Comscore Tracker

Surat Muhammad Ayat 1-18 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Menerangkan tentang peperangan dan nikmat Allah SWT

Surat Muhammad terdiri dari 38 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah surat Al-Hadid.

Penamaan surat ini diambil lafaz Muhammad yang terdapat pada ayat kedua. Lebih lanjut berikut bacaan arab surat Muhammad ayat 1–18. Kamu bisa mempelajari arti, kandungan, dan keutamaannya juga.

1. Surat Muhammad ayat 1–18 beserta artinya

Surat Muhammad Ayat 1-18 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi Al-Qur'an (unsplash.com/afiq fatah)

Surat Muhammad mempunyai nama lain yaitu Al-Qital yang berarti "Peperangan". Termasuk dalam juz 26, berikut bacaan arab surat Muhammad, latin dan artinya.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Ayat 1

اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَضَلَّ اَعْمَالَهُمْ

Allażīna kafarụ wa ṣaddụ 'an sabīlillāhi aḍalla a'mālahum.

Artinya: "Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menghapus segala amal mereka."

Ayat 2

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاٰمَنُوْا بِمَا نُزِّلَ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَّهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَاَصْلَحَ بَالَهُمْ

Wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa āmanụ bimā nuzzila 'alā muḥammadiw wa huwal-ḥaqqu mir rabbihim, kaffara 'an-hum sayyi`ātihim wa aṣlaḥa bālahum.

Artinya: "Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad; dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka."

Ayat 3

ذٰلِكَ بِاَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَاَنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ اَمْثَالَهُمْ

Zālika bi`annallażīna kafaruttaba'ul-bāṭila wa annallażīna āmanuttaba'ul-ḥaqqa mir rabbihim, każālika yaḍribullāhu lin-nāsi amṡālahum.

Artinya: "Yang demikian itu, karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat) dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia."

Ayat 4

فَاِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَضَرْبَ الرِّقَابِۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَثْخَنْتُمُوْهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَۖ فَاِمَّا مَنًّاۢ بَعْدُ وَاِمَّا فِدَاۤءً حَتّٰى تَضَعَ الْحَرْبُ اَوْزَارَهَا ەۛ ذٰلِكَ ۛ وَلَوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلٰكِنْ لِّيَبْلُوَا۟ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍۗ وَالَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَلَنْ يُّضِلَّ اَعْمَالَهُمْ

Fa iżā laqītumullażīna kafarụ fa ḍarbar-riqāb, ḥattā iżā aṡkhantumụhum fa syuddul-waṡāqa fa immā mannam ba'du wa immā fidā`an ḥattā taḍa'al-ḥarbu auzārahā, żālika walau yasyā`ullāhu lantaṣara min-hum wa lākil liyabluwa ba'ḍakum biba'ḍ, wallażīna qutilụ fī sabīlillāhi fa lay yuḍilla a'mālahum.

Artinya: "Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka."

Ayat 5

سَيَهْدِيْهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْۚ

Sayahdīhim wa yuṣliḥu bālahum.

Artinya: "Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,"

Ayat 6

وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

Wa yudkhiluhumul-jannata 'arrafahā lahum.

Artinya: "dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka."

Ayat 7

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

Ayat 8

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَتَعْسًا لَّهُمْ وَاَضَلَّ اَعْمَالَهُمْ

Wallażīna kafarụ fa ta'sal lahum wa aḍalla a'mālahum.

Artinya: "Dan orang-orang yang kafir maka celakalah mereka dan Allah menghapus segala amalnya."

Ayat 9

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَرِهُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاَحْبَطَ اَعْمَالَهُمْ

Zālika bi`annahum karihụ mā anzalallāhu fa aḥbaṭa a'mālahum.

Artinya: "Yang demikian itu karena mereka membenci apa (Al-Qur'an) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka."

Ayat 10

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ دَمَّرَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۖوَلِلْكٰفِرِيْنَ اَمْثَالُهَا

A fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim, dammarallāhu 'alaihim wa lil-kāfirīna amṡāluhā.

Artinya: "Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu."

Ayat 11

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ مَوْلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاَنَّ الْكٰفِرِيْنَ لَا مَوْلٰى لَهُمْ

Zālika bi`annallāha maulallażīna āmanụ wa annal-kāfirīna lā maulā lahum.

Artinya: "Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka."

Ayat 12

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗوَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Innallāha yudkhilullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, wallażīna kafarụ yatamatta'ụna wa ya`kulụna kamā ta`kulul-an'āmu wan-nāru maṡwal lahum.

Artinya: "Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka."

Ayat 13

وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ هِيَ اَشَدُّ قُوَّةً مِّنْ قَرْيَتِكَ الَّتِيْٓ اَخْرَجَتْكَۚ اَهْلَكْنٰهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

Wa ka`ayyim ming qaryatin hiya asyaddu quwwatam ming qaryatikallatī akhrajatk, ahlaknāhum fa lā nāṣira lahum.

Artinya: "Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka."

Ayat 14

اَفَمَنْ كَانَ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖ كَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ

A fa mang kāna 'alā bayyinatim mir rabbihī kaman zuyyina lahụ sū`u 'amalihī wattaba'ū ahwā`ahum.

Artinya: "Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya?"

Ayat 15

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ ۗفِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ ۚوَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ ەۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۗوَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِى النَّارِ وَسُقُوْا مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْ

Maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn, fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin, wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa'muh, wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn, wa an-hārum min 'asalim muṣaffā, wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim, kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa'a am'ā`ahum.

Artinya: "Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?"

Ayat 16

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُ اِلَيْكَۚ حَتّٰىٓ اِذَا خَرَجُوْا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوْا لِلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ اٰنِفًا ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ طَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ

Wa min-hum may yastami'u ilaīk, ḥattā iżā kharajụ min 'indika qālụ lillażīna ụtul-'ilma māżā qāla ānifā, ulā`ikallażīna ṭaba'allāhu 'alā qulụbihim wattaba'ū ahwā`ahum.

Artinya: "Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), 'Apakah yang dikatakannya tadi?' Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah dan mengikuti keinginannya."

Ayat 17

وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰىهُمْ تَقْوٰىهُمْ

Wallażīnahtadau zādahum hudaw wa ātāhum taqwāhum.

Artinya: "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka."

Ayat 18

فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۚ فَقَدْ جَاۤءَ اَشْرَاطُهَا ۚ فَاَنّٰى لَهُمْ اِذَا جَاۤءَتْهُمْ ذِكْرٰىهُمْ

Fa hal yanẓurụna illas-sā'ata an ta`tiyahum bagtah, fa qad jā`a asyrāṭuhā, fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum.

Artinya: "Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?"

Baca Juga: Surat Nuh Ayat 1-28 Arab: Arti, Kandungan dan Keutamaan

2. Kandungan surat Muhammad ayat 1–18

Surat Muhammad Ayat 1-18 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi orang berdoa (unsplash.com/Rachid Oucharia)

Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari surat Muhammad ini, mulai dari bagaimana memerangi orang musyrik hingga gambaran surga untuk orang-orang beriman. Selain itu, ada beberapa pokok kandungan dalam surat Muhammad ayat 1–18 yang perlu diketahui, yaitu:

  • Surat Muhammad menjelaskan tentang orang kafir yang akan Allah SWT hapus amalnya dan orang-orang yang mengerjakan kebaikan akan dihapus kesalahannya.
  • Dalam surat ini menjelaskan bagaimana surga yang Allah SWT janjikan untuk orang-orang beriman, seperti ada sungai dengan air susu, sungai khamar dan berbagai macam buah-buahan.
  • Surat ini akan menerangkan bahwa orang yang mati syahid akan masuk surga.
  • Menerangkan adanya golongan lain selain golongan mukmin, yakni orang-orang yang sesat karena telah dikunci hatinya oleh Allah SWT sebagai akibat mendustai ajaran-Nya.

3. Keutamaan surat Muhammad

Surat Muhammad Ayat 1-18 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaanilustrasi baca Al-Qur'an (Pexels.com/RODNAE Productions)

Surat ini banyak menerangkan tentang peperangan, orang-orang kafir, dan janji Allah SWT untuk hamba-Nya yang beriman. Oleh karena itu, kita perlu memahami dan mengamalkan ajaran dalam surat ini, niscaya akan memperoleh beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Membaca surat Muhammad akan membuat pembacanya terhindar dari kekafiran
  • Akan dihindari dari segala kesulitan di dunia selama hidupnya bagi yang membaca
  • Bisa bertemu dengan Rasulullah SAW dan memperoleh minuman dari telaga surga
  • Mendapat ketenangan batin karena percaya akan pertolongan Allah SWT
  • Dihapuskan dosa-dosanya dan digantikan dengan kebaikan, bagi siapa pun yang mempelajari surat ini dengan sepenuh hati.

Demikian bacaan surat Muhammad ayat 1–18, lengkap dengan arti dan keutamaan untuk dipelajari. Semoga kita selalu termasuk menjadi bagian dari orang-orang yang diberkahi Allah SWT. Amin.

Baca Juga: 5 Pesan Nabi Muhammad SAW untuk Umatnya, Menyentuh Hati

Topic:

  • Langgeng Irma Salugiasih

Berita Terkini Lainnya