Comscore Tracker

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental Illness

Nggak semudah kelihatannya, namun tetap bisa kamu latih!

Hidup kadang tidak semulus kelihatannya. Di balik sebuah senyuman, ternyata teman yang kita kenal sebagai sosok yang periang, memiliki sebuah mental illness. Ketika ia mempercayakan hal tersebut kepada kita dan mulai bercerita tentang kondisinya, tolong jaga kepercayaan itu baik-baik. Be a good listener and don't judge!

Nah, ternyata menjadi caregiver, atau pendamping seseorang dengan mental illness pun tidak sesimpel itu. Ada banyak hal yang harus kita pelajari dan kuasai sebelum memutuskan berkomitmen penuh untuk menjadi caregiver. Apa saja kah itu?

1. Being good listener is a must!

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental IllnessFreepik

Hal yang paling mendasar yang wajib dikuasai oleh para caregiver adalah menjadi pendengar yang baik. Ketika ia mulai menceritakan permasalahannya pada kita, berarti kita merupakan sosok yang bisa dipercaya olehnya. Don't break their trust, karena kepercayaan nilainya lebih berharga dari apapun.

Biarkan ia berkeluh-kesah pada kita, cukup siapkan telinga yang siap mendengar dan bahu yang siap untuk merangkul. Jangan sesekali menyela pembicaraan, memberikan saran yang tidak dibutuhkan, apalagi memberikan komentar negatif atau men-judge mereka. It's a big NO. Alih-alih membuatnya pulih, hal itu justru membuat mereka merasa tertekan dan makin terpuruk, lho.

2. Latih kesabaran kita sendiri

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental IllnessThe Brain Craft Company

Sebagai manusia yang juga memiliki perasaan, wajar-wajar saja jika kita merasa lelah dalam mendampingi teman yang memiliki mental illness. Kadang, kita lelah dengan permasalahan kita sendiri dan juga ingin dimengerti. Namun, ketika kita telah memutuskan untuk menjadi caregiver, jadilah sosok yang memiliki kesabaran lebih. 

Meskipun merasa jenuh, tunjukkan bahwa kita sabar dan mau mendampingi hingga mereka merasa lebih baik. Memang, waktu kita akan tersita cukup banyak dan kita kadang-kadang juga merasa terbebani oleh permasalahan mereka. Namun, percayalah bahwa kebaikan itu layaknya air: terus mengalir dan akan kembali kepada kita dalam wujud yang lain di masa yang akan datang.

3. Jaga komentar dan tidak meremehkan

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental IllnessBusiness Insider

Hal yang harus diperhatikan ketika menjadi pendamping bagi orang dengan mental illness adalah menjaga komentar kita. Jangan pernah mengeluarkan kalimat bernada meremehkan seperti, "Ah gitu aja kok dipikirin" "Gitu doang, banyak orang yang masalahnya lebih parah" atau "Kamu tuh kurang bersyukur, makanya lihat ke bawah dong" dan lain sebagainya. Bukannya membuat mereka feeling better, justru komentar tersebut akan memperparah kondisi mereka, lho!

Akan lebih baik jika kita memberi komentar yang positif atau kalimat yang bernada ajakan seperti: "Kamu kenapa? Cerita aja gak papa, aku siap dengerin kok" "It's okay, we will figure out this together" atau "Aku gak bakal ninggalin kamu sendirian, bilang aja kalau butuh apa-apa". Hal sesederhana pelukan atau genggaman tangan pun bisa memperkuat mereka. Hal ini akan membuat mereka diterima seutuhnya dan merasa bahwa masih ada yang peduli dengannya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film tentang Mental Illness, Sudah Nonton?

4. Memiliki pengetahuan tentang mental lllness

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental IllnessVivaldi

Kalau kita sudah menjadi sosok pendengar yang baik dan tidak judgemental, tambah pengetahuanmu soal mental illness yang temanmu alami. Yup, di era serba digital seperti sekarang, nggak sulit kok buat mencari informasi tersebut. Tinggal mengetikkan kata di kolom pencarian, maka kamu sudah bisa mendapatkan hasilnya.

Jika kamu sudah memiliki basic knowledge terkait mental illness yang sedang dialami temanmu, maka kamu pun akan tahu apa yang akan kamu perbuat jika dalam situasi krisis. Misalnya, jika tiba-tiba temanmu menarik diri atau menunjukkan gelagat yang berbeda, kamu bisa mengatasinya dengan baik karena sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

5. Dampingi ia berkonsultasi ke profesional

Kuasai 5 Hal Ini Sebelum Mendampingi Orang dengan Mental IllnessAnia Lidia Counselling

Sebagai bentuk problem solving atas masalah yang sedang dihadapi, menemui tenaga ahli profesional seperti psikolog atau psikiater sangatlah disarankan. Hal ini sebagai upaya dalam mencari kesembuhan atas mental illness yang sedang ia alami. Kita bisa mendampingi teman kita untuk berkonsultasi ketika ia sudah merasa siap. 

Selain itu, bekali pengetahuan kita juga dengan proses terkait administrasi, pengajuan asuransi seperti BPJS atau jaminan kesehatan lainnya sebelum memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater. Karena memeriksakan diri ke tenaga profesional juga memerlukan biaya yang tak sedikit dan tidak bisa disembuhkan dalam 1-2 kali pertemuan saja. Apabila teman kita memerlukan obat-obatan untuk proses penyembuhannya, pelajari juga berapa banyak dosis yang dikonsumsi, serta efek samping dari obat-obatan tersebut.

Nah, itu tadi 5 hal yang wajib kita kuasai sebelum mendampingi seseorang dengan mental illness. Menjadi caregiver adalah sebuah tugas yang mulia dan perlu kita jalani dengan sepenuh hati dan perasaan. Pada akhirnya, kita akan bahagia bila melihat teman atau orang yang kita sayangi dapat pulih seperti sediakala, benar kan?

Baca Juga: Ada 7 Gangguan Mental di Dunia, Kamu Mengidap yang Mana?

Nena Zakiah Photo Community Writer Nena Zakiah

Journalist, photographer and foodies at the same time. Interest in social & gender studies. Catch me up at my Instagram @nenazakiah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

JADWAL SALAT & IMSAK

23
MEI
2019
18 Ramadan 1440 H
Imsak

04.26

Subuh

04.36

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

#MILLENNIALSMEMILIH

Versi: 23 May 2019 09:15:06

Progress: 765.303 dari 813.350 TPS (94.09270%)

Just For You