Comscore Tracker

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier Horornya

Waktu sekolah, ia sering ke masjid karena gak mau "diganggu"

Millennials pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Risa Saraswati. Namanya mulai dikenal saat menjadi vokalis band Homogenic. Sesaat kemudian, ia mendirikan proyek Solo bernama Sarasvati. Di saat yang hampir bersamaan, ia dikenal sebagai penulis buku "Danur" yang berisikan kisah teman hantunya dari masa kolonial. Di luar itu, ia bekerja sebagai PNS di kota Bandung.

Memang, sosoknya luar biasa dan multi talenta. Tim IDN Times sangat beruntung bisa bertemu, berbincang, dan menemukan banyak inspirasi dari istri Dimas Tri Aditiyo ini. Seperti apa? Berikut kisah Risa Saraswati yang serba bisa dan karier horornya.

1. Di antara banyaknya pekerjaan, Risa menganggap yang dilakukan di luar PNS adalah hobi. Karena itu, ia menjalani kesibukannya penuh sukacita

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Pinka Wima

Bagi sebagian orang, punya banyak pekerjaan tentunya cukup rumit. Tak hanya soal membagi waktunya saja. Tanpa dukungan fisik yang kuat, kelelahan dan didera sakit akan dialami. Risa pun hampir serupa. Akan tetapi, ia tak pernah mengeluh dan menjadikan kesibukannya sebuah sukacita karena bersyukur.

"Sebenarnya, semua yang saya lakukan di luar PNS itu hobi sih. Jadi, gak kerasa beban gitu. Kalau PNS itu, udah kayak kewajibannya saya. Kayak sekolah, lah! Jadinya, enjoy aja jalaninnya," ungkap kakak dari Riana Rizki ini. 

Ditanya soal pernah sakit karena kesibukan, Risa tak menampik. "Dari dulu pun, zaman Mister Tukul Jalan-Jalan (salah satu acara jelajah misteri yang pernah dipandunya) saya jadi orang yang gampang sakit," ungkapnya. Ini bukan hanya karena jadi lebih aktif secara fisik. Untuk berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata pun, diperlukan fisik yang kuat. "Cuma, akhirnya tersembuhkan sama rasa enjoy dan suasananya," ungkap Risa.

2. Banyak yang tidak tahu, keinginan Risa menjadi PNS terinspirasi dari sang ayah. Baginya, ayah adalah pahlawan untuk keluarga

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Febriyanti Revitasari

Mungkin para penggemar Risa selalu bertanya-tanya. Apa yang membuat Risa ingin jadi PNS, sementara dirinya sudah sukses dalam beragam hal? Ternyata, semua tidak lepas dari sosok sang ayah, Iman Sumantri. "Ayah saya PNS. Dari kecil, saya kayak menganggap ayah itu pahlawan. Kalau udah pakai seragam, katanya kerjanya untuk negara. Jadi, bangga aja gitu," ungkapnya sambil tersenyum.

Rasa bangga itulah yang selalu terpupuk hingga dirinya dewasa. "Sampai akhirnya ada kesempatan buat jadi PNS, ya udah. Ikut aja," paparnya. Tak dinyana, ia pun diterima dan masih menjalaninya hingga kini.

Meski bangga, Risa mengaku kalau PNS bukanlah cita-citanya. "Saya sebenarnya pengen banget jadi musisi. Cuma pas jadi musisi, ternyata ada jenuhnya juga," tuturnya perempuan yang belum lama ini berbulan madu di luar negeri. Ia sempat melewati masa siklus hidup tak teratur. "Sampai saya masuk PNS, hidup saya jadi teratur kayak anak sekolah. Bangun pagi, pulang sore. Lebih enak aja," jelasnya.

3. Walau menulis buku tentang sosok lain, Risa juga pernah merasa buntu. Apalagi ketika teman-teman hantunya hanya bercerita sedikit

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Febriyanti Revitasari

Sejauh ini, sudah lebih dari 10 buku yang Risa terbitkan. Beberapa di antaranya ada yang ditulis sendiri, kolaborasi, fiksi, serta nonfiksi. Risa menyebutkan jika penulisan nonfiksi memang lebih mudah ketimbang fiksi.

"Sebenarnya untuk nonfiksi itu, lebih gampang. Karena ada narasumbernya. Jadi saya kayak menuliskan kembali apa yang mereka katakan. Sementara fiksi, saya benar-benar menuliskan apa yang ada di imajinasi saya. Jadi tantangannya, membuat tokoh-tokoh yang ada di imajinasi saya terasa nyata buat yang baca," katanya.

Meski begitu, bukan berarti menulis nonfiksi tidak memiliki tantangan. Risa pun pernah merasa buntu di tengah penulisan. "Kadang-kadang, yang diceritakan cuma sedikit. Jadi, saya harus menggali. Gimana caranya jadi satu buku yang solid gitu. Itu yang sulit ketika menceritakan tentang mereka," lanjutnya soal pengalaman mewawancarai teman hantunya.

Di luar banyaknya kisah yang diambil, mood pun memengaruhi. "Kadang-kadang kalau sayanya gak mood, merekanya gak mood. Jadinya, emang butuh chemistry juga sih," ungkapnya. Ia pun mengaku sempat beberapa kali ingin menulis tentang Elisabeth. "Tapi yang punya cerita gak berkenan. Saya susah buat nulis," tambahnya lagi.

Dari sekian buku, "Asih" berhasil ditulisnya dalam tiga hari, "William" seminggu, "Danur" tiga bulan, dan "Senjakala" yang berkolaborasi dengan suaminya, memakan waktu tujuh bulan. Yang terakhir, adalah judul buku yang diakuinya paling lama pengerjaannya.

4. Meski banyak yang suka, ada pula yang tak percaya kisah-kisahnya. Namun, ia tak masalah & tak menuntut mereka percaya

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Saya mah, bodo amat sih," ungkapnya ketika ditanya reaksi orang-orang yang tidak percaya padanya dan malah berujung pada komentar negatif. "Dari awal, saya tidak membuat karya-karya saya ini untuk dipercayai orang. Pun ketika orang tidak percaya dengan orang yang saya ceritain, anggap aja itu sebagai karya yang bisa dinikmati," tuturnya dengan santai.

"Kalau pas nonton, kalian menikmati, ya udah. Gak usah percaya kok," singkatnya. Dari sini, jelas jika Risa tidak merasa kesal atau dendam dengan siapa pun yang meragukan pengalamannya. Sebab inti dari karya-karyanya bukanlah sekedar rasa percaya atau tidak percaya. Buku-buku yang pernah ia tulis, seperti Danur misalnya, membawa hikmah agar manusia belajar dan tidak melakukan hal-hal bodoh layaknya kisah tersebut.

Baca Juga: 10 Potret Asyik Risa Saraswati & Suami Nikmati Liburan di Belanda

5. Telanjur lekat dengan horor, ternyata Risa tak pernah dengan sengaja melabeli diri sedemikian rupa. Ia hanya mengalir menjalani itu semua

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Febriyanti Revitasari

Semenjak menjadi vokalis dari Sarasvati, tak bisa dimungkiri sosok Risa sering dikaitkan penggemarnya dengan hal-hal berbau horor dan hantu. Meski begitu, Risa tidak pernah dengan sengaja membuat pencitraan khusus soal itu. "Dari awal, saya itu gak pernah punya rencana di hidup saya. Jadi, tiba-tiba jadi penyanyi. Tiba-tiba jadi PNS. Tiba-tiba jadi penulis. Tiba-tiba jadi sekarang nge-vlog gitu. Ya udah, biarin aja," ungkapnya.

Menurutnya, jika kini masih bisa mengoptimalkan bakat dan kemampuan yang dipunya, mengapa tidak? "Cuma, saya yakin sih suatu saat tidak akan selamanya seperti ini. Mungkin nanti, bisa digali dari diri saya yang lain lagi, yang selama ini terlupakan. Saya percaya roda teh muter," jawabnya bijak.

6. Umur 25 tahun, Risa baru mau membuka diri jika ia memiliki kemampuan unik. Sebelum itu, ia jauh lebih tersiksa karena memendamnya

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier HorornyaIDN Times/Febriyanti Revitasari

Kesuksesan dan nama besar Risa saat ini, sejatinya tidak bisa ia dapatkan kalau tidak mau membuka diri. Sebelumnya, ia pernah bergelut dengan perasaan yang tersiksa serta anggapan orang lain yang menyebutnya aneh. "Ketika album solo Sarasvati, saya bikin lagu "Story of Peter", itu saya baru mulai cerita sama orang. Itu tahun 2010. Usia 25 tahun baru bisa open sama orang-orang," Risa merunut masa lalunya.

"Pada akhirnya, saya gak peduli lagi orang percaya apa enggak. Jadi, prosesnya yang di situ," tambahnya lagi. Sebelum membuka diri, Risa memang dipenuhi perasaan tersiksa dan memilih diam di masjid pada jam istirahat sekolah karena tidak mau diganggu. "Sosok yang ada di sekitar saya agresif jadinya. Makanya ketika saya SMA itu, saya sering banget kayak kesurupan karena saya gak mau. Mereka maksa, bentrok terus," tandas Risa.

7. Terlihat ceria dan kocak, perempuan yang akrab disebut Teh Risa ini juga pernah merasakan stres. Berkumpul dengan saudara & suami jadi pelipurnya

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier Horornya

Buat penggemar setia Risa, pasti sudah tidak asing dengan sosoknya yang selalu kocak dan ceria. Baik itu di sosial media, vlog, maupun saat mengisi beberapa acara. Namun kenyataannya, Risa tidak merasa demikian. "Mungkin kelihatannya aja kocak. Aslinya enggak," papar sulung dari dua bersaudara ini.

Ia juga pernah merasakan stres seperti orang umumnya. Jika sudah begitu, berkumpul dengan saudaranya adalah penawar yang jitu. "Karena mereka sama kayak saya. Jadinya, senang ketika bareng mereka," kisahnya tentang saudara-saudaranya yang juga bisa melihat hantu lantaran bakat bawaan dari keluarga sebelumnya.

Risa yang belum lama menikah ini, bahkan bersyukur menjadi pasangan dari Dimas. "Saya beruntung ketika ketemu Dimas, kocak banget. Jadinya, saya kebantu," ungkap perempuan yang saat diwawancarai ini, memang datang bersama suaminya. 

8. Untuk kamu yang ingin jadi penulis seperti Risa, ia berpesan agar banyak membaca. Kegiatan ini membuat kita berimajinasi & terdorong menulis

[Eksklusif] Kisah Risa Saraswati yang Serba Bisa & Karier Horornya

Sudah punya banyak buku, bahkan banyak yang Best Seller, Risa tidak pelit membagikan tipsnya. "Kalau nulis buku, hal yang paling utama menurut saya adalah membaca," tipsnya. Risa pun gemar membaca dan mulai menggiatinya semasa sekolah. "Dulu waktu gak banyak temenan sama orang, saya temenan sama buku," kisahnya.

Menurutnya, membaca membuat kepala seseorang berimajinasi tentang hal yang dibacanya. Proses inilah yang memicunya mulai menuliskan baris demi baris kata. "Baca terus. Mau gak mau, kepala kita berimajinasi. Mau gak mau, itu menginspirasi kita untuk menuliskan apa yang ada di kepala kita," ungkap penutup perbincangan.

Mengagumkan bukan sosok Risa Saraswati tadi? Darinya, kita belajar supaya tidak takut pada anggapan orang. Sebaliknya, bukalah dirimu dan jadilah diri sendiri yang unik. Setiap orang terlahir unik, jadi mengapa harus ditutupi?

Baca Juga: 9 Inspirasi Prewed Tema Dark Eksentrik ala Risa Saraswati & Dimasta

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Just For You