Comscore Tracker

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!

Jangan malas membaca, itu modal utama lho!

Belakangan, menjadi penulis profesional banyak menarik minat generasi muda. Profesi sebagai seorang penulis dipandang sangat keren.

Namun tentu saja, untuk menjadi seorang penulis profesional dibutuhkan proses, kerja keras, dan kerja cerdas. Nah, inilah 9 hal penting yang harus kamu taati jika kamu ingin menjadi seorang penulis profesional.

1. Jangan pernah melakukan plagiat

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!pexels/Startup Stock Photos

Plagiat adalah dosa terbesar dalam dunia kepenulisan. Kalau kamu ingin menjadi seorang penulis, kamu harus menuliskan gagasanmu sendiri. Bukan menyalin tulisan orang lain lantas mengakuinya sebagai karyamu. Itu benar-benar kejahatan dan kamu tidak bisa menggunakan alasan masih pemula atau baru belajar menjadi penulis untuk membenarkan aksimu ini.

Tidak ada penulis yang bisa besar dari memplagiat karya orang lain. Yang ada justru karier menulisnya meredup bahkan hancur akibat melakukan plagiat. Percayalah pada kemampuanmu sendiri dan gagasan-gagasanmu.

Memang, tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini termasuk ide. Tetapi itu sangat berbeda dengan plagiat. Ide boleh jadi sama. Namun, sudut pandang dan gaya pemaparan setiap orang pasti berbeda. Di sinilah kamu harus menemukan tempatmu dan memberikan warnamu sendiri.

2. Jangan takut dengan penolakan naskah

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/Free-Photos-242387

Segala hal di dunia ini bekerja dengan prinsip seleksi alam. Jadi, jangan berlebihan jika mendapati sejumlah karyamu berguguran di meja redaksi. Kalau kamu tidak menyerah terlalu pagi, terus berkarya dan berusaha memublikasikannya lewat jalur seleksi, kamu mungkin akan mendapati karyamu yang berhasil dimuat atau terbit jauh lebih sedikit daripada karyamu yang tumbang di sepanjang jalan.

Jangan cemas. Itu sama sekali bukan masalah. Kalau sedikit naskah yang naik ke permukaan itu memang naskah-naskah yang menunjukkan kematanganmu dalam menulis, kenapa meributkan naskah-naskah yang mungkin memang masih butuh begitu banyak perbaikan?

Selagi naskah-naskahmu berhasil melewati seleksi terbit, kamu bisa memperbaiki naskah-naskah lamamu atau menulis naskah baru. Kalau ini terus kamu lakukan, kamu akan mendapati dirimu juga terus tumbuh dan bukannya terhenti hanya oleh sejumlah penolakan naskah.

3. Jangan malas membaca!

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/Free-Photos-242387

Kalau kamu ingin menjadi pembicara yang baik, kamu juga harus mampu menjadi pendengar yang baik. Kalau kamu ingin menjadi penulis yang penanya tajam, kamu juga harus menjadi pembaca yang giat.

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat membaca untuk siapa pun. Apalagi bagi seorang penulis, membaca tak ubahnya bahan bakar supaya kendaraan bisa tetap bergerak. Bahkan rajin membaca adalah cara yang paling efektif untuk belajar menulis.

Membaca tidak hanya menambah pengetahuan dan memperkaya kosakata. Namun juga mengajarkan cara berpikir yang runtut, cara memaparkan gagasan-gagasan, cara melihat satu persoalan dari berbagai sudut pandang, cara membuat cerita terasa mengalir, dan banyak lagi.

Kalau kamu sendiri tidak suka atau tidak mau membaca karya-karya yang telah terlebih dahulu ada, kamu juga tidak bisa berharap orang lain akan mau membaca karyamu.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kamu Kekurangan Ide Brilian, Penulis Pasti Paham!

4. Temukan karaktermu

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/Free-Photos-242387

Menemukan karakter diri dalam menulis memang suatu proses. Namun jika kamu telah menaati 3 poin sebelumnya, proses ini sangat bisa dipercepat. Di awal menekuni dunia kepenulisan, kamu mungkin ingin meniru gaya menulis penulis favoritmu. Tetapi kamu akan segera tahu bahwa di dunia ini memang sebaiknya hanya ada satu A, satu B, satu C, dan seterusnya. 

Artinya, kamu harus memberi kesempatan untuk karaktermu sendiri mencuat. Kamu tidak akan bisa tampil di depan jika terus berada di bawah bayang-bayang karakter penulis lain bahkan jika itu penulis favoritmu. Penulis favoritmu adalah satu hal, tetapi menemukan dan memperkuat karaktermu sendiri adalah tugas besarmu.

Saat kamu sudah menemukan karaktermu sendiri, tulisan-tulisanmu akan meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam di benak para pembaca. Tulisanmu menjadi lebih mudah dikenali dan dirindukan oleh mereka.

5. Duduk dan selesaikan naskahmu

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pexels/stockpic

Terdengar mudah ya? Hanya duduk dan menyelesaikan naskah. Tetapi ini justru kerap menjadi yang paling sulit ditaklukkan penulis pemula. Padahal, naskahmu menjadi berarti hanya ketika telah selesai, siap dinikmati orang lain. Siapa yang mau membeli dan membaca naskah yang belum selesai?

Butuh komitmen yang sangat tinggi untuk 'sekadar' duduk dan menyelesaikan naskah. Tak sedikit yang sampai lebih dari sepuluh purnama pun naskah pendeknya tak juga kelar. Makin panjang naskah yang harus kamu tulis, komitmenmu untuk menyelesaikannya juga harus makin kuat.

6. Jangan tajam hanya pada karya orang lain, tetapi tumpul pada karya sendiri

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/voltamax-60363

Banyak orang bisa seketika menjelma 'kritikus hebat' untuk karya orang lain. Namun seketika kehilangan taji saat berhadapan dengan naskahnya sendiri. Seperti peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. 

Nah, kalau kamu ingin menjadi penulis profesional, kamu harus bertanya pada dirimu sendiri. Apakah selama ini kamu hanya sibuk mencela karya orang lain atau kamu juga sudah cukup kritis pada naskahmu sendiri?

7. Jangan lelah mencari jalan publikasi untuk naskahmu

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/ReadyElements-8569947

Naskah sudah selesai tetapi tugasmu belum. Ya, kamu masih harus mencarikan jalan untuk memublikasikan naskah-naskahmu. Bisa ke media massa cetak maupun digital untuk naskah pendek, penerbit untuk naskah buku, atau rumah produksi untuk naskah skenario.

Setelah sekian lama berkutat dengan naskah, kamu akan kembali diuji di sini. Seperti poin 2, kamu mungkin akan sering mengalami penolakan. Tetapi jangan lantas berkecil hati dan berhenti menawarkan naskahmu pada media massa, penerbit, atau rumah produksi.

Kalau naskahmu ditolak, sebelum dikirim kembali ke media massa, penerbit, atau rumah produksi yang lain; kamu harus membacanya lagi bahkan mungkin sampai beberapa kali. Perbaiki dahulu yang masih perlu diperbaiki. Lalu bagaimana jika naskahmu terlalu lama digantung nasibnya? Kamu sangat berhak untuk mencabutnya. Tentu, lakukan itu secara baik-baik, ya.

8. Hargai rekan kerjamu

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/LubosHouska-198496

Meski menjadi penulis tampak seperti pekerjaan individual, tentu saja sebenarnya penulis tidak betul-betul bekerja seorang diri sampai karya-karyanya bisa dimuat atau diterbitkan, terpajang di toko-toko buku, dan akhirnya mendarat juga di tangan pembaca. Rekan kerja penulis justru sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah bahkan negara.

Ada editor, ilustrator, penerjemah, desainer grafis, distributor, tim penjualan, peresensi, dan banyak lagi. Sebagian besarnya memang tidak pernah bertemu secara langsung. Namun berkat kerja sama yang baik dengan begitu banyak pihak itulah, karyamu bisa tampil menarik dan tersebar luas.

Maka jadilah sosok yang bersahabat dengan siapa pun dan jangan merasa hanya kamulah yang bekerja keras untuk suatu karya. Ada terlalu banyak tangan yang ambil bagian dalam setiap pencapaianmu.

9. Sayangi pembacamu

9 Hal Penting untuk Menjadi Penulis Profesional, Semangat Ya!Pixabay.com/rawpixel-4283981

Saat karyamu terpublikasi secara luas, pembacamu datang dari berbagai kalangan. Sayangi mereka. Meski sama seperti rekan kerjamu yang kebanyakan tak pernah kamu temui secara langsung, rasa sayangmu yang mendalam pada pembacamu akan membuatmu lebih bertanggung jawab pada tulisan-tulisanmu.

Betapa pun kamu tidak bisa memuaskan setiap pembaca dengan tulisanmu, paling tidak kamu tentu tidak akan sengaja mengecewakan mereka dengan membuat tulisan yang sembrono, asal jadi. Kamu juga akan lebih konsisten dalam berkarya karena kamu tahu dan menghargai betul para pembaca yang telah menyukai karakter tulisanmu pasti juga selalu menantikan karya-karya terbarumu.

Nah, itulah 9 hal penting yang harus kamu terapkan jika kamu ingin menjadi seorang penulis profesional. Semoga cita-citamu tercapai dan jangan mudah menyerah ya.

Baca Juga: Plagiarisme: Kesalahan Tak Termaafkan dalam Karya Tulis

Marliana Kuswanti Photo Community Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You