Comscore Tracker

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!

#IDNTimesLife Benar-benar mulutmu harimaumu

Bagi banyak orang, berbicara yang baik sudah menjadi keharusan. Baik terkait isinya, baik pula pilihan kata-katanya. Mereka akan merasa sangat menyesal jika gak sengaja berbicara yang buruk, apalagi bila berkaitan dengan orang lain.

Namun ada pula lho, yang justru menganggap berbicara baik itu tak ubahnya kemunafikan. Upaya hanya agar dikagumi banyak orang. Orang yang seperti ini gak akan berpikir dua kali untuk berbicara buruk.

Menimbang perasaan orang sudah gak ada dalam pikirannya. Yang ada hanyalah mengikuti dorongan untuk bicara. Bahkan kebenaran pun kadang dikesampingkan. Duh, jangan sampai kita begini, ya! Soalnya ...

1. Kalau itu tuduhan, jelas belum tentu benar

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!Unsplash.com/matheusferrero

Sesuatu mungkin tampak sudah amat meyakinkan di mata kita. Namun kebenaran siapa yang tahu bukan? Apalagi jika memang sebenarnya kita gak tahu persis duduk perkaranya.

Mungkin hanya mendengar dari orang-orang di sekitar kita. Bagaimana kalau kita telanjur ikut mengembangkan tuduhan pada seseorang dan ternyata itu gak benar?

Yakin kita akan berani meminta maaf langsung pada orangnya dan ikut menyebarkan klarifikasinya? Paling-paling cuma pura-pura gak pernah menuduh, kan? Atau, menghapus tulisan yang berisi tuduhan jika kita mengunggahnya di medsos.

2. Kalau itu celaan, jelas kita gak lebih baik dari yang dicela

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!Unsplash.com/marilezhava

Jika kita lebih baik daripada orang yang dicela, kita gak akan mencelanya. Kalaupun ada yang perlu dikritisi, kita selalu fokus pada perilakunya. Bukan habis-habisan mencela pribadinya.

Kalau kita suka asal mencela orang, boleh jadi sebenarnya kita cuma dengki, lho. Bila begini, orang gak melakukan keburukan pun pasti ada saja yang bisa kita cela darinya. Itu karena hati kita telanjur kotor.

3. Kalau itu sindiran, berarti kita gak punya nyali untuk berhadapan langsung dengan orangnya

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!Unsplash.com/chernus_tr

Menyindir sudah pasti gak dilakukan secara langsung. Misalnya, kita seperti sedang mengobrol dengan A. Namun isi obrolannya sebenarnya hanyalah untuk menyindir si B yang kebetulan sedang berada di dekat kita.

Begitu pula di media sosial. Gak berani langsung menyebut nama apalagi nge-tag akunnya, tetapi isinya sangat mengarah pada seseorang. Kalau asli punya nyali sih, langsung saja ngomong ke orangnya.

Baca Juga: 10 Chat Pelamar Kerja yang Bikin Emosi tapi Kocak, Gak Sopan Sih!

4. Sudah pasti kita gak bisa menelan kembali kata-kata yang telanjur terlontar

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!Unsplash.com/danielmonteirox

Inilah penting menjaga ucapan. Ucapan gak seperti benda yang kalau sudah diberikan masih mungkin diambil kembali dengan utuh. Barangkali, kita masih berpikir untuk meminta maaf saja kalau kepepet.

Namun meminta maaf pun belum tentu bisa menghapus luka yang telanjur dibuat. Seharusnya kita merasa gak enak kan, kalau sering melukai siapa pun dengan ucapan? Di benak orang lain, kita sudah ditandai sebagai orang yang gak bisa menjaga lidah.

5. Perkataan adalah cerminan diri

5 Sebab Gak Boleh Asal Bicara tentang Orang Lain, Memicu Konflik!Unsplash.com/serjosoza

Orang yang baik akan cenderung mengatakan yang baik-baik. Begitu juga sebaliknya, orang yang gak baik gak akan tahan selamanya pura-pura baik dengan berbicara manis.

Sekuat-kuatnya usaha untuk menutupi sifat asli, pasti jebol juga dan perkataan buruk pun membeludak. Jadi, sukar memang untuk orang lain memercayai kita orang baik jika ucapan pun gak terjaga. 

Untuk menghindarkan diri dari sembarang berbicara buruk terkait orang lain, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti gak lekas termakan omongan orang tentangnya dan mengutamakan berpikir positif.

Jangan lupa, kita juga bisa meminta klarifikasi terlebih dahulu dari yang bersangkutan bila diperlukan. Bukan malah mengambil kesimpulan sendiri, gak memberikan kesempatan orang lain menjelaskan, atau nyeyel dengan pendapat sendiri.

Menjaga ucapan itu bukan cuma menjaga perasaan orang lain melainkan yang terutama ialah menjaga kehormatan diri sendiri. Jadi, sudah seharusnya dilakukan.

Baca Juga: 5 Perilaku Tidak Sopan di Indonesia tetapi Dianggap Sopan di Finlandia

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya