Comscore Tracker

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  

Nasihat warisan turun temurun, layak diresapi

Selain memiki kebudayaan yang beragam, masyarakat Jawa ternyata juga memiliki berbagai nasihat yang sarat akan makna hidup, lho. Nasihat tersebut sudah ada sejak lama dan merupakan pesan leluhur yang diwariskan turun temurun.

Meskipun terdengar singkat dan sederhana, nyatanya nasihat tersebut menyimpan makna yang mendalam. Masyarakat Jawa menjadikan nasihat tersebut sebagai pedoman dalam bertingkah laku agar terhindar dari keburukan. Yuk! simak beberapa nasihat Jawa berikut yang sarat akan makna hidup.

1. Becik ketitik ala ketara

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi orang Jawa (unsplash.com/Rendy Novantino)

Nah, ini dia salah satu nasihat pepatah Jawa kuno yang cukup populer. Nasihat satu ini mungkin sudah berulang kali kamu dengar, tapi tahukah kamu apa maksud dari nasihat tersebut?

‘Becik ketitik ala ketara’ mengandung arti bahwa sekecil apapun kebaikan maupun keburukan yang dilakukan suatu saat pasti akan terlihat. Maka dari itu, sudah sepatutnya kamu selalu menjaga tingkah laku kapan dan dimanapun berada.

2. Kena iwake aja nganti buthek banyune

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi mencari ikan (pixabay.com/Sasint)

Nasihat Jawa kuno ini juga punya makna hidup yang mendalam lho. ‘Kena iwake aja nganti buthek banyune’ kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti mendapatkan ikannya, jangan sampai membuat keruh airnya.

Maksud dari peribahasa tersebut adalah dalam kehidupan ini kamu boleh-boleh saja memiliki ambisi. Tapi harus diingat, jangan sampai ambisi tersebut justru membutakanmu sehingga kamu akan melakukan segala cara yang dapat menimbulkan kerusakan.

Baca Juga: 5 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah, Favorit Pendaki di Pulau Jawa!

3. Mikul dhuwur mendhem jero

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi pengantin Jawa (unsplash.com/Fahmj Ramadhan)

Nah, nasihat ini cukup sering didengar juga lho. ‘Mikul dhuwur mendhem jero’ jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti memikul setinggi mungkin dan mengubur dalam-dalam.

Makna dari kalimat tersebut adalah sebagai seorang anak sudah sepatutnya kamu harus mengangkat derajat dan kemuliaan orang tua setinggi-tingginya. Selain itu seorang anak juga harus selalu menjaga nama baik keluarga dengan tidak melakukan hal-hal tercela.

4. Sluman slumun slamet

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi dalang (unsplash.com/Dino Januarsa)

Kalau untuk pepatah ini sih berisi petuah keselamatan hidup. Nasihat ini mengandung filosofi bahwa dalam segala kegiatan semoga selalu dilindungi dan dianugerahi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.

Bagi orang Jawa keselamatan merupakan hal yang paling penting. Dengan memegang falsafah “sluman slumun slamet’ maka diharapkan akan membawa pada keselamatan. Tidak hanya keselamatan dunia, namun juga keselamatan di kehidupan akhir nanti.

5. Jalma angkara mati murka

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi penari Jawa (pixabay.com/Astrithea)

Nasihat ini jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan memiliki arti bahwa semua kemalangan yang terjadi merupakan akibat dari tindakan anarkis kita sendiri. Maka dari itu harus berhati-hati dalam setiap perbuatan.

Mengutamakan keserakahan kebencian, dan juga kemarahan justru tidak akan menyelesaikan masalah. Alih-alih keadaan segera membaik, yang ada tindakan tersebut justru dapat menimbulkan kerugian dan kesengsaraan.

6. Urip iku urup

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi orang Jawa (pexels.com/Wahyu widiatmoko)

Tahukah kamu, meskipun terdengar singkat nyatanya nasihat ini sarat akan makna hidup lho. ‘Urip iku urup’ jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka akan memiliki arti bahwa hidup itu menyala.

Sebagaimana lampu yang mampu memberikan penerangan, dalam hidup manusia juga diharapkan agar dapat memberi manfaat bagi yang ada di sekelilingnya. Sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya saling menolong dan memberi manfaat antar sesama.

7. Ngundhuh wohing pakerti

7 Nasihat Kuno Pepatah Jawa, Sarat akan Makna Hidup!  ilustrasi penari Jawa (pixabay.com/thenpx1)

‘Ngundhuh wohing pakerti’ jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti memetik buah dari perbuatan. nasihat ini menjelaskan bahwa segala perbuatan akan mendapat balasan yang setimpal.

Maka dari itu dalam menjalani kehidupan kamu harus betul-betul menjaga tingkah laku. Segala perbuatan baik yang dilakukan maka dapat membawa keselamatan bagi diri sendiri. Begitu pula dengan segala perbuatan buruk yang dilakukan maka akan membawa kerugian pada diri sendiri.

Nah, itu dia 5 nasihat pepatah Jawa kuno yang sarat akan nilai kehidupan, yuk! diresapi maknanya. Kira-kira nasihat mana nih yang pernah kamu dengar?.

Baca Juga: 5 Wisata Hutan Pinus di Jawa Timur, Seru buat Dijelajahi!

Mutia Zahra Photo Verified Writer Mutia Zahra

Be grateful of everything

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian

Berita Terkini Lainnya