Comscore Tracker

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu 

Mereka ada, tetapi jangan sampai memengaruhimu

Kamu memang bisa memilih teman-teman dekatmu. Tetapi gak mungkin juga kamu benar-benar menutup pintu pada teman yang punya kebiasaan kurang baik. Walaupun gak dekat, mereka pasti ada di sekitarmu. Yang bisa dilakukan adalah menjaga diri agar kamu gak terpengaruh oleh sifat buruk mereka.

Terlebih saat kamu masih dalam masa pencarian jati diri. Sedikit saja lengah, kamu bisa menjadi seperti mereka. Kebiasaan buruk yang gak perlu dicontoh tentu banyak macamnya. Namun setidaknya ada 6 hal yang utama, yaitu:

1. Terlalu santai menghabiskan waktu dengan dalih mumpung masih muda 

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/zun1412

Santai gak dilarang, kok. Gak mungkin juga kita serius banget menjalani hari-hari. Nanti gampang stres. Tetapi pastikan santaimu masih dalam batas wajar. Bukan santai yang bikin kamu betah bermalas-malasan setiap hari. Masa muda gak selamanya, lho.

Lagi pula, energimu justru lagi besar-besarnya. Kecepatanmu mempelajari sesuatu yang baru juga lagi tinggi-tingginya. Sayang banget kalau disia-siakan cuma dengan rebahan atau mengejar kesenangan-kesenangan yang ternyata gak bermanfaat buat masa depanmu.

2. Menganggap sering bertikai sama teman itu wajar 

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/brett-sayles

Walaupun sesekali pasti ada masalah dengan teman, jangan meniru temanmu yang hobi cekcok sama siapa pun ya? Percaya deh, kalau dalam hubungan sering berantem, itu pasti ada yang keliru. Bukan lagi sesuatu wajar.

Mungkin kita kurang bisa menghargai perbedaan atau selalu ingin menang sendiri. Ketimbang bertengkar, akur tetap lebih baik. Kalian jadi bisa saling menolong kapan pun diperlukan. Hubungan pertemanan jadi adem dan bisa saling mendukung dalam hal-hal yang baik.

3. Kalau ada masalah, lari ke hal-hal negatif 

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/rebcenter-moscow-179322

Narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, tawuran, dan sebagainya mungkin jadi pilihan beberapa temanmu saat merasa tertekan oleh masalah apa pun. Mereka merasa tawuran bisa membebaskan kemarahan dalam diri mereka. Atau dengan mengonsumsi narkoba dan miras, serta terlibat pergaulan bebas; mereka merasa bisa sejenak melepaskan diri dari impitan masalah.

Jangan sampai kamu menirunya, ya? Kalaupun kamu ada masalah dan merasa gak ada orang yang tepat untukmu mencurahkan isi hati; kamu bisa mencoba menulis, melukis, main alat musik, berolahraga, membaca buku motivasi, atau melakukan kegiatan-kegiatan positif lain yang bisa mendatangkan ketenangan.

Bisa juga bergabung dalam kegiatan amal biar kamu gak merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia ini. Kalau masalahmu gak bisa lagi kamu tanggung sendirian sementara kamu tetap gak nyaman bercerita dengan orang-orang di sekitarmu, hubungi seseorang yang ahli seperti psikolog untuk berkonsultasi.

Baca Juga: 5 Alasan Pentingnya Kenal dan Dekat dengan Teman-teman Pasanganmu

4. Sedikit-sedikit minta uang atau barang-barang mahal pada orangtua

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/minan1398

Mungkin ada temanmu yang sering banget minta uang ke orangtuanya demi bisa main ke mana-mana. Atau selalu minta ganti ponsel setiap ada produk terbaru. Walaupun orang tuamu terbilang mampu, sebisa mungkin kamu jangan sering-sering minta uang pada mereka ya?

Kalau untuk biaya sekolah atau kuliah, tentu boleh. Namun jika hanya untuk mengikuti keinginan main dengan teman apalagi mengejar produk-produk terbaru, jangan deh. Selagi barang yang lama masih dipakai, gak usah gonta-ganti.

Selain uangnya bisa ditabung untuk masa depanmu atau keperluan keluarga yang lebih penting, kamu juga harus sadar betapa lelahnya orang tuamu mencari uang setiap hari. Jangan sampai mereka mendapatkan uang dengan susah payah, tetapi kamu menghabiskannya dengan mudah sekali.

5. Bersikap gak sopan pada orang yang lebih tua dan sok-sokan pada yang lebih muda 

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/olly

Batasan sopan bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang. Tetapi setidaknya kamu gak pernah membentak orang yang lebih tua apa pun masalahnya. Jika mereka kesulitan menggunakan peralatan berteknologi, sabarlah dalam mengajari.

Walau itu bukan orang tuamu, tetap hormati. Jangan mentang-mentang kamu lebih kuat dan pintar lalu bersikap semena-mena. Ingat, mereka jelas sudah sampai di usia senja. Tetapi kamu belum tentu, kan? Jadi gak usah bertingkah.

Kalau pada orang yang lebih tua harus sopan, bukan berarti pada yang lebih muda kamu boleh bersikap semaumu. Ingat, dewasa bukan cuma soal usia. Kamu baru bisa disebut dewasa kalau sudah bisa bersikap lebih bijaksana dan mengayomi. Jadi jangan sampai kamu ikut-ikutan temanmu melakukan perundungan pada junior-junior kalian.

6. Mau melakukan apa saja atas nama solidaritas 

6 Hal yang Gak Boleh Kamu Contoh dari Teman-temanmu Pexels.com/zun1412

Punya rasa setia kawan itu baik. Namun tetap pahami konteksnya. Kamu harus bisa membedakan mana masalah kelompok, mana masalah pribadi. Kalau temanmu ada masalah pribadi dengan seseorang, biarkan dia menyelesaikannya sendiri. Kamu gak perlu ikut campur kecuali jika dimintai saran.

Apalagi sampai membela temanmu yang jelas-jelas bersalah. Nanti duniamu terbalik. Kamu membela mati-matian yang salah, sementara yang benar malah kamu sudutkan. Kalau sudah seperti ini, kamu pasti akan terbelit banyak masalah dengan siapa pun. Apa enaknya hidup begini?

Pengaruh pertemanan memang gak bisa dipandang sepele. Kamu perlu pintar-pintar memilih mana yang bisa dicontoh dan mana yang harus dihindari. Semua demi kebaikanmu sendiri.

Baca Juga: 5 Trik Mudah untuk Bisa Akrab dengan Teman-teman dari Pasangan

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya