Comscore Tracker

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal Ini

Jangan mau ikut-ikutan teman terus

Di era serba maju seperti saat ini, generasi millenial akan sering dihadapkan dengan beberapa tuntutan dalam pergaulan dan pola hedonisme. Misalnya saja saat berkumpul bersama teman, generasi milenial akan lebih memilih menahan lapar mereka untuk membeli segelas kopi yang terbilang dengan harga yang cukup mahal atau membeli hal yang kurang bermanfaat demi mendapatkan pengakuan.

Apabila hal tersebut terus tertanam dalam diri, di kedepannya generasi millenial akan terbiasa dengan pola hidup gengsi dan konsumtif. Dalam menyikapinya, yuk bijaksana dalam pergaulanmu dengan 6 hal di bawah ini.

1. Jangan malu berkata tidak

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPixabay/ninocare

Point yang pertama yang harus ada dalam dirimu adalah jangan malu untuk berkata tidak. Saat teman-temanmu mengajakmu ketempat “nongkrong” yang menurutmu mahal, sesekali katakanlah tidak. Berikan pengertian terhadap teman-temanmu mengapa kamu tidak bisa ikut.

2. Buatlah pengaturan keuangan sebaik mungkin

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPexels/rawpixel.com

Walaupun uang bulanan atau gajimu banyak apabila tidak dikelola dengan baik akan membuatmu kebingugan di akhir bulan. Kamu tidak akan tau kemana uangmu pergi, maka dari itu buatlah selalu rencana keuanganmu. Dalam setiap bulan kamu bisa mengelompokkan uang-uang tersebut menjadi beberapa bagian misalnya investasi, zakat, makan dan belanja. Dengan begini kamu akan lebih sadar untuk tidak menghambur-hamburkan uang yang kamu punya.

3. Jangan terbawa keinginan teman-temanmu

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPexels/Bruce Mars

Keinginan temanmu yang berbagai macam hendaknya disikapi dengan bijaksana. Adakalanya temanmu mengajakmu keluar negeri padahal kamu tidak punya uang sebanyak itu, atau temanmu yang selalu ingin pergi ke tempat makan yang mewah hanya demi terlihat classy padahal kamu tidak punya uang sebanyak itu, dan lain sebagainya.

Dalam pertemanan tanamkanlah prinsip pada dirimu sendiri bahwa kamu punya kehidupanmu sendiri yang perlu kamu urus dengan begitu kamu tidak akan terus mengiyakan ajakan temanmu.

4. Pakaianmu gak harus mahal, yang penting nyaman

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPexels/freestocks.org

Bagi kamu yang suka membeli banyak pakaian murah dan kekinian lebih baik hilangkan sikap itu mulai sekarang. Tanamkanlah di dirimu pakaian yang terlihat bagus adalah pakaian yang rapi dan nyaman.

Belilah pakaian dengan kualitas yang baik dan nyaman saat dipakai, jangan teriming-iming dengan diskon yang murah namun dengan kualitas yang buruk.

5. Kurangi sifat iri

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPexels/Simon Robben

Sifat iri hanya menyusahkanmu. Banyak sekali generasi milenial saat ini yang senang mem-posting berbagai kegiatan hedonisme-nya seperti makan direstoran yang mewah atau mengunjungi tempat-tempat yang keren.

Kamu tidak perlu iri, mungkin kamu akan berpikir betapa mewah hidupnya. Namun jangan salah lho banyak orang-orang yang seperti itu namun pada kenyataannya kehidupan sehari-harinya berbanding terbalik dengan apa yang diposting-nya.

6. Jangan malu untuk terlihat tidak punya

Millenials, Yuk Bijaksana Menyikapi Tuntutan Pergaulan dengan 6 Hal IniPexels/Peter Fazekas

Point yang terakhir adalah jangan malu untuk terlihat tidak punya di depan orang lain atau teman-temanmu. Jangan memaksakan kehendak jika kamu merasa belum mampu seperti teman-temanmu misalnya menaiki mobil mewah, makan di restoran yang mewah, dan lain sebagainya.

Berbahagialah, buktikan dengan kerja kerasmu suatu saat nanti kamu bisa seperti itu.

Putri Kartikasari Photo Verified Writer Putri Kartikasari

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya