Comscore Tracker

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di Medsos

Jangan lakukan lagi, ya #IDNTimesLife

Media sosial sudah menjadi 'tren' yang seolah gak bisa lepas dari kehidupan semua orang. Bisa dibilang, hampir sebagian besar orang punya akun media sosial yang bahkan gak cuma satu. Namun, sayangnya gak semua orang bisa bersikap dewasa saat berselancar di media sosial. 

Berisiko jadi kekanakan, berikut beberapa sikap di media sosial yang akan membuatmu dianggap tidak dewasa.

1. Pamer semua hal yang kamu miliki

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di MedsosIlustrasi bermedia sosial (Unsplash.com/Jakob Owens)

Sebenarnya, manusiawi saat orang ingin memperlihatkan kemampuan, keberhasilan, atau apa pun yang dimiliki pada orang lain. Beberapa mungkin melakukannya demi sebuah pujian atau pengakuan. Namun, ada juga yang kelewat berlebihan memperlihatkan miliknya hingga muncul kesan pamer.

Meski lumrah terjadi, tapi seberapa pamernya kita ternyata bisa jadi indikasi tingkat kedewasaan, lho. Semakin pamer, bukannya makin dihargai warganet, tapi justru membuat kita terkesan kekanakan atau bahkan sok. Padahal belum tentu maksud kita seperti itu, sih. Namun, akan lebih bijak kalau kita mampu mengerem keinginan pamer di medsos, termasuk di real life.

2. Mengumbar masalah pribadi

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di MedsosIlustrasi bermedia sosial (Unsplash.com/Becca Tapert)

Baik di media sosial atau di real life, sebenarnya mengumbar masalah pribadi tetap akan membuat kita dicap gak dewasa. Namanya juga masalah pribadi, bukankah seharusnya hal ini tetap ada di ranah private dan hanya circle tertentu yang tahu?

Apalagi sampai bocor di media sosial dan sayangnya oleh kita sendiri, sejagat maya jadi tahu aib kita, dong. Niatnya mungkin cuma curhat, tapi bisa bablas dan makin di-kepo-in orang lain. Alhasil, masalah pribadi akan jadi konsumsi publik seolah kita ini artis populer.

Baca Juga: Banyak Ruginya, Jangan Mengumbar Masalah dengan Pasangan di Medsos 

3. Menyudutkan orang lain dengan dalih sekadar beropini

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di MedsosIlustrasi bermedia sosial (Unsplash.com/Nordwood Themes)

Berpendapat tentu boleh saja, baik secara langsung atau lewat komentar di media sosial. Namun, belakangan komentar yang sering tertangkap di medsos justru menimbulkan kesan menyudutkan salah satu pihak. Niatnya membela teman atau orang yang kita merasa kenal, tapi tendensi menyalahkan pihak lawan justru makin terlihat. In the end, kita berdalih bahwa sikap tadi sekadar opini pribadi dan sah-sah saja.

4. Ujung-unjungnya malah 'perang' di kolom komentar

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di MedsosIlustrasi bermedia sosial (Unsplash.com/camilo jimenez)

Alih-alih beradu pendapat dengan tertib dan santun, kita justru bisa terjebak 'perang' komentar di medsos. Herannya, makin sengit perbedaan pendapat yang terjadi, malah ada yang menganggap jadi makin seru. Padahal semakin diladeni, keadaan justru makin tak terkendali dan bisa melenceng dari topik utama.

Saat menyadari kekeliruan ini, bukannya berhenti tapi malah meneruskan perdebatan tadi karena sudah kepalang tanggung. Tipen orang yang berpikiran dewasa tahu betul kapan harus meluruskan kekeliruan atau memilih menghentikan perdebatan dibanding membuang waktu sia-sia.

5. Menunjukkan fanatisme berlebihan pada idola

Kamu Dianggap Gak Dewasa Kalau Lakukan 5 Hal Ini di MedsosIlustrasi bermedia sosial (Unsplash.com/ANGELA FRANKLIN)

Fanatisme sebenarnya termasuk dalam tahapan perkembangan sosial yang identik dengan remaja, seperti mulai nge-fans pada idola. Remaja yang melek teknologi pun membawa fanatisme ini ke media sosial hingga muncul banyak akun fanbase. Sisi positifnya, ada kebersamaan, persahabatan, dan solidaritas yang terjalin di antara mereka.

Namun, saking fanatiknya, muncul sikap membela idola yang berlebihan dan menyerang 'lawan', tak peduli siapa pun. Sikap semacam ini lantas memunculkan sisi kekanakan hingga sebagian warganet melabeli mereka dengan julukan 'bocil' alias bocah kecil. Bukan masalah nge-fans-nya yang kurang tepat, tapi lebih ke fanatisme berlebihan yang gak dewasa.

Bermedia sosial tentu bukan hanya butuh paham teknologi, tapi juga attitude yang sejalan dengan kedewasaan diri. Jadi, kalau gak mau dibilang gak dewasa, jangan lakukan kelima hal tadi di media sosial, ya.

Baca Juga: 5 Dampak Buruk Media Sosial ke Kesehatan Mental

T y a s Photo Verified Writer T y a s

menulis adalah satu dari sekian cara untuk menemui ketenangan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya