Comscore Tracker

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!

Mencerminkan karakter negatif dalam diri

Belakangan ini perilaku playing victim memang cukup marak ditemui. Entah itu yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar rumah maupun dalam lingkup dunia kerja. Mereka yang memiliki perilaku playing victim akan berperilaku seolah-olah jadi orang paling menderita meskipun sebenarnya ialah yang memancing suatu permasalahan terlebih dahulu.

Bagi sebagian orang, mungkin perilaku seperti ini sudah dianggap lumrah dan bukan suatu permasalahan. Padahal sebenarnya melanggengkan sikap playing victim bisa merugikan diri sendiri, lho. Jika kamu termasuk tipe orang yang hobi playing victim, berikut ini lima alasan mengapa perilaku tersebut sebisa mungkin harus dihindari.

1. Mencerminkan kamu sosok manipulatif

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/Andrea Piavquadio)

Pernahkah kamu mendengar serigala berbulu domba atau sosok bermua dua? Tentu saja ungkapan ini sudah sering berkeliaran di sekitar kita. Baik melalui ucapan yang kita dengar langsung maupun melalui media sosial. Dua ungkapan tersebut merupakan gambaran dari seseorang yang memiliki sikap manipulatif.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang sering melakukan playing victim? Secara tidak langsung, kamu turut menegaskan bahwa dirimu adalah sosok orang manipulatif. Kamu sangat ahli dalam menciptakan suatu perselisihan kemudian menempatkan dirimu seolah orang yang tidak tahu apa-apa dan berpura-pura menjadi pihak yang dirugikan.

2. Orang tidak akan lagi respek denganmu

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!ilustrasi mengobol (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kaeakter orang-orang dengan sikap playing victim memang sering bikin kita geleng-geleng kepala sendiri ketika sedang menyaksikannya. Ada saja ulah yang dilakukan untuk memancing suatu permasalahan serius, kemudia menyembunyikan dirinya dan muncul seolah-olah sebagai korban yang dirugikan.

Padahal perilaku seperti ini cepat atau lambat pasti diketahui, lho. Ibarat menyimpan bangkai, serapat apapun menutupnya baunya pasti akan tercium juga. Ketika orang-orang sudah tahu tentang karakter aslimu, bisa jadi kamu akan kehilangan respek dan tidak ada artinya di mata mereka.

Baca Juga: 5 Cara Hadapi Pacar Playing Victim, Coba Ajak Bicara Serius

3. Membangun karakter negatif dalam diri

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!ilustrasi menunduk (pexels.com/Cottonbro)

Memang tidak dapat dipungkiri jika penilaian orang lain juga didasarkan pada sikap dan juga perilaku yang ada dalam diri kita. Ketika mampu menampilkan karakter diri yang baik dan santun, orang juga akan menghargai. Begitupun sebaliknya ketika kita jsutru menampilkan karakter diri dengan aneka perilaku negatif.

Playing victim menjadi salah satu dari sekian perilaku kurang baik yang patut diwaspadai. Mungkin ketika pertama kali melakukan orang tidak akan mengetahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, jika hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin kedokmu akan terbongkar dan orang-orang menilaimu sebagai sosok yang memiliki karakter negatif.

4. Tidak akan dipercayai orang lain

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!ilustrasi mengobrol (pexels.com/SHVETS Production)

Kepercayaan adalah hal yang penting untuk dijaga. Bukan tanpa alasan, seseorang memberikan kepercayaan kepada diri kita juga bukan suatu hal yang gampang. Jika diibaratkan, kepercayaan seperti sebuah kaca. Sekali terhempas maka akan sulit untuk memperbaikinya kembali.

Inilah yang menjadi alasan mengapa perilaku playing victim sebisa mungkin harus dihindari. Perilaku suka berpura-pura menjadi seorang pesakitan pada akhirnya akan membuat orang-orang sadar terkait apa dan bagaimana karaktermu. Ketika hal ini terjadi, kamu tidak akan dipercayai lagi oleh orang lain.

5. Rentan disepelekan ketika kamu benar-benar sedang mengalami permasalahan

5 Alasan Mengapa Perilaku Playing Victim Harus Dijauhkan, Catat!ilustrasi pekerja di lift (pexels.com/Cottonbro)

Setiap dari kita pasti memiliki permasalahan hidupnya masing-masing. Entah itu masalah yang kecil dan mudah dipecahkan maupun permasalahan besar yang sering membuat hidup justru tambah rumit. Namun, tidak jarang permasalahan itu kamu ciptakan sendiri salah satunya dari perilaku playing victim.

Seseorang yang gemar playing victim akan sering memancing suatu permasalahan, tapi tidak mau bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Ia bahkan sering berpura-pura tidak tahu menahu. Namun, ketika orang-orang di sekitarmu sadar, kamu tidak akan lagi diperhatikan bahkan cenderung disepelekan, termasuk ketika sedang benar-benar terjebak permasalahan terberat sekalipun.

Playing victim memang menjadi fenomena yang marak ditemui. Kira-kira setelah mengetahui lima alasan di atas, apakah kamu masih berniat melanggengkan perilaku playing victim?

Baca Juga: 5 Ciri Teman Suka Playing Victim, Sering Lempar Kesalahan!  

Mutia Zahra Photo Verified Writer Mutia Zahra

Let's share positive energy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya