Comscore Tracker

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utama

Berakar dari trauma atau rasa sakit di masa lalu

Victim mentality merupakan kondisi psikologis seseorang selalu merasa dirinya adalah korban atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami. Biasanya, orang dengan victim mentality akan selalu merasa paling menderita akibat terjebak dalam kondisi buruk. Sayangnya, mereka juga tidak berusaha keluar dari pemikiran tersebut.

Berakar dari trauma dan rasa sakit dari masa lalu, berikut beberapa tanda khas yang terlihat dari orang dengan victim mentality. Mindset-nya harus segera diubah jika ingin lepas dari kondisi ini.

1. Punya pikiran negatif tentang diri sendiri

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utamailustrasi takut gagal (Pexels.com/Nathan Cowley)

Orang yang terdeteksi memiliki gejala victim mentality sering kali memiliki banyak pikiran negatif tentang dirinya sendiri. Bahkan, ada banyak negative self-talk yang terus mengekang pikirannya hingga berpotensi merusak pertahanan diri dan kesulitan bangkit menghadapi masalah yang datang.

Pikiran negatif seperti "hal buruk selalu menimpaku," "aku pantas menerima semua hal buruk yang terjadi," atau "tidak ada yang peduli padaku," terus tertanam dalam pikiran dan makin melemahkan mental. Imbasnya, mereka pun akan semakin sulit menyembuhkan diri saat dihadapkan dengan masalah.

2. Hidup dengan perasaan benci, frustrasi, dan marah

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utamailustrasi merasa frustrasi (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Victim mentality membuat orang hidup dan tumbuh bersama emosinegatif, seperti rasa benci, frustrasi, dan amarah yang besar pada hal-hal di sekitarnya. Mereka merasa dunia gak pernah berpihak hingga jadi putus asa karena keadaan hidupnya gak segera berubah.

Akibat amarah dan frustrasi yang gak dikelola dengan baik, mulai tumbuh rasa benci pada orang lain yang tampak bahagia dan sukses. Kalau kondisi ini gak segera diatasi, potensi ledakan emosi negatif akan terjadi dan melahirkan depresi hingga perasaan sepi.

3. Sering merasa tidak berdaya

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utamailustrasi merasa tidak berdaya (Pexels.com/Liza Summer)

Tanda khas lain dari victim mentality akan terlihat dari munculnya perasaan tidak berdaya yang cukup besar. Ketika menempatkan diri sebagai korban, mereka cenderung merasa gak mampu mencari penyelesaian. Mereka juga merasa tidak memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan.

Meski kondisi tidak mampu mengubah keadaan sebenarnya bisa dialami semua orang, tapi orang dengan victim mentality punya mindset berbeda. Bukan tidak mampu sama sekali, mereka memang tidak ingin berusaha bangkit dari situasi buruk dan mengubah keadaan ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Zodiak yang Sering Playing Victim, Virgo Tak Mau Akui Kesalahan

4. Mengalami krisis percaya diri

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utamailustrasi merasa tidak percaya diri (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Krisis percaya diri seolah menjadi tanda paling khas sekaligus penyebab seorang victim mentality terus terjebak dalam pikiran negatifnya. Pasalnya, mereka terus berpikir kalau dirinya gak mampu meraih sesuatu atau mengatasi tantangan hidup yang datang.

Hal ini membuat mereka merasa "nyaman" memosisikan diri sebagai korban. Tanpa sadar, mereka malah terus mengenakan kacamata negatif dalam seluruh aspek hidupnya dan menganggap diri sendiri gak akan pernah bisa melakukan sesuatu.

5. Memilih untuk menghindari tanggung jawab

5 Tanda Victim Mentality, Merasa Paling Susah dan Jadi Korban Utamailustrasi menyembunyikan diri (Pexels.com/Andres Ayrton)

Imbas dari krisis percaya diri yang ada membuat mereka memilih untuk menghindari tanggung jawab atas banyak hal dalam hidup. Bahkan, orang dengan victim mentality sering menempatkan kesalahan pada pihak lain dan gak ragu melempar tanggung jawab.

Demi menghindari tanggung jawab, mereka akan terus mencari-cari alasan agar tidak mendapat bagian atas beban tersebut. Dengan cara ini, mereka jadi bisa menempatkan diri sebagai korban saat masalah datang, terlepas dari besar atau kecil masalah tersebut. 

Sebenarnya, masalah hidup yang datang merupakan cara dunia menempa mental kita demi meningkatkan kualitas pribadi. Namun, menempatkan diri sebagai korban gak akan pernah jadi solusi atau bahkan sekadar meringankan masalah. Yuk, perbaiki mindset agar gak terus terjebak sebagai pribadi dengan victim mentality.

Baca Juga: 5 Tips Menghadapi Teman Playing Victim, Jangan Terpancing!  

T y a s Photo Verified Writer T y a s

menulis adalah satu dari sekian cara untuk menemui ketenangan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Naufal Al Rahman

Berita Terkini Lainnya