Comscore Tracker

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!

Gak melulu pengaruh orang lain 

Ucapan orang-orang di sekitarmu memang bisa memengaruhimu. Kalau mereka mendukung apa-apa yang ingin kamu lakukan, kamu jadi optimis. Namun jika mereka menakut-nakuti, wajar kalau kamu menjadi pesimis.

Tetapi perlu dicatat, apa pun yang dikatakan orang lain sebenarnya gak akan terlalu berpengaruh kalau kamu bisa membangun sendiri optimismemu. Sebaliknya, meski gak ada yang menakut-nakutimu, kamu juga akan tetap pesimis kalau cara berpikirmu seperti di bawah ini:

1. Fokus ke privilese orang lain, merasa kamu gak punya apa-apa sehingga gak akan bisa seperti mereka

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!Unsplash.com/ninovisalli

Beberapa orang memang punya privilege atau privilese yang membuat mereka lebih mudah mengakses apa-apa yang mereka inginkan. Itu kenyataan dalam hidup yang gak bisa disangkal. Namun bukan lantas kamu sama sekali gak punya kesempatan untuk mewujudkan keinginanmu.

Privilese orang lain biarlah urusan mereka. Kamu gak perlu terus-menerus meributkannya. Gak ada gunanya juga, kan? Yang punya privilese akan tetap berjalan di jalur mereka. Sementara kamu bukannya makin bersemangat mewujudkan mimpimu malah jadi tambah gak yakin dengan masa depan.

Gak terlalu penting kok dari mana kamu memulai dan di mana kelak kamu sampai. Yang penting cuma sesederhana memulai dan terus mengikuti prosesnya. Di mana pun kelak kamu sampai, itu pasti di titik yang lebih jauh daripada posisi awalmu.

Gak perlu lagi nyinyir soal privilese orang lain sebab bukan tidak mungkin kelak kamu juga menciptakan privilese untuk anak-anak dan orang-orang terdekatmu. Sesuatu yang gak mungkin dihindari karena itu bagian dari efek kesuksesanmu.

2. Berpikir bakat cuma milik segelintir orang dan kamu gak termasuk 

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!Unsplash.com/mishaalzahed

Hanya karena kamu belum tahu bakatmu, bukan berarti kamu memang gak punya bakat. Setiap orang punya bakat yang bisa dikembangkan untuk membantu pekerjaan mereka. Dan bakat itu bukan cuma olahraga, menyanyi, melukis, dan sebagainya.

Kamu mungkin punya kemampuan memimpin atau daya analisis di atas rata-rata. Atau kamu punya kemampuan berkomunikasi yang bagus sehingga kamu bisa menjadi negosiator ulung mewakili perusahaan untuk mencapai berbagai kesepakatan bisnis. Tugasmu adalah mengenali bakatmu dan mengembangkannya.

3. Kalau berhadapan dengan hal-hal baru bukannya penasaran dan ingin belajar malah sinis dan skeptis 

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!Unsplash.com/erik_lucatero

Cara membangun optimisme dari diri sendiri itu gampang kok. Kamu cuma gak perlu berprasangka pada hal-hal baru. Lihatlah hal-hal baru itu dari sudut pandang seorang murid yang selalu penasaran. Yaitu dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, ‘Itu apa ya? Manfaatnya apa? Bagaimana caranya jika aku ingin mempelajarinya?

Dengan begini, kamu akan tergerak untuk mencaritahunya dari berbagai sumber yang tepercaya. Bukan belum apa-apa sudah meyakininya sebagai sesuatu yang buruk, gak lebih baik dari yang sekarang sudah ada dan kamu kuasai. Atau, kamu mungkin tahu sesuatu yang baru itu juga ada manfaatnya.

Tetapi kamu berpikir mempelajarinya akan terlalu sulit bagimu yang sudah terbiasa dengan hal-hal lama. Padahal selama kamu punya kemauan untuk belajar, optimismemu akan terus terjaga. Ini saling berhubungan. Kamu optimis sehingga mau belajar. Tetapi kamu juga bisa memaksa diri untuk belajar demi menepis pesimisme yang mulai muncul.

Baca Juga: Urutan Zodiak dari yang Paling Optimis sampai Pesimis

4. Senang menggeneralisasikan pengalaman buruk 

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!Unsplash.com/jancanty

Hanya karena beberapa kali gagal, bukan berarti selamanya kamu gak akan berhasil. Hanya karena kamu mendapatkan perlakuan yang kurang baik di suatu tempat, jangan lantas gak mau mencoba datang ke tempat lain yang sejenis. Harus selalu ingat, pengalaman buruk juga banyak faktornya.

Mungkin saat kamu gagal dalam suatu usaha, persiapanmu memang kurang. Saat orang lain memperlakukanmu dengan buruk, mungkin ada tindakan atau ucapanmu yang memancingnya bereaksi demikian atau semata-mata suasana hatinya sedang jelek.

Sebab bila kamu suka menggeneralisasikan pengalaman buruk, kamu pasti jadi gampang kapok. Gak mau mencoba lagi dengan dalih gak ingin mengalami kejadian yang sama. Padahal pengalaman menyenangkan atau nasib baik mungkin sudah menunggumu di kesempatan berikutnya. Sayang banget, kan?

5. Sok tahu padahal belum mencoba 

5 Cara Berpikir yang Bikin Kamu Gampang Pesimis, Jauhi!Unsplash.com/christinhumephoto

Kalau di poin empat kamu sudah pernah mengalami sesuatu yang buruk, kali ini lebih parah lagi. Kamu bahkan belum pernah mengalami kegagalan atau perlakuan yang kurang menyenangkan terkait sesuatu. Namun pikiran sok tahumu malah akhirnya mendahului tindakanmu.

Mungkin kamu hanya mendengar sekilas dari beberapa orang yang konon pernah mencoba sesuatu dan gagal. Lalu kamu menganggapnya pasti benar. Bahkan jika itu memang terjadi, sekalipun kamu perlu belajar dari pengalaman orang lain, harus ingat juga bahwa kamu punya nasib baikmu sendiri.

Dengan sedikit saja perbedaan dalam berikhtiar, hasil yang diperoleh dari usaha kalian bisa sangat berbeda. Bahkan usaha yang sama tetapi dilakukan di waktu berbeda juga dapat mendatangkan hasil yang bak bumi dengan langit karena ada faktor momen yang tepat.

Intinya sih, penting untukmu mendapatkan pengalaman secara langsung. Jangan sampai sikap sok tahumu bahkan gak punya dasar sama sekali, tetapi bikin kamu pesimis dan akhirnya menutup semua peluang terbaikmu.

Baca Juga: 5 Cara Tepat Menangani Tipe Pasangan yang Mudah Insecure dan Pesimis 

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya