Comscore Tracker

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahan

Ada baiknya dicegah sebelum kejadian ya!

Sebagian orang berpendapat jika tahun pertama hingga memasuki tahun kelima pernikahan merupakan saat-saat yang genting. Di mana pada masa itu pasangan suami istri tengah saling menyesuaikan diri. Maka wajar saja jika di awal pernikahan seperti itu, muncul banyak konflik dan masalah yang boleh dibilang sebagai ujian yang harusnya bisa dihadapi bersama.

Sebenarnya, persoalan yang timbul di rentang usia perkawinan tersebut biasanya berkutat pada hal yang itu-itu saja kok. Oleh karena itu, kamu dan pasangan sangat mungkin untuk mencegah masalah tersebut muncul dari jauh-jauh hari, bahkan sebelum kalian menikah. Seperti lima masalah di bawah ini. Cermati dan baca bareng pasanganmu, ya. Supaya kalian lebih siap menghadapi ujian di awal pernikahan nanti. 

1. Keuangan yang belum stabil sementara beban ekonomi bertambah tak jarang membuat pasutri adu mulut setiap hari

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahanunsplash/Pelayo Arbués

Bersyukurlah jika kalian sama-sama sudah aman secara finansial jauh sebelum menikah. Sebab ketika sudah tinggal satu atap, persoalan ekonomi gak akan menjadi masalah yang memicu perdebatan setiap harinya. Lain cerita jika kamu dan pasangan baru sama-sama merintis dari nol setelah menikah. Kebutuhan pokok dan biaya operasional rumah yang kian membengkak bisa membuat kalian adu mulut setiap saat.

Meskipun masalah ekonomi terbilang sensitif, tapi kamu dan pasangan sebaiknya bisa mengontrol diri, ya. Paling penting, kalian harus tahu porsi dan posisi. Sebagai suami kamu punya kewajiban untuk memenuhi segala kebutuhan kalian. Sementara istrimu juga wajib teliti dalam mengelola keuangan. Jika kalian bisa bekerja sama sebagai teamwork yang solid, niscaya persoalan ekonomi gak akan terasa berat untuk dihadapi. 

2. Kebiasaan pasangan yang baru saja terbongkar setelah tinggal satu atap, acap kali menimbulkan perasaan kesal dan ingin protes terus

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahanunsplash/Somnox Sleep

Semenjak pacaran hingga menjelang hari pernikahan, kamu masih menganggap kekasihmu sebagai orang yang nyaris sempurna. Bisa dibilang dia jarang marah, rajin, pengertian dan selalu penuh perhatian. Wajar, jika kamu gak mikir dua kali ketika diajak naik ke pelaminan olehnya. Akan tetapi, begitu kalian sudah tinggal satu atap, sifat aslinya mulai kentara.

Kamu baru sadar jika suamimu ternyata temperamental. Salah sedikit saja dia bisa mengamuk seharian, bahkan gak segan-segan main tangan. Dia juga bukan orang yang rajin apalagi pengertian kepada istri. Kamu melihat suamimu sering malas-malasan bekerja dan gak pernah memuji penampilanmu seperti dulu lagi. Alhasil rasa kecewa ini membuatmu ingin meluapkan emosi dan mengajukan protes kepadanya. 

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Menikah

3. Mertua yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga juga bisa berpotensi menyebabkan kegaduhan

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahanunsplash/National Cancer Institute

Tak jarang peran orangtua yang terlalu jauh di kehidupan rumah tangga anaknya, juga bisa jadi penyebab perselisihan di antara suami dan istri. Mungkin maksud mereka baik, sekedar ingin membantu dan memberikan contoh. Akan tetapi sudah bukan porsinya lagi buat orangtua ikut campur dalam urusan pribadi anaknya.

Ini nih yang bikin menantu dan mertua sulit akur. Menantu merasa kerja kerasnya tidak dihargai oleh mertua sendiri. Di sisi lain, seorang mertua hanya ingin memberikan teladan pada menantunya karena merasa lebih paham dan berpengalaman. Kalau sudah begini, suami atau istri harus bisa jadi penengah antara orangtua dan pasangannya. Kalau tidak, jangan harap deh rumah tanggamu akan terasa damai. 

4. Belum juga dikaruniai momongan membuat suami-istri saling menyalahkan dan kurang harmonis

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahanunsplash/Kelly Sikkema

Bagi sebagian besar pasangan suami istri, segera dikaruniai momongan setelah menikah merupakan anugerah yang luar biasa. Namun sayangnya, tidak semua pasangan memperoleh berkah tersebut. Ada pula yang harus menunggu lebih lama sampai akhirnya berhasil mendapatkan dua garis biru.

Jika hingga tahun ketiga pernikahan belum juga ada tanda-tanda kehamilan, jangan buru-buru menyudutkan pasangan, ya. Anggap saja memang belum rezekinya. Masalah ini juga bisa jadi amat sensitif jika keluarga dan lingkungan sekitar turut mempertanyakannya terus. Sebagai suami-istri kalian gak boleh ambil pusing komentar orang. Sebaliknya, kalian harus tetap saling menguatkan dan berusaha bersama. 

5. Kurangnya komunikasi menyebabkan suami-istri saling meragukan kesetiaan satu sama lain

5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahanunsplash/samuel hull

Komunikasi yang baik menjadi pondasi paling kuat dalam kehidupan pernikahan. Makanya, sejak dini pupuk rasa saling terbuka dan percaya pada pasangan. Jangan sampai, karena kurang berkomunikasi kalian jadi kerap saling curiga. Seperti kebiasaan pulang larut malam tanpa kabar.

Bukan salah istrimu jika dia menuduhmu berbuat macam-macam. Beda cerita kalau kalian mau saling jujur dan gak main rahasia. Tentu pasanganmu juga bisa lebih tenang dan gak lagi berperasangka buruk terhadapmu.

Perlu kamu garis bawahi, bahwa kehidupan pernikahan itu gak selalu tentang kebahagiaan saja. Ada kalanya kalian harus dihadapkan dengan ujian hidup, mulai dari yang ringan hingga terhitung berat. Paling penting kamu dan pasangan harus saling menguatkan.

Percayalah, banyak pasangan suami istri di luar sana yang pernah atau sedang mengalami masalah serupa. Jika mereka dapat melewatinya dengan baik, tentu saja kalian pun bisa mengatasinya. Tetap optimis dan mencintai satu sama lain, ya!

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Sebagai Istri Harus Miliki Penghasilan Sendiri

Angel Rose Photo Verified Writer Angel Rose

Jadikan tulisanmu sebagai virus yang menularkan kebaikan <3 ^^ Ig: @caecilia.angel

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya