Comscore Tracker

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimi

Beri perhatian lebih, agar dia merasa dipedulikan

Berbicara masalah kesehatan, sehat tak hanya dibutuhkan oleh fisik saja, namun juga merupakan kebutuhan mental. Mental yang sehat ditandai dengan suasana hati yang bahagia. Sebaliknya, mental yang kurang sehat ditandai dengan perasaan stres, cemas bahkan depresi. 

Depresi merupakan suatu hal yang berbahaya jika terjadi selama berkepanjangan. Hal ini karena depresi bisa memicu seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri, bahkan pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Jika salah satu temanmu sedang mengalami depresi, kamu bisa sedikit membantunya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini. 

1. Jadilah pendengar yang baik tanpa menghakimi

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimiilustrasi mendengarkan (Pexels.com/John Diez)

Penyebab seseorang merasa depresi adalah rasa ketidakmampuannya menghadapi masalah yang sedang terjadi. Ketika dia memutuskan untuk bercerita dan menumpahkan isi hatinya padamu, hal ini menandakan bahwa menurutnya kamu adalah seseorang yang bisa diandalkan. 

Maka dari itu, ketika ia berbicara, jadilah pendengar yang baik. Dia butuh seseorang yang mau mendengarkan segala keluh kesah untuk sedikit meringankan bebannya. Jangan malah menghakiminya dan seolah menyalahkan dia atas apa yang terjadi. Bukannya membantu, sebaliknya kamu akan membuat kondisi mentalnya semakin tertekan. 

2. Hanya memberi nasihat jika memang diminta

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimiilustrasi memberi nasihat (Pexels.com/Ekaterina Bolovtsova)

Terkadang, tujuan seseorang membagikan ceritanya adalah sekedar ingin didengarkan dan dimengerti. Mungkin saja dia gak butuh nasihat dan saran-saranmu. Hal yang harus dilakukan adalah kamu cukup menjadi orang yang bersedia mendengarkan ceritanya sampai selesai.

Namun, apabila dia membutuhkan nasihat dan meminta saran darimu, tentu saja kamu harus menanggapinya. Berilah nasihat yang baik tanpa terkesan memojokkan ataupun menyalahkan. Percayalah, nasihat yang baik akan diterima dengan baik juga. 

3. Jangan mengeluarkan kata-kata toxic positivity

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimiilustrasi berbicara (Pexels.com/Keira Burton)

Tak semua ungkapan yang bernada positif dapat diucapkan kapanpun dan dalam situasi apapun. Kata-kata yang terdengar positif dapat menjadi bumerang jika diucapkan pada waktu yang salah, misalnya di depan dia yang sedang mengalami depresi. Kondisi ini biasa disebut dengan istilah toxic positivity.

Salah satu contoh dari toxic positivity adalah kamu menyuruhnya untuk bersyukur dan memperbanyak ibadah di saat dia sedang kalut. Sekilas terdengar baik, namun perkataan tersebut sama sekali bukan tindakan yang bijak untuk dilontarkan kepada seseorang yang sedang terpuruk. Perkataan tersebut seolah-olah kamu menuduhnya kurang bersyukur dan tak melakukan ibadah.

Baca Juga: 8 Tanda Depresi yang Harus Dikenali Sebelum Semuanya Terlambat

4. Katakan padanya bahwa kamu siap membantu jika dia butuh

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimiilustrasi memberikan bantuan (Pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Seringkali, seseorang merasa depresi karena tak mampu menyelesaikan masalahnya sendirian. Selain membutuhkan teman untuk tempat bercerita, dia juga membutuhkan uluran tangan seseorang untuk membantunya. 

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menawarkan bantuan kepadanya. Katakan bahwa kamu siap membantu sesuai kemampuan. Hal ini tentu dapat meringankan beban yang dia emban.

5. Beri perhatian lebih agar dia merasa dipedulikan

5 Cara Menemani Teman yang Depresi, Dengarkan Bukan Hakimiilustrasi menyapa (Pexels.com/Allan Mas)

Depresi seseorang akan semakin parah jika dia merasa hidup sendiri dan kesepian. Sebagai teman yang baik, sudah selayaknya kamu ada di dekatnya ketika berada di momen terpuruk dalam hidupnya. 

Cobalah menghubunginya lebih sering untuk menanyakan kabar dan keadaannya. Kamu juga bisa mengajaknya makan bersama di restoran favoritnya. Dengan begini, dia akan merasa lebih dipedulikan. Meski terlihat remeh, mungkin saja bagi temanmu hal ini sangat berarti di hidupnya. 

Dia sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Pada intinya, beri dia kekuatan lewat perhatian yang lebih dan jaga perasaannya untuk tidak memberikan komentar yang terkesan memojokkan.

Baca Juga: 5 Manfaat Menjadi Pendengar yang Baik di Lingkungan Kerja

Lulu Fatikhatul Maryamah Photo Verified Writer Lulu Fatikhatul Maryamah

you can reach me on my IG @lulumaryamah23

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya