Comscore Tracker

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbit

#GoodLife Menulis emang gampan-gampang susah sih

Sosok Fiersa Besari dalam beberapa tahun terakhir dinilai mampu menyegarkan industri penerbitan buku di Tanah Air. Bukan saja karena karya-karya yang dihasilkannya penuh kata-kata romantik atau menjadi motivasi bagi pembaca.

Namun Fiersa Besari juga termasuk dalam deretan penulis muda yang memilih untuk tidak mengikuti arus pasa,r dan berjalan melalui arusnya sendiri dalam ‘melahirkan’ karya-karya terbaiknya.

Nah, kamu yang sedang berjuang untuk menciptakan naskah pertama atau mungkin sudah berkali-kali menulis naskah tapi tidak kunjung selesai, ada tips sukses menulis naskah ala Fiersa Besari yang bisa kamu ikuti. Simak yuk apa saja tipsnya.

1. Selalu siapkan note dan bolpoin

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/StockSnap

Pastikan selalu membawa atau menyiapkan note dan bolpoin untuk menulis ide-ide liar yang kita dapatkan secara spontan. Karena ide bisa kamu dapatkan di manapun dan dari siapapun. Ide bisa berasal dari pengalaman diri sendiri ataupun pengalaman orang lain.

Kekeliruan yang paling sering dilakukan adalah kita merasa akan selalu ingat setiap ide liar yang keluar. Faktanya, setelah mendapatkan ide baru, beberapa menit kemudian kita sudah lupa dengan ide itu. Maka dari itu selalu pastikan untuk mencatat ide-ide yang kamu dapatkan.

Kalau kamu tipe orang yang kurang suka membawa buku, manfaatkan notes yang ada di handphone-mu untuk mencatat ide-ide liar yang kamu dapatkan tersebut.

2. Pastikan alasan konflik dan penyelesaian cerita matang

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/Pexels

Setelah merasa yakin bahwa ide yang kamu dapatkan bisa menjadi sebuah naskah, pastikan alasan tokoh, konflik, dan penyelesaian ceritanya matang. Pertimbangkan dengan baik tiga elemen tersebut saat kamu merancang naskah yang akan ditulis.

Karena tanpa adanya alasan tokoh yang bagus, konflik yang bagus dan penyelesaian cerita yang bagus, pembaca tidak akan merasa terikat dengan cerita yang diciptakan.

3. Jangan lupa riset

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/DariuszSankowski

Jangan lupa untuk melakukan riset agar latar belakang tokohmu tidak terasa tempelan atau sebagai penghias semata. Kalau kamu ingin membuat tokoh yang suka kopi, maka lakukan riset seputar kopi. Demikian halnya jika kamu ingin membuat tokoh dengan profesi tertentu. Lakukan pendalaman mengenai profesi yang akan kamu angkat tersebut.

Jangan ragu untuk melakukan background riset yang akan kamu gunakan sebagai latar cerita. Setidaknya di zaman sekarang ini kamu bisa lebih mudah untuk melakukannya menggunakan mesin pencari seperti Google.

4. Matikan ponsel selama menulis naskah

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/FirmBee

Matikanlah ponslmu selama menulis naskah. Karena ponsel berpotensi besar mengganggu konsentrasi saat kamu menulis naskah. Maka dari itu, mematikan ponsel saat kamu sudah memutuskan untuk mulai menulis naskah menjadi hal yang sangat penting dilakukan.

Jika perlu, minta izin terlebih dahulu ke pasangan kalau kamu akan mematikan ponsel karena ingin fokus menulis naskah sejenak.

5. Cari ruangan sunyi untuk menulis

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/qimono

Cobalah untuk menulis naskah di ruangan yang sunyi. Adanya kebisingan atau suara orang-orang di sekitarmu juga bisa membuyarkan konsentrasi. Tetapi, jika terpaksa mengetik di ruangan dalam kondisi yang cukup bising, maka gunakan headphone dan mendengarkan lagu.

Nah, untuk lagu yang didengarkan adalah lagu-lagu tanpa lirik dan tidak begitu emotional (Musik instrumental yang menenangkan). Tujuannya untuk menetralkan kebisingan dan bisa mengolah mood menjadi lebih tenang serta netral untuk menulis.

6. Jangan memikirkan apa yang bagus dan apa yang buruk

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/Janeb13

Ketika kamu sudah berhasil menulis dan pemikiranmu sudah terus mengalir, jangan coba-coba untuk memikirkan apa yang bagus dan apa yang buruk dari naskahmu. Hal itu bisa membuat kamu berhenti sejenak, dan bukan tidak mungkin berpikir untuk mengubah isi naskah.

7. Berhenti menjadi editor untuk diri sendiri

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/annekarakash

Ketika kamu sedang sibuk menulis naskah, jangan pernah berpikir untuk berhenti hanya demi mengedit naskah. Berhentilah menjadi editor untuk diri sendiri kalau ingin naskah kamu terselesaikan dengan baik. Tulis saja apa yang muncul di kepalamu saat itu.

Sementara untuk urusan typo atau diksi yang kurang, bisa kamu perbaiki nanti setelah naskah selesai ditulis.

8. Tutup sejenak laptop ketika terkena writer’s block

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/leninscape

Cobalah untuk menutup laptop atau gadget apapun yang kamu gunakan untuk menulis naskah ketika mulai mengalami writer’s block. Pergi keluar dari tempatmu menulis, jangan menulis apapun, dan nikmati suasana dengan membuat diri kamu lebih relaks. Seperti menikmati secangkir kopi, menatap indahnya senja, melihat hujan, melakukan yoga, dan lainnya.

Karena tanpa kamu sadari, writer’s block sebenarnya merupakan reaksi otak kita yang kelelahan disuruh berpikir terus menerus. Jadi, ketika otak kita lelah seolah-olah naskah yang sudah kita buat hasilnya jelek.

9. Baca ulang naskah dari awal

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/Pexels

Ketika naskah yang kamu tulis sudah selesai, jangan lupa untuk membacanya dari awal. Di sinilah kamu bisa memulai proses editing. Cari bagian yang salah ketik, diksi yang sekiranya kurang enak, plot yang dirasa mengganggu atau plot hole, dan lainnya.

10. Tutup naskah untuk proses pengendapan

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/Engin_Akyurt

Sudah selesai menulis naskah dan membaca ulang hingga melakukan editing, sekarang saatnya menutup naskah untuk proses pengendapan. Jangan sentuh naskah yang sudah selesai tersebut selama beberapa waktu.

Dalam proses ini, Fiersa Besari memillih untuk melakukan pengendapan selama minimal 3 bulan. Intinya, endapkan dahulu naskah yang sudah jadi, sampai di periode waktu tertentu kita yakin untuk membukanya kembali.

Membaca ulang naskah setelah proses pengendapan, kita akan membaca dengan kondisi otak yang fresh. Percayalah, pada saat itu kita mungkin menemukan banyak hal yang mungkin perlu ditambah atau ditiadakan dari naskah.

11. Jangan malu untuk membacakan naskah untuk orang lain

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/melgins23

Cobalah untuk membacakan naskah yang sudah selesai kamu tulis pada orang lain. Setidaknya pada teman-temanmu, pacar atau bacakan pada diri sendiri dengan suara yang keras.

Membaca naskah dengan keras dan lantang akan memudahkanmu menemukan bagian dialog atau monolog yang masih terasa aneh, adegan yang masih terasa rancu, dan sebagainya.

12. Ajukan naskah ke penerbit

12 Tips Menulis ala Fiersa Besari Biar Naskahmu Segera Terbitpixabay.com/MorningbirdPhoto

Meskipun mungkin masih merasa ragu dengan kualitas naskah yang kamu tulis, jangan pernah ragu untuk mencoba mengajukan naskah kita ke penerbit. Jika tidak berencana untuk mengirimkan naskah ke penerbit, cobalah untuk menerbitkan naskah kita di blog atau platform menulis lainnya.

Kalau banyak yang suka dengan naskahmu, jangan pernah berhenti belajar karena pujian. Sementara kalau ternyata naskahmu banyak yang tidak suka, jangan pula berhenti belajar hanya karena cacian. Terus menulis dan menulis lagi.

Itulah tips dan pesan dari Fiersa Besari untuk kamu yang sedang berjuang menulis naskah, baik itu fiksi ataupun non-fiksi. Bagaimana? Sudah siap untuk mulai menerapkannya?

Reksita Galuh Wardani Photo Verified Writer Reksita Galuh Wardani

Menulis adalah bekerja dalam keabadian - Pramoedya Ananta Toer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya