Comscore Tracker

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu Kok

#IDNTimesLife Nanti gampang stres, lho

Suka menyalahkan orang lain memang sifat yang buruk dan menjengkelkan siapa pun yang menjadi korbannya. Akan tetapi, suka menyalahkan diri sendiri juga gak lantas lebih baik, lho. Diakui atau gak, kalau kamu punya sifat begini, pasti sering banget stres.

Kamu menuntut diri sendiri untuk mempertanggungjawabkan segalanya. Padahal, dalam hidup ini banyak banget yang terjadi di luar kendalimu. Jadi, jangan lagi menyudutkan diri sendiri karena perkara-perkara seperti di bawah ini ya!

1. Gak bisa 100 persen menyeimbangkan tugas domestik dengan tugas kantor

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu KokUnsplash.com/danilal

Terutama buat kamu yang seorang ibu sekaligus pencari nafkah, nih. Paham sih, kamu pasti ingin menjadi perempuan teladan di dalam maupun luar rumah. Namun, gak perlu mewajibkan diri untuk menjadi sempurna, ya!

Bagaimanapun, waktu dan energimu memang terbatas. Semua orang juga begitu. Maka gak perlu merasa bersalah bila kamu harus mendahulukan satu urusan ketimbang lainnya.

Misal, daripada repot memasak sendiri, lebih baik langganan katering biar kamu lebih fokus bekerja. Abaikan komentar gak enak yang diarahkan padamu. Yang penting keluarga tetap makan makanan sehat dan pekerjaanmu di kantor beres.

Toh, kamu bekerja juga bukan cuma buat diri sendiri, kan? Namun juga untuk keluarga. Jadi, kalaupun ada sedikit waktu luang lebih baik digunakan untuk me time, bermain bersama anak, atau bersantai dengan pasangan.

2. Gak bisa selalu melindungi orang-orang yang kamu sayangi

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu KokUnsplash.com/amir_bnl

Salut! Kamu pasti sangat menyayangi keluarga atau orang-orang terdekatmu lainnya. Kamu merasa sangat bertanggung jawab atas mereka dan selalu ingin memastikan mereka baik-baik saja.

Cuma ingat juga kalau kamu gak bisa bersama mereka 24 jam penuh setiap harinya. Apalagi kalau mereka sudah cukup umur. Kegiatan mereka di luar tentu banyak sehingga sudah semestinya mereka bisa menjaga diri sendiri.

Belum lagi, selalu ada hal-hal buruk yang terjadi tanpa sengaja. Sekalipun kamu maupun mereka sudah berhati-hati, kadang kecelakaan tetap tak terhindarkan. Maka kamu gak perlu terlalu merasa bersalah atas setiap hal buruk yang menimpa mereka.

Yang dapat kamu lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin untuk melindungi mereka. Bukan menuliskan takdir mereka. Orang kamu sendiri juga sering gak bisa menghindar dari kemalangan, kan?

3. Sudah berusaha mengejar target tetapi gagal

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu KokUnsplash.com/luanaalemao

Target apa? Apa saja. Target waktu penyelesaian tugas alias deadline, target penjualan, target prestasi, dan sebagainya. Benar, kamu gak boleh memandang sebelah mata pada target yang ada atau bahkan kamu buat sendiri.

Tercapainya target penting sebagai langkah besar dalam hidup atau pekerjaanmu. Akan tetapi kalau sudah berusaha dan target tetap saja gak tercapai, juga bukan berarti kamu malas atau mengalami kemunduran, kan? 

Bersama setiap usahamu, kamu otomatis selalu melangkah maju kok. Cuma gak sampai di titik yang diharapkan saja. Kamu hanya perlu memperbaiki ikhtiarmu di kemudian hari atau justru targetmu yang perlu dikoreksi karena gak masuk akal.

Bila target itu menyangkut orang lain, seperti atasan atau rekan kerja yang memberikan deadline tugas, tinggal dikomunikasikan saja. Katakan apa yang membuatmu gak bisa memenuhinya. Asal kamu selalu jujur, orang lain juga akan bisa memahaminya kok.

Baca Juga: 5 Cara Mengusir Rasa Bosan dalam Hidup, Biar Lebih Seru!

4. Gak bisa memenuhi harapan orangtua

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu KokUnsplash.com/antoinepb_

Gak jarang memang terjadi kesalahpahaman soal menjadi anak yang berbakti pada orangtua. Apakah menjadi anak yang berbakti pada orangtua berarti harus selalu bisa memenuhi harapan mereka, menjadi seperti yang mereka mau?

Bagaimana jika harapan orangtua terlalu muluk atau benar-benar berbeda dari keinginan anak? Haruskah anak selalu mengorbankan keinginannya sendiri demi memenuhi harapan orangtua?

Haruskah anak sampai begitu tersiksa dalam berjuang untuk menjadi seperti yang orangtua inginkan? Kalau begini, malah jadi gak adil buat anak, kan? Oleh karena itu, perbaikilah mindset-mu.

Kamu akan tetap menjadi anak yang berbakti sejauh gak pernah sengaja berbuat jahat pada keduanya dan mempermalukan mereka. Malah, kamu membuat keduanya bangga dengan berbagai cara yang mungkin gak pernah mereka bayangkan karena faktor perbedaan zaman.

5. Gak bisa mempertahankan hubungan

Gak Perlu Menyalahkan Diri karena 5 Hal Ini, Bukan Salahmu KokUnsplash.com/han_2_cool

Yakin deh, siapa pun yang berakal sehat gak ada yang punya cita-cita membina hubungan asmara seumur jagung. Semua tentu inginnya hubungan yang sehidup semati. Namun cerita hidup siapa yang tahu, kan?

Sejauh kamu gak gampang minta pisah dari pasanganmu, sudah melakukan segala upaya terbaik untuk mempertahankan hubungan itu, dan mau mengurangi ego; itu sudah cukup. Bahwa pada akhirnya hubungan kalian betul-betul tak terselamatkan lagi, ya sudah.

Mungkin memang itulah yang terbaik untuk kalian. Ketimbang terus berada dalam hubungan yang sudah hampa banget atau bahkan toksik. Selalu saling menyakiti, bahkan sangat mungkin anak ikut terkena imbasnya.

Rasa bersalahmu untuk kelima kondisi seperti di atas memang kerap kali gak terelakkan. Muncul begitu saja. Namun begitu kamu menyadari munculnya rasa bersalah itu, bergegaslah membuat batasan agar kamu gak berlebihan menyalahkan diri sendiri.

Jangan hanya selalu berpikir, 'Seharusnya aku bisa melakukan yang lebih baik.' Kamu juga perlu belajar mengapresiasi diri dengan, 'Aku tidak bisa mengendalikan segalanya, tetapi aku sudah mencoba melakukan yang terbaik.' Paham, kan?

Baca Juga: 5 Caranya Supaya Bisa Keluar dari Zona Nyaman, Hidup Bebas Stagnan!

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya