Comscore Tracker

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior Indonesia

Sempat jadi google doodle pada tanggal 25 November kemarin!

Banyak orang yang mengenal sosok Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia, akan tetapi tidak dengan Ani Idrus. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai sosok wartawati senior Indonesia, yang bahkan sudah mulai berkarir pada masa Pendudukan Belanda di Indonesia. Sempat menjadi google doodle pada tanggal 25 Nvember lalu, siapakah dan seperti apa sosok Ani Idrus ini?

1. Siapakah Ani Idrus?

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior Indonesiaeriamedan.wordpress.com

Banyak orang yang mengenal sosok Roehana Koeddoes, sang jurnalis wanita pertama di Indonesia. Namun, gelar wartawan lebih dulu dikenal di Indonesia, bahkan sejak jaman Pendudukan Hindia-Belanda.

Salah satu wartawan yang terkenal pada masa itu adalah sosok Ani Idrus, ia sekaligus menjadi wartawati senior di Indonesia. Lahir pada 25 November 1918, di Sawahlunto, Sumatera Barat, seharusnya ia sudah berusia 101 tahun saat ini.

Namun pada 9 Januari 1999, di usia 80 tahun, sang wartawati senior tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di Medan, Sumatera Utara. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman umum yang berada di Jalan Thamrin, Medan.

2. Kiprah sang wartawati senior

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior IndonesiaBerbagai Sumber

Ani Idrus merupakan lulusan fakultas hukum UISU Medan pada tahun 1962-1965. Ia mendapat gelar 'Doktoranda' pada 19 Juli 1990 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di kampus yang sama. Namun, karir wartawannya sudah dimulai sejak tahun 1930.

Selain menjadi wartawati senior, bersama sang suami H. Mohamad Said, Ani mendirikan Harian Waspada pada tahun 1947. Di tahun terakhir hidupnya, ia tercatat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Majalah Dunia Wanita Medan.

Ani Idrus pun aktif dalam dunia pendidikan. Semasa hidupnya, ia mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Yayasan Pendidikan Ani Idrus yang masih aktif hingga kini. Bahkan di tahun 1975, ia juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP).

Selain dunia jurnalistik dan pendidikan, mendiang Ani Idrus pernah menjadi Ketua Umum Sekolah Sepak Bola WASPADA, Direktur PT. Prakarsa Abadi Press, dan Ketua Yayasan Asma Cabang Sumatra Utara.

Baca Juga: 5 Fakta Tokoh Pers Ani Idrus yang Jadi Sosok Google Doodle Today

3. Ia adalah sosok perempuan yang berbakat dan berprestasi

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior Indonesiapexels.com/brotiN biswaS

Ani Idrus merupakan sosok wartawan yang berbakat dan berprestasi. Ia banyak menerima penghargaan, seperti anugrah "Satya Penegak Pers Pancasila" dari Menteri Penerangan H. Harmoko pada tahun 1988, penghargaan sebagai wartawan aktif di atas usia 70 tahun pada 1990, dan penghargaan dari PWI Cabang Medan atas dedikasinya dalam dunia pers selama 25 tahun.

Sebagai wartawan, ia juga mengunjungi banyak negara untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemburu berita. Mulai dari Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Belanda, Belgia, Prancis, Italia, Amerika Serikat, Mesir, Turki, Hongkong, Thailand, Inggris, hingga Jerman.

Ani juga turut andil dalam mendokumentasikan penyerahan Irian Barat kepada Republik Indonesia, dan KTT Non-Blok pada tahun 1976 di Srilangka.

4. Tak hanya sebagai wartawan, ia juga turut aktif di bidang politik

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior Indonesiakebudayaan.kemdikbud.go.id

Selain dunia wartwan dan pendidikan, sang wartawati senior ini pun aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjadi Wakil Ketua organisasi pergerakan pemuda "Indonesia Muda", anggota partai Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO), anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), sering menjabat sebagai Ketua Penerangan, dan anggota Pleno Pusat PNI Jakarta.

Ani Idrus menjadi salah satu wanita dalam Kongres Wanita Pertama Yogyakarta. Ia-lah yang mendirikan Front Wanita Sumatra Utara pada 1950. Karir politiknya semakin bersinar, kala menjadi anggota DPRGR Tingkat-I Sumatra Utara Golongan Wanita periode 1960-1967.

Bahkan setelahnya, ia tetap menjadi anggota DPRGR Tingkat-I Sumatra Utara Golongan Karya (Wartawan) antara tahun 1967-1970. Ani pun pernah menjadi Penasehat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia pada tahun 1984.

5. Selama karirnya, ia berhasil menelurkan banyak karya

Mengenal Ani Idrus, Inilah 5 Fakta sang Wartawati Senior Indonesiatokopedia.com/T.B sule

Selain berkarya lewat dunia wartawan, pendidikan dan politik, Ani Idrus pun banyak menelurkan karya berupa buku. Di antaranya adalah :

  • Buku Tahunan Wanita, 1953
  • Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci, 1974
  • Wanita Dulu Sekarang dan Esok, 1980
  • Terbunuhnya Indira Gandhi, 1984
  • Sekilas Pengalaman dalam Pers dan Organisasi PWI di Sumatra Utara, 1985
  • Doa Utama dalam Islam, 1987

Itulah beberapa fakta seputar Ani Idrus, seorang Wartawati Senior yang pernah dimiliki bangsa. Ia sukses mengawali karir wartawan di tengah suramnya masa Pendudukan Hindia-Belanda di Indonesia dan menjadi putri kebanggaan bangsa. Sosoknya memang begitu menginspirasi.

Baca Juga: Wartawati Ani Idrus Muncul di Google Doodle Hari Ini

Aqeera Danish Photo Community Writer Aqeera Danish

Hidup adalah kesusahan yang harus diatasi, rahasia yang harus digali, tragedi yang harus dialami, kegembiraan yang harus dibagikan, cinta yang harus dinikmati, dan tugas yang harus dilaksanakan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Just For You