Comscore Tracker

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan 

Bahaya, keburu semangatmu padam

Berhasil melahirkan karya di bidang apa pun akan memberikan kebanggaan tersendiri untukmu. Bahkan bukan cuma rasa bangga melainkan jika ditekuni, bisa menjadi sandaran hidupmu. Dan makin ke sini, gairah para milenial untuk berkarya makin kuat.

Masalahnya, memilih berkarya sebagai jalan hidup memang gak semudah membalik telapak tangan. Ujian mentalnya besar. Sedikit saja lengah, karyamu bisa-bisa gak pernah terwujud. Gak ingin karyamu selamanya cuma ada di angan-angan, kan? Makanya, waspadai 6 hal ini:

1. Menunggu dukungan orang lain untuk memulai 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/palon

Dukungan orang lain terasa penting banget buatmu. Kamu gak percaya diri kalau gak mendapatkan dukungan mereka. Makin banyak yang mendukung makin terasa bagus buatmu. Tetapi yang harus kamu pahami, saat kamu baru hendak mulai berkarya, sering kali hampir semua orang di sekitarmu justru meragukanmu.

Bayangkan bila kamu hanya akan bergerak setelah mendapatkan dukungan dari orang lain. Bisa jadi selamanya kamu akan diam di tempat, menunggu dan menunggu. Maka belajarlah menjadi suporter terbaik untuk diri sendiri. Dengan atau tanpa dukungan orang lain, kalau kamu memang ingin berkarya, segera wujudkan. Jika kamu terus menunda, bara semangat untuk berkarya itu lama-kelamaan akan padam.

2. Berpikir kamu harus populer terlebih dahulu biar karyamu laku keras 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/tevintrinh

Popularitas memang gak bisa dipandang sebelah mata. Itu memperbesar kemungkinan karyamu akan dilirik orang. Masalahnya, dengan cara apa kamu akan membangun popularitas jika kamu bahkan belum menunjukkan karyamu? Jangan keliru mengartikan popularitas yang bisa mendukung karya-karyamu sebagai sebatas seberapa banyak temanmu di media sosial.

Mereka yang berteman dengamu di media sosial juga gak menjamin akan menjadi pembeli atau penikmat karya-karyamu. Yang paling penting untuk kamu siapkan adalah karya itu sendiri. Tampillah dengan karyamu, maka perlahan tetapi pasti, popularitasmu dengan sendirinya akan naik.

3. Tenggelam dalam teori, gak kunjung praktik 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/attentieattentie

Teori bukan sama sekali gak penting. Tetapi ingat, karya hanya bisa terwujud jika kamu benar-benar mempraktikkan sesedikit apa pun yang kamu ketahui. Makin banyak teori bertumpuk dalam dirimu, kamu justru akan kesulitan saat hendak mulai berkarya.

Ibaratnya, ada terlalu banyak aturan yang membuatmu ketakutan kalau-kalau melanggarnya. Ada pula rasa gak yakin kamu akan bisa memenuhi kriteria-kriteria karya yang baik seperti dalam teori. Padahal kenyataannya, banyak penikmat karya gak melihatnya sampai sedetail itu. Sering kali cukup suatu karya bisa dinikmati dan mereka bisa menangkap pesan yang hendak disampaikan.

Baca Juga: Mengidap Mental Disorder, 6 Artis Ini Tetap Bisa Sukses dan Berkarya

4. Dengan dalih belajar, kelewat asyik mencela karya orang lain 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/kxvn_lx

Tentu kamu harus belajar dari karya siapa pun. Namun jangan sampai kamu berubah menjadi seorang pencela. Perhatikan dan rasakan baik-baik setiap karya itu. Tempatkan dirimu baik sebagai penikmat maupun penciptanya sehingga kamu akan lebih tergugah untuk menemukan setiap benang merah dan kekuatan dalam karya itu.

Bukan sekadar cepat-cepat mencelanya. Sebab bersikap kritis atas suatu karya tidaklah sama dengan sekadar mencela. Bersikap kritis ialah mampu menemukan kekurangan dan cara memperbaikinya sekaligus menemukan kelebihan dan mampu mengapresiasinya.

Jika kamu asyik mencela karya orang lain, beban psikismu saat hendak menciptakan karya sendiri menjadi terlalu besar. Kamu sudah bisa menunjukkan kekurangan dalam karya orang lain, bahkan mungkin lebih banyak daripada yang sebenarnya, tetapi kamu kesulitan menciptakan karya yang lebih baik.

5. Terlalu banyak mendengarkan orang lain sampai kamu merasa gak akan bisa membuat karya yang memuaskan mereka 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/kxvn_lx

Menjadi pendengar yang baik penting bila kita ingin banyak belajar dan makin berkembang. Tetapi menjadi pendengar yang baik bukan berarti kita gak punya filter atau sekadar batasan kapan kita perlu berhenti mendengarkan.

Sebab kalau kamu terlalu banyak mendengarkan orang lain tentang karya yang bagus menurut mereka, bisa-bisa kamu merasa karyamu gak akan pernah layak untuk ditampilkan. Benar bahwa kamu berkarya juga untuk dinikmati orang lain sehingga kamu gak boleh egois.

Tetapi sebaik apa pun karyamu, percayalah, tetap akan ada orang yang menilai sebaliknya. Suka dan gak suka akan selalu ada. Jadi berkarya saja dahulu, berkarya saja terus.

6. Karyamu sudah jadi, tetapi gak kunjung dipublikasikan 

Gak Bisa Disepelekan, 6 Hal Ini Bikin Karyamu Awet di Angan-angan Unsplash.com/priscilladupreez

Ini penting banget karena karya yang berguna hanyalah karya yang sampai pada penikmatnya. Jadi jangan cuma disimpan dalam kamar atau laptop ya? Sayang banget, kan? Kamu sudah susah-susah membuatnya, dari gak ada menjadi ada. Karyamu harus bisa dilihat oleh orang banyak. Carikan jalan terbaik untuk memublikasikannya.

Kalau kamu belum tahu caranya, cari tahu terus sampai ketemu. Kalau sudah tahu dan mencoba tetapi malah ditolak, jangan menyerah dan cari lagi jalur publikasi yang lain. Terus seperti itu sampai karyamu berada di tempat yang tepat. Bahkan kamu bisa menggunakan media sosialmu biar kamu dan karyamu makin dikenal orang.

Dengan menyadari hal berbahaya di atas, semoga kamu jadi lebih berani mewujudkan dan menyiarkan karya-karyamu. Ditunggu ya!

Baca Juga: 5 Alasan Kamu yang Berkarya di Balik Layar Adalah Sosok yang Hebat

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya