Comscore Tracker

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma Menstruasi

Isu menstruasi sering dianggap tabu untuk dibicarakan

Menstruasi merupakan salah satu hal yang paling erat kaitannya dengan perempuan. Namun, selama ini siklus biologis tersebut masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka.

Nicole Jizhar (26) dan Monica Pranatajaya (27) pun turut merasakan fenomena itu. Berangkat dari keresahan pribadi mereka, kedua sahabat ini mendirikan komunitas bernama Nona yang telah diikuti 25,7k followers di Instagram.

Dalam wawancara khusus yang diadakan pada Selasa (9/11/2021), pukul 11.00 WIB, IDN Times bersama kedua Co-Founder Nona ini mengobrol seputar minimnya edukasi menstruasi di Indonesia serta kisah inspiratif yang mereka miliki. Penasaran seperti apa? Langsung saja yuk simak artikelnya!

1. Misi utama Nona adalah untuk mengedukasi perempuan tentang menstruasi dan ajakan untuk mengenali tubuhnya sendiri

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

Situasi pandemik COVID-19 membuat banyak orang lebih peduli dan aware dengan kondisi kesehatan mereka. "Blessing in disguises sih, kami jadi terinspirasi bikin sesuatu yang bisa kasih impact," tutur Nicole.

Pada tanggal 8 Maret 2021, Nicole dan Monica merilis platform Instagram mereka. Monica mengatakan, "Bertepatan dengan International Women's Day. Berarti saat ini sudah 8 bulan Nona berdiri".

Perempuan berusia 27 tahun ini pun menuturkan bahwa dirinya sudah lama memiliki minat di bidang kesehatan. "Dulu aku kerja sebagai konsultan dan banyak proyek yang mengharuskanku memikirkan cara agar setiap orang punya akses kesehatan. Tujuan Nona dibuat adalah untuk memberikan edukasi dengan platform yang gratis," ujarnya.

Menurut Monica, misi utama Nona adalah untuk membantu para perempuan mengenali tubuh mereka dengan lebih baik. Selain itu, Nicole menambahkan, "Our main mission and vision is fighting period poverty. Masalah menstruasi ini benar-benar mempengaruhi kesetaraan dan pemberdayaan perempuan".

2. Selain mengembangkan komunitas di Instagram, keduanya juga sedang fokus membuat aplikasi seluler

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

"Saat ini kami lagi working hard untuk bantu lawan stigma menstruasi dan hormonal health. Selain itu, kami juga sedang develop mobile app," tutur Nicole saat ditanya seputar kesibukan mereka. Ia juga bercerita bahwa salah satu kiat untuk mengembangkan platform ini adalah melalui engagement di media sosial, terutama Instagram.

Kedua perempuan yang menempuh S2 di London Business School ini bergantian membalas komentar serta direct message (DM) yang masuk dari para pengikut mereka. Nicole mengatakan, "Banyak yang approach kami dan bertanya tentang siklus menstruasi, gangguan hormon, dan sebagainya. Tubuh kita kan sangat sensitif dengan stres. It's a very important topic yang belum diketahui orang banyak".

Selain itu, perempuan yang berdomisili di Jakarta ini juga mengungkapkan, "Konten seperti ini di Indonesia belum banyak dan angle kami juga sangat terbuka. Orang bilang agak provokatif, tapi ini niche kami. We just have to stay true to what we think Nona is and what Nona stands for".

Akun Instagram @nonawoman telah diikuti sebanyak 25,7k followers. Kebanyakan produksi konten dikerjakan oleh mereka berdua. Monica mengatakan, "Kegiatan sehari-hari kami di luar bikin konten aja. Itu cuma salah satu strategi bisnis. For the downline, kami mau launching banyak produk terkait menstruasi dan kesehatan perempuan".

Selain mengembangkan aplikasi seluler, keduanya juga memiliki banyak proyek lain untuk pengembangan Nona. Seperti diskusi dan brainstorming strategi bisnis, product sourcing for future launches, operations, marketing initiatives, dan collabs.

Nicole dan Monica juga aktif mengadakan Instagram Live dengan topik seputar menstruasi yang digelar setiap minggu. "Biar semua perempuan tahu kalau membahas mens itu normal. Orang-orang yang mereka idolakan juga sangat terbuka untuk ngomongin itu and they should be too!" ujar Monica.

3. Pengalaman pribadi mereka dengan masalah menstruasi menjadi salah satu motivasi untuk membangun Nona

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

"Kami mau Nona bisa jadi safe space. We want them to know ada orang yang akan mendengar keluhan tanpa harus khawatir bakal dipublikasi," ujar Monica. Ketika ada pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan yang belum mampu mereka jawab, baik Nicole maupun Monica selalu mengarahkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.

Kilas balik ke beberapa tahun lalu, Nicole mengingat perjalanannya saat didiagnosa Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) pada tahun 2013. "Aku sendiri punya hormon imbalance dulunya gara-gara poor lifestyle. Makanya aku mau sharing keilmuannya, biar orang lain yang mengalami juga gak harus naik-turun emosinya atau bingung seperti aku dulu," ujar alumnus University of Pennsylvania ini.

Cerita lain dibagikan oleh Monica, sebagai seorang health enthusiast, ia juga mengaku bahwa dulu ia pernah kurang aware dengan siklus menstruasinya. "Terkadang juga ada informasi yang misleading, misalnya ada diet tertentu yang gak bagus untuk hormon kita. Tetapi, selama ini gak ada yang terus terang bahas itu," pungkasnya lagi.

Selain bercerita tentang pengalaman personal mereka seputar menstruasi, keduanya juga menceritakan tantangan yang harus dihadapi saat membangun Nona. Nicole dan Monica yang sudah bersahabat sejak kecil harus mengatasi beragam challenges bersama. "Obstacle-nya adalah gimana bisa juggling di antara semua kesibukan. Untungnya komunitas sangat suportif sih, kami minta dukungan dari banyak orang. Semuanya sangat happy untuk membantu kami dan setuju bahwa ini topik yang sangat penting," ujar Nicole.

Dari pandangan Monica, salah satu tantangan yang harus diatasi adalah memisahkan urusan personal dan profesional. "At the end of the day, we are friends. Kalo marah-marah, gak baik buat hubungan kami. Not an obstacle, but something new yang belum pernah kualami. Kami sifatnya lumayan mirip, tapi ada bedanya juga. We balance each other out," tambahnya lagi seraya tersenyum.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Rika Widjono, Co-Founder Komunitas Ceritalahir

4. Kisah titik balik Nicole dan Monica: mulai dari didiagnosa PCOS, sampai beradaptasi di negeri seberang

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

Perjalanan mengenali tubuhnya sendiri harus dilalui Nicole setelah didiagnosa PCOS saat masa kuliah. "Mungkin di saat itu karena gaya hidup gak sehat, jadi hormon aku benar-benar kacau. How to fix it? Dengan mengubah lifestyle dan harus luangkan waktu untuk diri sendiri," ujarnya.

Menurut Nicole, kegiatan self care sangat penting untuk dilakukan. Hal ini turut membantu menyeimbangkan hormon, sebab stres memiliki dampak yang besar untuk tubuh.

Monica sendiri mengaku mengalami titik balik setelah pindah ke Singapura. "Selesai S1 aku bekerja di perusahaan konsultasi. Saat itu, aku clueless dan merasa useless. Learning curve di ranah consulting itu tinggi banget saat awal masuk kerja," pungkasnya.

Selain harus beradaptasi dengan keadaan, ia juga mengaku merasa kesepian. Salah satu hal yang membantunya untuk bisa survive adalah kehadiran support system dan sosok mentor yang membantunya untuk belajar.

Selama membangun Nona, keduanya juga merasakan banyak pengalaman berharga yang membuat mereka semakin bersemangat untuk bergelut di bidang kesehatan reproduksi ini. "Sering banget ada yang sharing di DM dan berterima kasih sudah membuat platform ini. Atau, ada juga yang bilang informasinya super useful. Nicole sering save pesan-pesan itu untuk membuatnya semakin termotivasi," ujar Monica.

Feedback positif dari pengikut Nona membuat mereka menyadari bahwa apa yang mereka kerjakan telah membantu banyak perempuan. Ia menambahkan, "Walau cuma 1-2 orang, tapi itu dampak yang besar untuk membantu mereka mengenali tubuhnya. Dari situ juga akan ada efek domino, di mana orang lain bisa lebih terbuka dan sadar tentang isu menstruasi".

Setelah 8 bulan berjalan, Nicole juga menyadari bahwa Nona telah memberikan pengaruh kepada masyarakat. "Yang aku notice, sejak kami lebih vokal dengan Nona, sekarang ada lebih banyak komunitas atau influencer yang mulai ngomongin menstruasi. Kita harus bikin topik ini lebih acceptable dan kesadaran semua orang meningkat," pungkasnya.

5. Menurut keduanya, ini tantangan yang harus dihadapi semua perempuan di dunia

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

"Salah satu isu besar untuk perempuan adalah kurangnya edukasi dan kesadaran tentang tubuh serta kesehatan mereka sendiri. Hal ini disebabkan karena ketiadaan edukasi di sekolah, sepeti kelas sex education, reproductive education, atau tentang hormon," tutur Nicole. Ia mengatakan bahwa topik menstruasi sangat dekat dengan perempuan.

Perempuan yang hobi travelling ini mengatakan, "Kebanyakan orang ketika pertama kali menstruasi, belum membicarakan itu dengan orang tuanya. Banyak yang merasa bingung dan menormalisasi perasaan nyeri saat menstruasi". Menurut Nicole, kurang meratanya edukasi tentang topik ini menjadi masalah yang dialami oleh banyak perempuan di dunia.

Monica juga menggarisbawahi masalah ketidaksetaraan gender yang masih kuat di Indonesia. "Pada pertemuan keluarga, perempuan sering ditanya tentang keputusannya untuk menempuh pendidikan tinggi. 'Kamu ngapain sekolah? Harusnya nikah aja?'. Padahal we have to have our own life juga kan," tutur alumnus Boston University ini.

Selama perjalanan kehidupannya, Nicole dan Monica telah bertemu dengan banyak sosok perempuan inspiratif. "Sulit untuk menyebut satu nama saja, karena sosok inspiratif gak harus sukses di suatu bidang. Contohnya, menjadi ibu adalah role paling penting, mereka mendidik generasi muda. I think every woman is inspiring in their own different way," ujar Nicole.

Monica sendiri sangat terinspirasi dengan Greta Thunberg. "Dengan usianya yang masih sangat muda, dia sudah tahu dia mau jadi apa. And, she would fight for what she believes in!" tutur perempuan kelahiran 1994 ini.

6. Begini definisi perempuan hebat bagi Nicole dan Monica

Kisah Inspiratif dari Komunitas Nona, Ingin Berantas Stigma MenstruasiDok. Istimewa (instagram.com/nonawoman)

"Aku sih percaya banget dengan istilah empowered women empower women ya. Perempuan harus saling mendukung dan gak menganggap perempuan lain sebagai kompetisi," tutur Nicole sambil tersenyum. Monica juga menyetujui poin yang disampaikan sahabatnya.

Ia menambahkan bahwa seorang perempuan harus bisa percaya dengan dirinya sendiri. "Saat seseorang percaya diri, pesonanya benar-benar bersinar! Selain itu, kalau kamu sudah confident, kamu juga gak bakal peduli dengan persepsi orang lain," ujarnya.

Di penghujung wawancara, keduanya juga menitipkan pesan untuk para perempuan millennials di Indonesia. Nicole bilang, "As a woman be proud of yourself! Sebagai perempuan, kita gak harus malu dengan kesehatan kita, seperti siklus menstruasi dan lain-lain".

Selain itu, Monica mengatakan, "Be curious! Jangan takut untuk bertanya dan gak usah malu untuk memperkaya wawasan diri". Itu dia rangkuman wawancara khusus IDN Times dengan kedua Co-Founder Nona.

Semoga artikel #AkuPerempuan kali ini bisa membawa banyak inspirasi buat semua perempuan di Indonesia. Komunitas yang ingin mendobrak stigma menstruasi ini punya banyak insight penting untuk kita, ya?

Baca Juga: Kisah Inspiratif di Balik Komunitas Finansial Kampus Keuangan Keluarga

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya