Comscore Tracker

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?

Jangan menggenggam terlalu kuat, lepas perlahan

Merelakan bukan berarti kamu tidak boleh berusaha untuk mempertahankan atau mendapatkan kembali sesuatu. Hanya saja, kamu harus tetap tahu batas buat berganti menjadi merelakannya.

Jika tidak, kamu hanya akan membuang-buang terlalu banyak waktu dan tenaga untuk sesuatu yang tak dapat dimiliki. Masih merasa sulit? Ayo, pahami dulu lima alasan mengapa penting buat kamu untuk belajar merelakan.

1. Setiap hal yang tidak direlakan hanya akan menjadi beban

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/medium-photoclub-2406424)

Kehidupanmu ibarat pohon yang sepanjang pertumbuhannya telah banyak sekali menggugurkan daun. Apabila setiap daun yang jatuh tidak direlakan, betapa beratnya beban yang kamu pikul.

Ingatanmu atas setiap helainya hanya akan membuatmu merasa sakit. Kamu juga tidak mungkin memungut semuanya kembali dan menempelkannya ke ranting-rantingmu, kan?

Lain bila kamu belajar merelakannya. Kamu tidak lagi dibebani oleh apa-apa yang telah lepas darimu. Kamu hanya fokus untuk menumbuhkan daun-daun baru.

2. Seiring pertambahan usia, kamu akan mengalami lebih banyak lagi kehilangan

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?ilustrasi seorang pria muda (pexels.com/officialflavio)

Kehilangan posisi di kantor atau kekayaan memang menyakitkan. Akan tetapi, kehilangan orang-orang yang amat kamu sayangi betul-betul bakal terasa sebagai pukulan keras.

Pada masa dewasamu, kamu mungkin kehilangan orangtua. Lalu setelah kamu sendiri memiliki anak, cepat atau lambat mereka akan meninggalkanmu guna merantau atau berkeluarga.

Bayangkan kalau semua kehilangan itu tak dapat kamu relakan. Kamu hanya akan merasa marah dan selalu berpikir hidup tidak adil. Padahal, sebenarnya semua orang juga mengalaminya.

Baca Juga: 5 Nasihat jika Kamu Putus Cinta Baik-baik tapi Belum Bisa Merelakan

3. Direlakan atau tidak, yang harus pergi akan tetap pergi

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/roman-odintsov)

Tentu saja kamu harus memiliki daya juang yang tinggi dalam hal apa pun. Akan tetapi ingat, takdir bukan kamu yang menetapkan. Tidak perlu menekan diri sendiri terlampau keras.

Kamu rela atau tidak, apa pun yang gak ditakdirkan untukmu bakal tetap pergi atau terlepas. Ketidakrelaanmu justru hanya membuatmu terus memikirkannya dan bersedih.

4. Semua yang hilang darimu bakal diganti

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?ilustrasi melompat bahagia (pexels.com/michele-raffoni-88958531)

Gantinya memang tidak selalu persis dengan sesuatu yang pernah hilang darimu. Namun percayalah, pengganti itu tak pernah lebih buruk.

Ini juga yang membuatmu tak boleh asal iri dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih indah. Kamu tidak tahu apa saja yang telah hilang dari kehidupannya, kan?

5. Tidak ada satu hal pun di dunia yang benar-benar milikmu

5 Alasan Mengapa Perlu Belajar Merelakan, Siap Kehilangan?ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/freestockpro)

Yuk, batasi perasaanmu sebagai pemilik dari apa pun. Meski kamu merasa bekerja keras untuk mendapatkannya atau sangat menyayangi seseorang, semua itu hanyalah titipan. Bukan milikmu.

Pemilik segala yang ada di dunia ini ialah Tuhan. Jadi, kapan pun Tuhan berkehendak untuk mengambilnya darimu, kamu harus rela. Sadari bahwa semua itu memang bukan kepunyaanmu.

 

Jika kamu telah berhasil belajar merelakan, kamu pasti akan merasa damai. Berjuanglah untuk meraih, mempertahankan, atau merebut kembali sesuatu tanpa mengabaikan kemungkinan bahwa itu memang bukan rezekimu. 

Baca Juga: 5 Nasihat jika Kamu Putus Cinta Baik-baik tapi Belum Bisa Merelakan

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya