Comscore Tracker

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan Eksternal

#IDNTimesLife Yuk, semangat lagi!

Pernah atau malah lagi merasa hopeless? Gak apa-apa, gak perlu malu mengakuinya. Kayaknya memang gak ada satu orang pun di dunia ini yang gak pernah merasa putus asa.

Paling gak, benar-benar sudah di ambang keputusasaan. Kira-kira kenapa ya, kamu bisa merasa hopeless sekalipun kamu sebenarnya tergolong pribadi yang tangguh? Uraian berikut ini akan menjawab pertanyaanmu. Cekidot!

1. Menghadapi kesulitan tingkat tinggi

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan EksternalIlustrasi rasa bingung (pexels.com/gabby-k)

Bukannya kamu gampang minder. Kamu justru tahu banget cara mengukur kemampuan diri. Lalu pada suatu titik, kamu dihadapkan pada tantangan atau tugas yang jauh melebihi kemampuanmu mengatasinya.

Ketidakseimbangan ini bisa membuatmu merasa hopeless. Makin gak imbang, makin cepat pula kamu kehilangan harapan bakal bisa menyelesaikannya. Baru tahu tantangan atau tugasnya saja, kamu sudah langsung lemas.

2. Merasa telah melakukan segala cara, tetapi gak kunjung berhasil

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan EksternalIlustrasi keputusasaan (pexels.com/eman-genatilan-3459781)

Kamu gak gampang menyerah oleh tantangan yang ada. Kamu bahkan berusaha untuk mengatasinya sebaik mungkin dengan mencoba berbagai cara. Sayangnya, usahamu gak kunjung menunjukkan hasil.

Saat baru beberapa kali mengalami kegagalan, kamu malah merasa makin tertantang. Semangatmu menjadi bertambah. Namun lama-kelamaan, kamu merasa capek juga dan hampir yakin kamu memang gak akan pernah bisa mengatasinya.

3. Sangat berharap bantuan, tetapi gak mendapatkannya

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan EksternalIlustrasi keputusasaan (pexels.com/fahmy-danar-sutisna-2178657)

Ibaratnya, kamu sudah menjerit-jerit meminta tolong. Namun sampai suaramu habis, tak seorang pun datang dan mengulurkan tangannya. Padahal, kamu gak berteriak-teriak di ruang kosong.

Ya, ketidakpedulian orang-orang di sekitarmu memang bisa sangat melumpuhkan semangatmu. Makin kamu berharap pertolongan dan tidak terpenuhi, makin kamu gak bisa melihat cara lain untuk membebaskan diri dari kesulitan.

Baca Juga: 5 Cara Tepat Menakar Espektasi Tanpa Mengurangi Motivasi

4. Gak mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarmu

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan EksternalIlustrasi keputusasaan (pexels.com/alex-green)

Sebenarnya, kamu gak lagi minta apa-apa dari orang lain. Kamu tahu bahwa menyelesaikan suatu tugas, masalah, atau tantangan adalah kewajibanmu. 

Jadi, kamu akan tetap melakukannya sendiri. Hanya saja, kamu butuh support dari orang-orang terdekatmu buat meyakinkan kalau kamu akan bisa melakukannya. Saat ini gak diperoleh, sedikit banyak kamu pasti akan loyo.

5. Mentalmu dibikin down oleh orang lain

5 Hal yang Membuatmu Hopeless, Ada Faktor Internal dan EksternalIlustrasi keputusasaan (pexels.com/thnhphng1520)

Memang ada kan, orang yang seperti ini? Entah kepuasan seperti apa yang dirasakannya saat berhasil bikin down mental orang lain, yang jelas kamu mengalaminya.

Kamu mungkin ditakut-takuti. Kemampuanmu diremehkan sampai kamu berpikir mereka memang benar dan seharusnya kamu menyadarinya. Kalau kamu berada di dekat orang toksik begini, lekas-lekas menjauh, ya!

Dari sebab-sebab di atas, bisa disimpulkan bahwa rasa putus asa gak selalu berarti kamu lemah. Benar, kamu harus terus menambah kemampuanmu dalam menumbuhkan dan menjaga harapan.

Akan tetapi, gak perlu sampai merasa buruk banget hanya karena kamu lagi hopeless. Tenangkan diri terlebih dahulu dan kenali penyebabnya agar kamu bisa mengubah keputusasaan menjadi semangat dan harapan baru.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kamu Kerap Kali Kekurangan Motivasi dalam Hidup

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya