Comscore Tracker

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuan

Penting, tapi juga harus lihat kenyataan

Punya rumah sendiri barangkali impian semua orang. Akan tetapi dalam usaha untuk memilikinya, kita kerap terbentur pada realitas yang ada. Harganya yang tinggi mesti disiasati dengan hati-hati. Tahan ambisi daripada ekonomi sulit di kemudian hari.

Waspadai pula desakan orang-orang di sekitar agar kita membeli rumah sekarang juga. Walau alasannya masuk akal, yaitu harga tanah dan bangunan akan terus naik, kitalah yang paling tahu kemampuan diri. Mari bersikap realistis tanpa melupakan mimpi punya rumah pribadi, lewat lima hal di bawah ini.

1. Jangan memaksakan diri membeli rumah kalau belum benar-benar mampu

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuanilustrasi pindahan rumah (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Kita semua butuh tempat untuk bernaung. Namun, wujudnya tak harus rumah pribadi. Ada kos-kosan atau rumah dan apartemen yang bisa disewa selagi uang bakal beli rumah sendiri belum ada.

Pasalnya, selagi kita harus terus membayar cicilan, kebutuhan hidup juga tetap jalan. Jangan sampai kita justru kesulitan memenuhi pengeluaran rutin gara-gara gaji terpotong banyak untuk cicilan rumah. Apalagi buat kita yang harus membiayai anak, orangtua, atau keduanya. Berhitung dengan cermat menjadi kunci selamat.

2. Rumah yang kosong lebih baik disewakan atau dijual

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuanilustrasi menyewakan rumah (pexels.com/Ivan Samkov)

Terkadang kita terjebak pada perasaan rumah tidak boleh dihuni oleh orang lain. Nanti rumah malah rusak dan kotor. Padahal, membiarkan rumah dalam keadaan kosong selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun malah merugikan.

Gak ada pemasukan dan kita juga tidak menghuninya, tetapi harus tetap mengeluarkan uang buat biaya perawatannya. Dengan rumah disewakan, kebersihannya jelas terjaga serta pendapatan pasif pun mengalir ke kantong kita.

Namun, jika lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal kita sekarang dan menyulitkan kita untuk mengurus sewa, jangan ragu untuk menjualnya. Tak perlu takut uang hasil penjualan cepat habis asalkan kita segera memutarnya buat berinvestasi lagi. 

Baca Juga: 5 Hal yang Melemahkan Keinginanmu untuk Punya Rumah Sendiri

3. Mempercantik rumah kecil daripada terlalu berharap punya rumah yang lebih besar

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuanilustrasi pasangan (pexels.com/Kindel Media)

Rumah kecil yang asri akan terasa lebih menenteramkan buat ditinggali daripada terus menanti kemampuan membeli rumah yang lebih megah sambil ngekos. Misalnya, kita sebenarnya sudah mampu membeli rumah seharga Rp400-Rp500 juta.

Kenapa masih menunggu bisa membeli rumah senilai Rp1 miliar? Bahkan, jika kita punya uang sebanyak itu, separuhnya dapat digunakan untuk berinvestasi. Sehingga kita memperoleh rumah buat dihuni sekaligus masih punya investasi yang besar. 

4. Membeli rumah di pinggiran kota bahkan daerah lain yang lebih terjangkau

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuanilustrasi pindahan rumah (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau sekarang kita tinggal di pusat kota, harga rumah umumnya sudah tidak masuk akal untuk penghasilan kita. Alternatifnya adalah bergerak mencari rumah di pinggir kota. Bahkan, apabila pekerjaan kita gak menuntut pergi ke kantor setiap hari, membeli rumah di daerah yang berbeda juga bukan masalah.

Misalnya, awalnya kita merantau buat keperluan kuliah. Setelah lulus dan menjadi freelancer, kita masih betah di kota tersebut. Namun, seiring waktu kita membutuhkan rumah karena tidak mungkin selamanya indekos.

Jika harga rumah di daerah asal lebih terjangkau, pulang kampung saja dan beli hunian di sana. Walau berat rasanya meninggalkan hawa kota yang telah bertahun-tahun ditinggali, percayalah bahwa setiap daerah bakal makin berkembang.

5. Tidak menghabiskan gaji buat bayar cicilan rumah atau meludeskan tabungan buat beli lunas

5 Keputusan Realistis Terkait Rumah, Tidak Memaksakan Kemampuanilustrasi mendekorasi rumah (pexels.com/Blue Bird)

Sebab nilainya yang besar, membeli rumah memang tidak seperti membeli hal-hal lain. Perhitungannya harus cermat supaya kita bisa membayar cicilan sampai selesai. Bila membeli lunas pun, tabungan jangan dihabiskan.

Dana darurat wajib tetap ada. Pun pembangunan rumah yang dibeli terkadang belum selesai sepenuhnya. Sebut saja bagian dapur masih perlu ditambah sendiri. Begitu juga kalau ingin memasang pagar dan sebagainya. Jangan sampai rumah terbeli, tetapi saldo tabungan nyaris tak bersisa dan kita kelimpungan kala ada kebutuhan mendesak.

Saking inginnya kita memiliki rumah sendiri, kadang beragam cara dilakukan demi bisa kredit atau membayarnya lunas. Akan tetapi, cara begini amat berisiko buat kondisi keuangan kita. Jangan memaksakan diri kalau secara kemampuan belum siap. Sambil terus mengumpulkan uang, nanti ada saatnya buat kita dapat membelinya tanpa menimbulkan berbagai masalah.

Baca Juga: 5 Tips Bisa Beli Rumah Sendiri Walau Gaji Level Fresh Graduate

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya