Comscore Tracker

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntas

Kerja jangan setengah-setengah

Berawal dari niat baik yang ingin mengubah kebiasaan buruk, beberapa orang mulai melakukan aktivitas baru yang bermanfaat. Namun, niat ini tak dapat dilakukan dengan sempurna, selalu saja di tengah jalan akan terhenti dan tak berjalan mulus. Awalnya ingin olahraga hingga membentuk body goal yang diinginkan, nyatanya tak kuat dan berhenti.

Kejadian ini bukan hal yang aneh, banyak sekali orang yang memiliki sifat seperti ini. Menjalankan sesuatu, namun tak pernah tuntas mengerjakannya. Mengerjakan sesuatu, berakhir meninggalkan setengah usahanya. Akhirnya niat awal yang ingin berubah tak jadi dapat diwujudkan. Nah, apa saja sih hal-hal yang biasanya jadi faktor pemicu melakukan sesuatu sampai tak tuntas?

1. Kurangnya motivasi

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi mewarnai bersama (pexels.com/Artem Podrez)

Salah satu faktor utama hal yang ingin kamu usahakan berhenti di tengah jalan adalah tak adanya motivasi. Melakukan hal yang belum menjadi kebiasaanmu merupakan hal yang lumayan berat jika dilakukan sendirian. Adanya rekan yang bertujuan untuk saling mengingatkan adalah cara yang lumayan tepat untuk menjadi motivasi berkembang bersama.

Selain rekan dengan tujuan yang sama, motivasi bisa juga berasal dari orang yang mendukungmu dan juga hasil apa yang ingin diraih. Hasil yang ingin diraih sangat memberikan motivasi yang kuat untuk tetap terus konsisten mengerjakan perubahan sedikit demi sedikit.

2. Tujuan yang tidak jelas

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi menulis tujuan (pexels.com/Marko Klaric)

Tujuan yang tidak jelas akan memberikan kita keraguan saat melakukan sesuatu. Tetapkan apa yang ingin diperoleh dari sebuah aktivitas yang dilakukan. Jangan hanya mengatakan bahwa tujuannya adalah menjadi diri yang lebih baik, karena kata-kata ini tidak spesifik terhadap suatu hal. 

Kadangkala memang harus lebih menjurus dan detail untuk mengubah sebuah kebiasaan. Contohnya ingin belajar bahasa asing, harus jelas mengatakan bahwa tujuannya seperti dapat mengahafal lima kosakata baru atau dapat melakukan wawancara pendek dengan orang lokal negara tersebut.

3. Kebiasaan yang sudah mendarah daging

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi mencuci piring (pexels.com/RODNAE Productions)

Jika mengerjakan sesuatu dengan tidak tuntas sudah menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri, inilah yang harus mulai diberantas. Ada sebagian orang yang memang sudah terbiasa melakukan sesuatu setengah-setengah. Entah itu menyapu namun tidak membersihkan sampahnya, mencuci piring namun meninggalkan noda di wastafel. Kebiasaan ini sedikit tidak baik untuk dilanjutkan dan harus mulai diperbaiki.

Cobalah dengan membuat batasan pada diri seperti hanya boleh berhenti ketika sudah mencapai standar tertentu. Jika melanggar maka diri sendiri akan diberi hukuman ringan. Jika telah melewati boleh memberi self reward. Lama kelamaan kebiasaan mengerjakan pekerjaan dengan tidak tuntas akan teratasi

Baca Juga: 5 Keuntungan Punya Kebiasaan Hidup yang Teratur dan Disiplin, Lakukan!

4. Waktu pengerjaan yang tidak tepat

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi jam tangan (pexels.com/Brett Sayles)

Kalau soal waktu ini memang tergantung setiap orang dan menyesuaikan juga dengan kerjaannya. Seorang pekerja kantoran yang harus pergi jam enam pagi dan baru bangun setengah jam sebelumnya tak akan sempat untuk membuat sarapan. Tak usah paksakan diri untuk memasak hal yang rumit dan berujung tidak selesai. Lebih baik jika sediakan sarapan yang mudah seperti roti tawar.

Kasus lain bisa juga terjadi ketika istirahat makan siang dan memilih pergi ke tempat yang cukup jauh hanya karena ingin makanan yang berbeda. Ini menjadikan makan siang kamu yang harus terburu-buru bahkan hingga tidak selesai. Hal-hal kecil lain yang melakukan sesuatu tidak pada waktunya akan menjadikan kamu terbiasa mengerjakan sesuatu setengah-setengah.

5. Terlalu takut akan kegagalan

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi takut gagal (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memulai sesuatu kebiasaan baru berarti menjadikan kamu harus siap akan risiko tidak mencapai tujuanmu. Bukan berarti ini menjadi ancaman untuk berhenti belajar memperbaiki diri. Harusnya hal ini jadi pacuan untuk kamu agar berusaha lebih untuk mewujudkan tujuan utamamu.

Beberapa orang diberikan pemikiran yang sedikit lebih pesimis, berpikir bahwa hal yang ingin dicapainya terasa jauh dan takut jika tidak akan tercapai. Pemikiran ini akan memberi rangsangan kepada tubuh untuk mulai bermalas-malasan dan berhenti melakukan yang ingin kamu usahakan.

6. Sifat gigih yang harus dipelajari lagi

5 Alasan Utama Kamu Sering Melakukan Sesuatu Tidak Sampai Tuntasilustrasi mengajarkan anak untuk menyapu (pexels.com/Yan Krukov)

Sifat yang pantang menyerah memang tidak dimiliki setiap orang. Beberapa orang terbiasa hidup dengan mendapat apa yang diinginkan dari kedua orang tua sehingga terbawa hingga usia dewasa. Sebagian lagi memang memiliki jiwa yang kurang gigih dan terbiasa menerima segala sesuatu.

Di sinilah pentingnya edukasi ketika mulai menjadi orang tua, tak usah banyak melarang anak-anak usia balita melakukan sesuatu. Mereka akan mencoba melakukan kesalahan dan belajar dari apa yang dirasakannya agar tidak lagi mengulangi kesalahan mereka. Tidak menuruti segala permintaan anak juga salah satu tips untuk mendidik mereka agar menjadi lebih tahan banting.

Setalah mengetahui alasan mengapa suka mengerjakan suatu hal tak sampai tuntas, ada baiknya kita mulai menghindari poin-poin di atas. Usahakan untuk mulai menyelesaikan apa yang kita kerjakan. Hasilnya juga akan kita peroleh dengan baik jika mulai rutin dan disiplin terhadap tujuan kita. 

Baca Juga: 5 Kebiasaan Simpel Bikin Hidup Makin Tenang dan Bahagia, Tepis Cemas 

Shafira Raihana Photo Verified Writer Shafira Raihana

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya