Comscore Tracker

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!

Kamu yang atur pengeluaran, jangan terbalik

Setelah menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat, akhirnya lebaran tiba juga. Kamu pun sudah menyiapkan segala kebutuhan di hari raya sejak beberapa minggu sebelumnya. Mungkin juga kamu pergi mudik dan merayakannya penuh kebahagiaan bersama keluarga.

Sayangnya, setelah libur lebaran usai dan rutinitasmu dimulai kembali, tiba-tiba saja kamu merasa bokek. Nyaris seluruh tabungan terkuras untuk memenuhi kebutuhan sebulan saja. Nasi sudah menjadi bubur.

Bakal butuh waktu yang gak sebentar buat kembali menggemukkan tabunganmu. Walau begitu, berpantanglah mengeluh bokek pada siapa pun. Mengapa demikian? Berikut lima alasannya.

1. Banyak pengeluaran di bulan puasa dan lebaran yang sebenarnya bisa dikendalikan

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!ilustrasi banyak pikiran (pexels.com/Arina Krasnikova)

Siapa yang menyuruhmu belanja sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan? Bukankah yang dianjurkan ialah memperbanyak ibadah dan melakukan berbagai kebaikan? Jadi, jangan lantaran kesalahanmu sendiri, kamu seperti tidak siap dengan konsekuensinya.

Toh, hampir semua belanjaan itu juga kamu sendiri yang menikmatinya. Makanan yang melimpah dan pakaian-pakaian baru. Supaya lain kali tidak menyesal lagi, kontrol dirimu dalam berbelanja. Jangan mengendalikan diri hanya dalam hal makan dan minum selama berpuasa.

2. Dalam pengeluaran tersebut juga ada sedekahmu, masa mau dikeluhkan?

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!ilustrasi memegang uang (pexels.com/Aukid phumsirichat)

Banyaknya pengeluaranmu selama bulan puasa dan lebaran barangkali tidak hanya untuk diri sendiri. Di samping belanja makanan dan pakaian baru buat dirimu, kamu juga memperbanyak sedekah. Wajar dong, kalau pengeluaranmu jadi lebih banyak?

Lucunya, kamu kemudian mengeluh bokek. Kamu jadi seperti kurang ikhlas dalam mengeluarkan uang, termasuk yang buat bersedekah. Bila kamu tetap ingin bersedekah tanpa pengeluaran membengkak, ukur kemampuanmu dan kontrollah belanja konsumtifmu agar tidak berlebihan.

Baca Juga: 5 Tips Anti Bokek di Akhir Bulan walau Gajimu Minimalis

3. Percayalah bahwa rezekimu akan selalu ada

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!ilustrasi stres memikirkan uang (pexels.com/MART PRODUCTION)

Uangmu telanjur mengalir ke mana-mana. Masa mau ditarik lagi? Sudahlah, lebih baik kamu mengikhlaskannya dan tidak mengeluh bokek ke sana kemari. Kamu bisa menghibur diri dengan kesadaran bahwa sebagian rezeki yang diperoleh memang perlu dibelanjakan.

Kalaupun kemarin kamu telanjur berlebihan dalam membelanjakannya, yakinlah bahwa itu tidak akan mengurangi jatah rezekimu yang berikutnya. Kamu pasti akan mendapatkan gantinya dan mampu kembali menabung.

4. Makin gak etis mengeluh bokek jika kamu bahkan menerima THR

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!ilustrasi menerima THR (pexels.com/Karolina Grabowska)

Dengan adanya THR, pemasukanmu dobel. Bila kamu cukup bijaksana dalam membelanjakan uang, cukup senilai THR itu saja yang digunakan buat mencukupi kebutuhan hari raya. Jangan justru penghasilan bulanan plus THR habis semuanya.

Bukannya membandingkan, tetapi jika orang yang tidak mendapatkan THR saja dapat berlebaran tanpa bokek, masa kamu gak malu mengeluh begitu? Sebanyak apa pun pemasukanmu sepertinya bakal terus terasa kurang.

5. Sebaiknya fokus kerja lagi dan belajar lebih bijaksana dalam mengatur keuangan

5 Alasan Dilarang Mengeluh Bokek setelah Lebaran, Memalukan!ilustrasi merencanakan keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Belajarlah dari setiap pengalaman. Bila sekarang kamu sudah merasa bokek, jangan sampai tahun depan hal serupa kembali terjadi. Kini, guna memulihkan saldo tabungan, kamu perlu fokus bekerja. Syukur-syukur kamu bisa memiliki pekerjaan atau usaha sampingan.

Namun, dasarnya adalah kamu wajib belajar mengelola keuanganmu dengan lebih bijaksana. Atur keran pengeluaranmu selama bulan puasa dan lebaran. Bila pengeluaran tidak direm dengan alasan ini momen istimewa setahun sekali, keuanganmu bakal kolaps.

Banyaknya keluhan bokek setelah lebaran akan mencoreng kesucian bulan puasa itu sendiri. Sekali lagi, tidak ada yang menyuruhmu berlebihan dalam berbelanja. Bahkan mudik pun tidak wajib, hanya merupakan tradisi. 

Artinya, kalau tabunganmu tidak memungkinkan untuk belanja banyak atau mudik membawa seluruh anggota keluarga kecilmu menjelang lebaran, juga tidak masalah. Belanjalah secukupnya serta mudiklah kapan saja setelah harga tiket kembali normal.

Baca Juga: 5 Ide Isi Angpau Lebaran yang Tak Biasa, Bisa Jadi Inspirasi

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya