Comscore Tracker

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apung

Ia dijuluki sebagai 'dokter gila' 

Sosok dokter yang satu ini layak diapresiasi setinggi-tingginya atas dedikasiny di bidang kesehatan. Bernama lengkap dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV, ia mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) swasta gratis untuk orang-orang tidak mampu di daerah terpencil. Mirip cerita dalam drama ataupun perfilman, namun ia mampu mewujudkannya menjadi nyata.

Berangkat dari panggilan hatinya mendirikan rumah sakit apung pertama di Indonesia bahkan di dunia. Berikut merupakan beberapa fakta tentang dr. Lie Dharmawan dan dedikasinya yang tanpa henti.

1. Pernah kehilangan seorang adik saat masih kecil dan berasal dari keluarga kurang mampu

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare

Dokter kelahiran Padang ini memiliki seorang adik yang berusia satu tahun lebih muda darinya. Namun pada saat masih kecil ia harus kehilangan adiknya karena sakit diare. Pada tahun 1940-an memang tenaga medis masih sangat terbatas dan obat-obatan juga belum tersedia secara lengkap. Ditambah lagi keluarganya bukannya berasal dari golongan dokter ataupun keluarga mampu.

“Kalau jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras,” petuah sang ibu. Hal itulah yang mendasarinya menjadi seorang dokter yang kemudian memiliki panggilan kemanusiaan dalam dirinya.

2. Dokter Lie menempuh pendidikannya di Jerman

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare/Ifan DN

Biarpun sering dihina oleh banyak temannya karena ingin menjadi seorang dokter tidak mengecilkan sedikitpun semangantnya. Kegigihannya dalam menempuh pendidikan untuk mewujudkan cita-cita benar-benar sangat tinggi. Ia menghabiskan banyak waktunya untuk menuntut ilmu bahkan hingga ke jenjang S3.

Diketahui ia memiliki empat spesialisasi yakni ahli bedah jantung, ahli bedah pembuluh darah, ahli bedah toraks dan ahli bedah umum. Pendidikan seluruhnya ditempuh di Jerman yaitu di Free University, Berlin dan di University Hospital, Cologne, Jerman dengan prestasi cemerlang. Bukan mudah bersekolah di Jerman, ia harus rela menjadi kuli angkut untuk membiayai sekolahnya.

Baca Juga: Curhat Dokter Handoko pada Ganjar: Situasi Buruk, Harus Ada Terobosan!

3. Kapal pengangkut semen disulap menjadi rumah sakit

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare

Sepulangnya dari Jerman, ia banyak melakukan kegiatan sosial termasuk di antaranya dalam melakukan operasi medis. Kemudian bersama Yayasan Dokter Peduli atau yang sekarang dikenal dengan doctorSHARE ide membentuk rumah sakit apung ini direalisasikan. Pada 16 Maret 2013 adalah awal terbentuknya rumah sakit apung yang menyelamatkan banyak orang ini.

Berukuran panjang sekitar 25,13 m dan lebar 6,83 m, kapal ini telah berlayar ke banyak tempat untuk memberikan pelayanan medis terbaiknya. Pulau Panggang, Kepulauan Seribu adalah pulau pertama tempat dilaksanakannya program medis. Bahkan disebut-sebut dokter Lie telah menjual salah satu rumahnya untuk membeli bekas kapal pengangkut semen tersebut.

4. Selain RSA (Floating Hospital), ia juga menggagas program Dokter Terbang (Flying Doctor)

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare

Rasa kemanusiaan yang begitu tinggi tidak membuat sang dokter berhenti pada program rumah sakit apungnya. Ia juga memikirkan masyarakat di perbukitan yang hidup di dataran tinggi yang juga sama sulitnya untuk berobat. Kemudian program Flying Doctor (dokter terbang) itupun terbentuk.

Dokter terbang tersebut terdiri dari grup kecil (5-6 orang) yang diterbangkan dengan pesawat perintis ataupun helikopter ke lokasi yang terdekat dengan pasien. Program ini telah ada sejak tahun 2015 dan telah melayani masyarakat di beberapa distrik di Papua.

5. Sudah ada ribuan masyarakat yang terselamatkan berkat adanya RSA

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare/Jonathan

Tak terhitung banyaknya masyarakat tidak mampu yang telah tertolong dengan adanya kapal rumah sakit apung ini. Dedikasi dokter Lie memang sangat tinggi untuk negeri ini, tanpa mengharap imbalan sepeserpun ia tetap melayani dengan prima. Bahkan tak jarang tim medis harus menghadapi rintangan alam seperti ombak, angin kencang dan gelombang tinggi yang menghambat proses pelayanan medis.

6. Hingga kini RSA telah dan akan terus berlayar ke banyak pelosok negeri

dr. Lie Dharmawan: Berlayar ke Pelosok Negeri dengan Rumah Sakit Apunginstagram.com/doctorshare

Berawal dari rumah sakit apung pertamanya, kini telah terdapat tiga kapal rumah sakit yang diharapkan akan semakin banyak kedepannya. Kerjasama dengan berbagai pihak mampu menghadirkan RSA Nusa Waluya I dan RSA Nusa Waluya II di tengah masyarakat. Tak terhitung pelosok negeri yang telah diarungi lewat lautan untuk memberi pelayanan medis bagi masyarakat pelosok.

“Penyakit tak akan menghentikan saya. Saya tidak akan mati karena penyakit tapi karena usia. Sampai tarikan napas terakhir, saya akan tetap melayani sesama,” ungkap dr. Lie.

Teruslah berlayar Dokter Lie dan para ahli medis, semoga sehat selalu dan bisa terus mengabdikan diri untuk negeri.

Baca Juga: 5 Fakta Ignaz Semmelweis, Dokter Pelopor Cuci Tangan yang Benar

It's Me, Sire Photo Verified Writer It's Me, Sire

A dusk chaser who loves to shout in silence..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya