Comscore Tracker

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Beban

Pasti ada seseorang yang mensyukuri hadirmu dalam diam

Pernah gak kamu merasa hidupmu gak berguna dan hanya jadi beban? Perasaan ini biasanya muncul saat kamu gak dihargai atau diperlakukan gak adil. Puncaknya bisa muncul pertanyaan dalam hati, untuk apa aku bertahan hidup kalau hanya jadi beban orang lain?

Berhentilah berpikir putus asa seperti itu, sebab hidupmu terlalu berharga. Pahami uraian berikut supaya kamu gak lagi menganggap dirimu hanya jadi beban dalam hidup.

1. Tuhan gak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, bahkan seekor lalat sekalipun

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Bebanfreepik.com/yanalya

Kalau lalat saja diciptakan dengan membawa manfaat untuk mengurai limbah, apalagi sosokmu yang lebih sempurna sebagai manusia. Tak ada kehidupan baru yang diciptakan Tuhan tanpa perencanaan yang sempurna. Meski seseorang itu cacat secara fisik, ia tetap bisa merasa berharga dan bermanfaat bagi kehidupan. Semua itu tergantung dari bagaimana kamu menghargai diri dan mensyukurinya.

2. Pasti ada seseorang yang mensyukuri hadirmu dan gak melupakan kebaikanmu di masa lalu

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Bebanfreepik.com/freepik

Keberadaanmu masih sangat penting bagi seseorang yang mencintaimu dengan tulus, ibumu misalnya. Kamu gak pernah tahu bahwa dalam hidup ini mungkin saja ada seseorang yang mendoakanmu dalam diam karena jasa baikmu dimasa lalu. Dia sangat bersyukur karena hadirmu di dunia. Mereka akan sangat terluka saat tahu kamu bersedih karena merasa jadi beban di kehidupan sekarang.

Baca Juga: 5 Alasan Simpel Mendengarkan Kata Orang Hanya Bikin Hidupmu Tak Tenang

3. Pada dasarnya, setiap orang adalah beban untuk satu sama lain, hal yang sangat manusiawi kok!

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Bebanfreepik.com/freepik

Kalau bicara soal beban, siapa saja bisa menjadi beban. Anak adalah beban untuk orangtuanya. Orangtua pun bisa menjadi beban untuk anak. Murid adalah beban untuk gurunya. Guru juga bisa jadi beban untuk murid-muridnya. Poinnya adalah, jangan hanya fokus pada beban itu, tapi lihat pula kebermanfaatan dari perannya. Inilah siklus hidup yang sangat manusiawi.

4. Meski manfaatmu cuma secuil, itu tetaplah hal baik yang gak bakal ada tanpa hadirmu

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Bebanfreepik.com/freepik

Kadang kamu gak menyadari peranmu yang istimewa karena penilaian orang yang hanya menuntut sempurna. Ibarat awan mendung yang datang tanpa menurunkan hujan, orang lain bisa saja menggerutu karenanya. Tapi tahukah bahwa sebagian orang bersyukur atas hadirnya yang sempat meneduhkan?

Semua peran baik adalah berharga. Berterimakasihlah pada diri sendiri karena sudah berusaha keras untuk tidak sekadar menjadi beban. Hargai dan banggalah pada peranmu. Jangan hanya fokus pada penilaian buruk orang lain.

5. Kamu gak pantas putus asa hanya karena toxic people yang sulit menghargai orang

5 Alasan Jangan Pernah Berpikir Kalau Hidupmu Cuma Jadi Bebanfreepik.com/lookstudio

Orang-orang toxic itu tersebar dimana-mana, bukan hanya kamu saja kok yang pernah tersakiti. Mereka yang terbiasa dengan tabiat menyalahkan orang lain atas setiap masalah, memang kerap bikin makan hati. Tapi jangan sampai penilaian mereka bikin kamu putus asa dan menganggap diri sendiri sebagai beban.

Ingatlah pada orang-orang yang mencintaimu, yang akan sangat bersedih kalau kamu memilih putus asa. Cara membalas orang-orang yang menganggapmu sebagai beban adalah dengan memberi manfaat seluas-luasnya pada kehidupan.

Itulah kelima alasan mengapa jangan pernah berpikir kalau hidupmu cuma jadi beban. Tetap semangat menyambut hari esok, ya!

Baca Juga: Merasa jadi Beban? 5 Pengingat Ini Perlu Dipegang Agar Tak Putus Asa

Nita Nurfitria Photo Verified Writer Nita Nurfitria

Moms who spend time at sweet home and happy wife. Thank you for reading :)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya