Comscore Tracker

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa 

Biar lebih rileks 

Pernah gak sih, merasa kalau setelah kita dewasa, hidup kita jadi tegang terus? Apa-apa dirasakan sebagai beban, sedikit-sedikit jadi masalah. Sampai lama-kelamaan kita jadi jarang tertawa. Kalau sudah begini, suka kangen gak dengan saat kita masih kecil?

Nah, biar hidup gak tegang banget, gak ada salahnya kita mengingat kembali beberapa sifat anak-anak dan mencoba menerapkannya pada kehidupan masa dewasa kita. Di antaranya 7 sifat ini:

1. Menemukan kesenangan dalam setiap hal, bahkan yang paling sederhana 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/chuklanov

Anak-anak suka diajak pergi ke kebun binatang. Juga ke tempat-tempat bermain yang ada di pusat perbelanjaan. Tetapi kenyataannya, anak-anak juga gak pernah kehilangan ide untuk menjadikan benda apa pun di sekitarnya sebagai mainan.

Seperti mengubah kantong plastik bekas berbelanja menjadi pakaian atau topi. Mereka sama senangnya bermain dengan mainan mahal maupun benda-benda yang nyaris gak ada harganya. Ini menandakan bahwa kebahagiaan itu dekat dan simpel. Gak perlu terlebih dahulu bergelimang kemewahan baru bahagia.

2. Kalau berantem gak lama, habis itu akur lagi seperti gak pernah terjadi apa-apa 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/wegenerb

Bayangkan alangkah berbedanya dengan kebanyakan dari kita. Sekali bertengkar, akur kembali bisa jadi cuma sebatas mimpi. Kita sering terlalu memasukkan ke dalam hati hal-hal yang gak perlu.

Kita terus mengingat-ingat kesalahan setiap orang, mengungkitnya di hadapan orang lain, dan cenderung melebih-lebihkannya. Ini membuat seiring waktu kita justru makin sulit memaafkan. Kalaupun terlihat akur lagi, kadang cuma basa-basi.

3. Antusias dengan hal-hal baru 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/davidjboozer

Selagi anak-anak punya rasa ingin tahu yang besar sehingga mereka bersemangat setiap berhadapan dengan sesuatu yang baru, kita yang sudah dewasa justru kerap merasa takut. Ada rasa khawatir gak akan bisa menyesuaikan diri dengan segala yang baru.

Kadang malah terlampau sinis memandang yang baru gak akan lebih baik daripada yang lama. Ini amat berbahaya. Bisa-bisa kita jadi gak pernah mau belajar dan menerima tantangan sesuai perkembangan zaman.

4. Sering punya niat baik membelikan ini itu dengan uang celengannya yang gak seberapa 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/quistian

Memang sih, anak-anak belum memikirkan kebutuhan hidup dan tanggungan-tanggungan lainnya. Namun sifat dermawan mereka juga perlu kita contoh. Dengan uang receh yang gak seberapa, anak-anak sering ingin membelikan orangtua mereka mobil, tiket pesawat, dan sebagainya.

Gak logis memang. Tetapi setidaknya mereka gak pelit, ada keinginan berbagi dengan orang yang mereka sayangi. Jadi kalau kita sudah punya penghasilan yang lumayan tetapi malah tambah kikir, seharusnya kita malu. Jelas kita perlu menjaga dan mengelola penghasilan sebaik mungkin. Namun jangan sampai terlalu terikat dengan materi ya?

Baca Juga: Beda Antara Ucapan dan Tindakan, 6 Zodiak Ini Punya Sifat Kontradiktif

5. Suka banget kalau dikasih peran dan tanggung jawab 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/jxnsartstudio

Coba deh, ajak anak-anak membantu memasak di dapur atau berkebun. Sekalipun pekerjaan mereka gak rapi, tetapi mereka senang kalau diberi kepercayaan. Lain dengan kita yang makin dewasa justru makin sering mencoba menghindari tanggung jawab.

Jangankan mengambil peran lebih yang berguna untuk orang banyak, mempertanggungjawabkan perbuatan sendiri pun kadang kita enggan. Maunya melarikan diri terus. Biar orang lain saja yang repot dan kita tinggal ikut menikmati bagian enaknya. Duh, gak boleh begini lagi ya?

6. Belum lama diajari tetapi sudah lancar bilang minta tolong, terima kasih, dan minta maaf 

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/dkfra19

Sedang kita yang sudah bertahun-tahun lamanya mengetahui pentingnya mengucapkan ketiga hal tersebut malah sering mengabaikannya. Kita merasa bebas merepotkan atau memerintah orang lain. Berpikir gak perlu lagi bilang terima kasih setelah jelas-jelas dibantu. Apalagi minta maaf, susahnya luar biasa seolah-olah kehormatan kita akan seketika ludes bila melakukannya.

7. Jatuh? Ya bangkit lagi!

7 Sifat pada Anak-anak yang Perlu Kita Bawa Sampai Dewasa Unsplash.com/catrionaobrian

Saat kaki anak belum kuat memijak, tak terhitung lagi berapa kali ia jatuh dan bangkit kembali. Sampai ia bukan hanya bisa berdiri tegak melainkan berjalan lalu berlari. Namun setelah bisa berlari pun, ia kerap jatuh saat bermain. Kadang menangis sebentar tetapi tak lama kemudian sudah kembali ceria dan tak mengeluhkan rasa sakitnya.

Itu pula yang sudah selayaknya terus kita terapkan di kehidupan masa dewasa kita. Kegagalan berkali-kali gak boleh bikin kapok. Coba terus sampai berhasil. Kalau kegagalan membuat kita sedih, ungkapkan kesedihan itu. Jika kegagalan bikin kita merasa lelah, ambil waktu untuk istirahat. Namun setelah rasa sedih dan lelah berangsur berkurang, ya kita usaha lagi.

Kalau 7 sifat anak-anak ini bisa terus ada dalam diri kita, dijamin kita akan lebih santai menjalani hari-hari. Santai sekaligus tetap fokus pada berbagai tugas penting kita sebagai orang dewasa. Segera aplikasikan ya?

Baca Juga: Zodiak Atraktif, Ini 5 Sifat Romantis yang Ada dalam Diri Libra 

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya