Comscore Tracker

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku 

#IDNTImesLife Jadikan bahan renungan, ya? 

Kalau kamu dikasih uang saku terus sama sekali gak dipakai, mungkin orangtuamu malah sedih. Kenapa? Karena bisa memberimu uang saku menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Bahkan bagi mereka, itu bagian dari kewajiban.

Namun kalau kamu selalu boros dalam menggunakan uang saku sampai habis sebelum waktunya dan minta lagi, tentu orangtuamu akan mengelus dada. Mengeluhkan langsung di hadapanmu mungkin gak. Mereka terlalu sayang sama kamu buat mengatakan rasa beratnya.

Tetapi ayolah, kamu kan bukan anak kecil lagi. Jadilah lebih peka dan bisa menghargai hasil kerja keras orangtuamu. Coba renungkan 5 hal ini.

1. Dalam keadaan kurang sehat pun, orangtuamu tetap bekerja demi bisa mencukupi kebutuhanmu

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku Unsplash.com/hngstrm

Coba lihat kembali riwayat kesehatan orangtuamu. Syukur jika mereka terbilang masih sehat. Namun jika ada yang sudah lama menderita penyakit berat, seberapa sering orangtuamu gak pergi bekerja?

Bukankah sebisa mungkin mereka tetap bekerja setiap hari demi mendapatkan penghasilan? Ibaratnya, kalau badan belum tumbang, belum akan minta libur. Padahal kamu juga merasakan sendiri.

Saat kamu masuk angin sedikit saja, rasanya sudah gak enak banget dan cuma ingin tiduran terus. Jadi dengan perjuangan segigih itu, masa kamu akan menyia-nyiakan hasilnya?

2. Rela makan dan berpakaian seadanya, yang penting kamu sejahtera 

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku Unsplash.com/hobiindustri

Orangtuamu mungkin sering bilang sudah makan atau sudah kenyang selagi kamu akan menyantap hidangan. Padahal aslinya bisa jadi belum makan sejak pagi. Mereka hanya mendahulukanmu, biar kamu gak sungkan kalau mau menghabiskan semuanya.

Nanti kalau makanmu bersisa, baru mereka akan menghabiskannya. Begitu pula dengan pakaian. Dari waktu ke waktu pakaian mereka itu-itu saja selagi kamu belanja baju baru terus.

Tentu mereka gak akan melarangmu berbelanja. Namun jika kamu bisa lebih bijaksana menggunakan uang sakumu, mereka pasti akan lebih lega. Gak ketar-ketir kelak kamu akan hidup terbelit kesulitan ekonomi karena gak pandai mengelola uang.

3. Di tengah surutnya penghasilan, berusaha memberimu uang saku yang layak biar kamu gak malu sama teman-temanmu 

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku Unsplash.com/mkkkun

Bukan cuma anak yang wajib menjaga kehormatan orangtua. Orangtua yang baik juga akan merasa wajib menjaga anak-anaknya dari rasa malu. Salah satunya, dengan berusaha memberikan uang saku yang layak.

Biar kamu gak diejek teman-temanmu. Biar kamu juga bisa jajan saat teman-temanmu jajan. Sesulit apa pun kondisinya, mengurangi apalagi meniadakan uang saku adalah pilihan terakhir yang akan diambil orangtuamu.

Jika kamu sedih saat uang sakumu dipotong karena orang tua sedang kesulitan keuangan, percayalah, hati orangtuamu lebih teriris lagi. Merasa sangat bersalah telah menyeretmu dalam situasi yang gak mengenakkan itu.

Baca Juga: 8 Tanda Orangtua Belum Bisa Bersikap Dewasa pada Anak 

4. Orangtuamu mencari nafkah rupiah demi rupiah, masa kamu gampang banget menghabiskannya?

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku Unsplash.com/hobiindustri

Gak setiap hari orang berdagang pasti ada yang membeli. Kalaupun ada yang membeli, dikurangi modal, untungnya mungkin jadi gak seberapa. Kira-kira seperti itulah orang bekerja.

Bahkan jika orangtuamu bekerja tetap di suatu kantor, hitung berapa jam yang dihabiskannya setiap bulan untuk bisa membawa pulang sejumlah penghasilan. Itu baru jam kerjanya. Belum banyaknya tugas yang harus diselesaikan, besarnya risiko dari pekerjaannya, dan sebagainya.

Sekarang kamu mungkin belum merasakannya. Tetapi justru karena itulah kamu perlu belajar lebih bijaksana menggunakan uang saku. Biar kamu gak kaget saat kelak harus membanting tulang demi sejumlah rupiah.

5. Sebagian uang saku yang ditabung pada akhirnya akan bermanfaat untuk dirimu sendiri 

Yuk, Hargai Peluh Orangtua dengan Gak Memboroskan Uang Saku Unsplash.com/denizgocmeen

Gak ada yang bisa memastikan masa depan, kan? Maka yang terbaik ialah selalu berjaga-jaga. Kalau kamu bisa menyisihkan uang saku untuk ditabung, suatu saat benar-benar butuh, kamu bisa menggunakannya. Gak perlu lagi minta pada orangtua.

Misalnya, sudah lulus kuliah dan perlu uang tambahan untuk mengirimkan berkas-berkas lamaran kerja. Atau bahkan, untuk modal kamu merintis usaha sendiri. Mumpung masih ada yang memberi uang saku, manfaatkan sebaik mungkin gak cuma untuk saat ini melainkan juga bagian dari mempersiapkan masa depan.

Ya, mencukupi kebutuhan anak memang kewajiban orangtua. Tetapi bukan lantas kamu bebas menghamburkan uang sakumu ya? Kalau belum bisa cari uang sendiri, setidaknya kamu harus bisa menghargai orang yang telah mencarikanmu uang.

Baca Juga: Jadi Support System, 6 Zodiak Ini Selalu Memberi Motivasi Hidup 

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya