari) pembalasan pasti terjadi."

Ayat 7

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ

Was-samā`i żātil-ḥubuk.

Artinya: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,"

Ayat 8

اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ

Innakum lafī qaulim mukhtalif.

Artinya: "sungguh, kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat,"

Ayat 9

يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ

Yu`faku 'an-hu man ufik.

Artinya: "dipalingkan darinya (Al-Qur'an dan Rasul) orang yang dipalingkan."

Ayat 10

قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ

Qutilal-kharrāṣụn.

Artinya: "Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,"

Ayat 11

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ

Allażīna hum fī gamratin sāhụn.

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian,"

Ayat 12

يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ

Yas`alụna ayyāna yaumud-dīn.

Artinya: "mereka bertanya, 'Kapankah hari pembalasan itu?'"

Ayat 13

يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ

Yauma hum 'alan-nāri yuftanụn.

Artinya: "(Hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab di dalam api neraka."

Ayat 14

ذُوْقُوْا فِتْنَتَكُمْۗ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ

Zụqụ fitnatakum, hāżallażī kuntum bihī tasta'jilụn.

Artinya: "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.'"

Ayat 15

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa 'uyụn.

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,"

Ayat 16

اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ

Akhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānụ qabla żālika muḥsinīn.

Artinya: "mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik;"

Ayat 17

كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ

Kānụ qalīlam minal-laili mā yahja'ụn.

Artinya: "mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;"

Ayat 18

وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Wa bil-as-ḥāri hum yastagfirụn.

Artinya: "dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."

Ayat 19

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā`ili wal-maḥrụm.

Artinya: "Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta."

Ayat 20

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ

Wa fil-arḍi āyātul lil-mụqinīn.

Artinya: "Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin,"

Ayat 21

وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

Wa fī anfusikum, a fa lā tubṣirụn.

Artinya: "dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

Ayat 22

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ

Wa fis-samā`i rizqukum wa mā tụ'adụn.

Artinya: "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu."

Ayat 23

فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَ

Fa wa rabbis-samā`i wal-arḍi innahụ laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqụn.

Artinya: "Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan."

Ayat 24

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn.

Artinya: "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?"

Ayat 25

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ

Iż dakhalụ 'alaihi fa qālụ salāmā, qāla salām, qaumum mungkarụn.

Artinya: "(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, 'Salaman' (salam), Ibrahim menjawab, 'Salamun' (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya."

Ayat 26

فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ

Fa rāga ilā ahlihī fa jā`a bi'ijlin samīn.

Artinya: "Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),"

Ayat 27

فَقَرَّبَهٗٓ اِلَيْهِمْۚ قَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ

Fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta`kulụn.

Artinya: "lalu dihidangkannya kepada mereka (tetapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, 'Mengapa tidak kamu makan.'"

Ayat 28

فَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ

Fa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf, wa basysyarụhu bigulāmin 'alīm.

Artinya: "Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu takut,' dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)."

Ayat 29

فَاَقْبَلَتِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ

Fa aqbalatimra`atuhụ fī ṣarratin fa ṣakkat waj-hahā wa qālat 'ajụzun 'aqīm.

Artinya: "Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, '(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul.'"

Ayat 30

قَالُوْا كَذٰلِكِۙ قَالَ رَبُّكِ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ ۔

Qālụ każāliki qāla rabbuk, innahụ huwal-ḥakīmul-'alīm.

Artinya: "Mereka berkata, 'Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.'"

Baca Juga: Surat Al-Jasiyah Ayat 18-37 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

2. Kandungan surat Az-Zariyat ayat 1–30

Surat Az-Zariyat Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi Al-Qur'an (pexels.com/RODNAE Productions)

Surat sepanjang 60 ayat yang terdiri dari ayat-ayat pendek ini sebagian besar mengulas tentang hari pembalasan hingga kisah keajaiban yang diterima istri Nabi Ibrahim a.s. Selain itu, adapun kandungan dari surat Az-Zariyat, di antaranya:

  • Surat Az-Zariyat menjelaskan bahwa apa yang dijanjikan Allah benar dan hari pembalasan itu pasti akan terjadi.
  • Berisikan larangan untuk tidak menyekutukan Allah SWT.
  • Menjelaskan bagaimana kondisi orang kafir di neraka dan orang mukmin di surga.
  • Menerangkan bahwa Allah SWT adalah Zat yang memberi hambanya rejeki.
  • Menceritakan tentang Nabi Ibrahim a.s yang didatangi oleh malaikat yang membawa kabar gembira, yaitu kehamilan istrinya yang kemudian lahir putra Ishak.

3. Keutamaan surat Az-Zariyat

Surat Az-Zariyat Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi membaca Al-Qur'an (unsplash/Masjid Pogung Dalangan)

Meneladani ajaran dalam Al-Qur'an sudah menjadi kewajiban bagi kita semua, karena Al-Qur'an adalah kitab paling sempurna dari Allah SWT. Tidak terkecuali dengan mengimani surat Az-Zariyat yang memiliki beberapa keutamaan, yaitu:

  • Membaca surat Az-Zariyat dapat menjadi doa agar memperoleh rejeki yang luas
  • Kelak di akhirat mendapatkan penerangan dalam kubur bagi yang membacanya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa membaca surat Az-Zariat di dalam harinya, atau malamnya, maka Allah akan memberikan kebaikan (ma'isyah), mendatangkan rezeki yang luas kepadanya, dan menerangi alam kuburnya dengan lentera yang tidak akan pernah padam sehingga Hari Kiamat." (Tsawabul A'mal: 145).
  • Membaca surat ini akan mendapatkan pahala sepuluh kebaikan sebanyak angin yang berhembus di dunia.
  • Senantiasa menjaga adab menyambut tamu yang meski belum dikenal, seperti Nabi Ibrahim a.s. kepada malaikat.

Demikian bacaan arab surat Az-Zariyat ayat 1–30, lengkap dengan arti hingga keutamaannya. Semoga kita selalu menjadi bagian dari orang-orang mukmin yang berlimpah berkah dari Allah SWT. Amin.

Baca Juga: 5 Bentuk Rezeki selain Uang yang Sering Lupa untuk Disyukuri

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih

Berita Terkini Lainnya