Comscore Tracker

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera Berhenti

Bisa menimbulkan stres hingga susah fokus

Multitasking adalah suatu konsep mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan. Multitasking mungkin dianggap hebat oleh sebagian orang karena mampu menghasilkan banyak hal dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ternyata multitasking tidak selamanya berakhir baik dan menguntungkan. 

Lima tanda di bawah ini menunjukkan bahwa multitasking yang kamu terapkan ternyata justru tidak efisien dan malah membuatmu menderita. Segera hentikan jika kamu merasa mengalaminya, untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi. 

1. Produktivitas kerja menurun

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera BerhentiUnsplash.com/Standsome Worklifestyle

Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu memungkinkan untuk membuat produktivitasmu menurun. Kebiasaan berpindah fokus dalam multitasking akan membuat fungsi otak bekerja lebih keras. Ketika kamu mengerjakan dua hal yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, itu akan justru membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih lama.

Sebab, kamu perlu memeriksa tugas yang berbeda untuk memastikan tidak ada kesalahan atau sesuatu yang terlewat. Sehingga, kamu akan kehilangan momen-momen penting yang bisa kamu gunakan untuk lebih fokus dan produktif. 

2. Kamu cenderung mengalami stres

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera BerhentiUnsplash.com/Sebastian Herrmann

Jika kamu mengalami stres saat melakukan multitasking, artinya hal itu bukanlah pola kerja yang tepat untukmu. Multitasking mengharuskan kamu bekerja dengan banyak perbedaan yang harus dilakukan bersamaan. Tidak heran jika kamu akan mengalami stres karena penyelesaiannya harus dilakukan secara bersamaan, padahal masalahnya berbeda. 

3. Kamu menjadi tidak kreatif

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera BerhentiUnsplash.com/Austin Distel

Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu mengharuskan kamu membagi kreatifitasmu untuk dua atau lebih hal tadi. Tentunya hal ini tidak akan berhasil maksimal. Kamu akan sulit memunculkan ide-ide yang kreatif dalam proses penyelesaiannya. Sebab, kamu berpikir terlalu berat dan membagi konsentrasimu terlalu banyak. 

Baca Juga: Jago Multitasking! 6 Zodiak Ini Bagus Banget Manajemen Waktunya 

4. Kamu mulai kehilangan fokus dan konsentrasi

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera BerhentiUnsplash.com/The Creative Exchange

Multitasking sangat membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi. Sebab, penyelesaian yang kompleks dilakukan dalam waktu bersamaan atau berdekatan. Sehingga, ini menuntut kamu untuk bisa membagi fokusmu dengan tepat. Hal ini akan membuat kamu cepat merasa lelah sehingga mudah kehilangan fokus. 

Saat kamu merasa sulit berkonsentrasi bahkan tidak bisa fokus sama sekali, ini dapat berakibat buruk pada hasil kerjamu. Bukan tidak mungkin itu akan berakhir gagal hanya karena kamu memaksakan diri untuk melakukan multitasking

5. Kamu mulai sering melakukan kesalahan

Multitasking Tak selalu Efektif, 5 Tanda Kamu Harus Segera BerhentiUnsplash.com/Tran Mau Tri Tam

Multitasking memungkinkan kamu berpindah-pindah dalam melakukan pekerjaan. Baik itu berpindah konsep, tanggungjawab, metode pengerjaan hingga cara penyelesaian yang berbeda. Akan sangat memungkinkan bagi kamu dalam menemui kesalahan.

Kamu akan kehilangan detail-detail kecil yang punya kepentingan dalam keberhasilan pekerjaan itu. Alhasil, kamu semakin kesulitan karena harus memeriksanya berulang kali untuk memastikan kekeliruan tersebut. 

Multitasking ternyata tidak selalu baik, bahkan justru dapat membuat pekerjaanmu jadi tidak efisien. Kenali dirimu, apakah kamu merasa mampu melakukannya atau tidak. Jika kamu mengalami lima tanda di atas, artinya pola kerja multitasking mungkin tidak cocok untukmu. 

Baca Juga: 5 Kerugian Nyata Bekerja Multitasking, Bisa Merusak Otak Lho!

Nurul Zahara Photo Verified Writer Nurul Zahara

Hanya mencoba menguraikan isi kepala.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya