Comscore Tracker

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai Saja

#IDNTimesLife Menjaga kewarasan diri itu kewajiban, lho! 

Selama kita masih hidup berdampingan dengan orang banyak baik di kehidupan sehari-hari maupun melalui media sosial, memang mustahil untuk sepenuhnya terbebas dari komentar. Maka kunci untuk menjaga kebahagiaan bukanlah dengan mengasingkan diri.

Nanti malah repot sendiri. Kuncinya adalah belajar bersikap lebih santai dalam menghadapi komentar-komentar itu. Gak usah terlalu memikirkannya karena lima alasan kuat berikut ini.

1. Gak semua yang mengomentarimu juga memikirkan perasaanmu 

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai SajaPexels.com/brunosalvadori

Kalau mereka memikirkan perasaanmu, mereka akan berusaha untuk hanya memberikan komentar positif. Kalaupun ada yang perlu ditegur darimu, mereka akan sangat mempertimbangkan tempat, waktu, dan cara yang tepat untuk menyampaikannya.

Kalau ada yang berkomentar tanpa memperhatikan hal-hal di atas, untuk apa dipikirkan? Utamakan kedamaian diri saja. Biar dia bisa belajar untuk lebih menahan diri dan beretika dalam berkomentar.

2. Memang gak semua komentar penting untuk didengar bukan?

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai SajaPexels.com/james-law-1832804

Menegur gak dilarang. Namun kenyataannya masih banyak juga yang sukar membedakan antara menegur dengan sekadar mencaci maki atau menjelek-jelekkan. Menegur itu jelas di mana letak kesalahanmu dan jelas pula masukan yang diberikannya.

Sedang caci maki atau menjelek-jelekkan hanya berdasar pada rasa suka atau gak suka. Pertanyaannya, apakah kamu merasa perlu banget untuk disukai semua orang termasuk dirinya? Kalau gak, ya gak usah memedulikan komentar-komentar negatif yang gak jelas dasarnya itu.

3. Meladeni komentar orang itu gak ada selesainya 

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai SajaPexels.com/juanpphotoandvideo

Bukannya selesai, makin diladeni malah makin heboh. Kamu menanggapi dengan baik, ada saja yang mencurigai tanggapan baikmu cuma buat mencari muka. Kamu bersikap tegas agar orang lain gak sembarangan berkomentar, kamu dianggap melawan kebebasan berpendapat.

Daripada serba salah, mending komentar-komentar yang gak jelas itu dianggap angin lalu saja, kan? Bukan seratus persen menutup telinga sih. Cuma lebih selektif saja. Kamu bahkan boleh lho, menonaktifkan kolom komentar di media sosial.

Baca Juga: 5 Alasan Menjaga Prasangka Baik Bisa Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia

4. Jangan sampai kamu berpikir mereka lebih tahu tentang hidupmu

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai SajaPexels.com/antonio-prado-1050855

Mereka mungkin melihat apa yang kamu lakukan. Namun jelas gak tahu apa-apa tentang niat dalam hatimu, kan? Jadi kalaupun orang mencercamu karena tindakanmu dianggap salah, toh kamu tahu tujuanmu baik.

Kalau kamu gak membatasi diri dari komentar-komentar buruk, bisa-bisa kamu merasa jahat atau bodoh banget karena kesalahan itu. Gak sedikit lho, orang yang cuma pandai berkomentar tetapi nyatanya gak bisa melakukan lebih baik daripada yang dikomentari.

5. Kalau kamu jadi sedih, gak produktif, bahkan sakit; siapa yang bertanggung jawab? 

5 Alasan untuk Gak Ambil Pusing dengan Komentar Orang, Santai SajaPexels.com/zun1412

Gak ada, kan? Semua akan memilih cuci tangan. Kamu menanggung rasa gak enaknya sendirian. Ini bukan karena kamu lemah kok. Memang ada komentar yang kebangetan dan wajar bikin kamu atau siapa pun down.

Ya, di era ketika komunikasi menjadi makin mudah, memang bukan gak ada sisi minusnya. Gak sedikit orang yang lantas merasa bebas berbicara apa saja termasuk mengomentari segala hal tentang orang lain.

Kenal atau gak, paham betul dengan masalahnya atau gak, pokoknya berkomentar. Makin pedas komentarnya makin merasa puas. Maka kamu perlu melindungi diri dengan belajar untuk gak terlalu memedulikan segalanya. Oke?

Baca Juga: 5 Skill Ini Harus Kamu Miliki Agar Tetap Bahagia Hadapi Masalah Hidup

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya