Comscore Tracker

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat Tersinggung

Etika terhadap pasangan suami istri, ibu menyusui dan bayi

Pasti di antara kita ada yang mengenal atau bertemu sapa dengan keluarga baru, ibu baru melahirkan dan yang tidak luput perhatian adalah bayinya sendiri. 

Terkadang beberapa kalimat basa-basi yang terdengar biasa namun jika kita pikir panjang ternyata cukup menyakitkan. Berikut etika yang harus dipahami terhadap pasangan baru, ibu menyusui dan bayinya agar tidak menyinggung satu sama lain.

1. Jangan tanyakan mereka sudah punya momongan

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat Tersinggungpixabay.com/StockSnap

Ini yang pertama harus dipahami. Saat kita bertemu pasangan suami istri baik yang udah kita kenal atau tidak kita kenal sekalipun yaitu ucapan "Mana anaknya? atau "Sudah punya momongan belum?"  Yang harus kita ketahui adalah kita tidak tahu apa kejadian masa lalu atau latar belakang mereka.

Jika yang kita tanyakan adalah pasutri yang memang tidak berniat memiliki anak itu bukanlah sebuah masalah. Namun bagaimana dengan pasutri yang sudah lama bahkan bertahun-tahun menanti momongan? Ketahuilah pertanyaan ini cukup menyakitkan.

2. Aturan menjenguk ibu yang baru lahiran

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat TersinggungPixabay/fancycrave1

Kamu harus tahu bagaimana lelahnya melahirkan dan beratnya proses yang harus dilalui sang ibu. Jika ada niatan untuk mengunjungi, berilah waktu dua atau tiga hari. Waktu tersebut sudah lebih dari cukup untuk pemulihan.

Jika memang ingin sekali bertemu atau memang kamu sendiri adalah keluarga sang ibu. Tanyakan dan mintalah izin dari sang suami atau bertemu dengan suaminya lebih dulu.

Baca Juga: 15 Ilustrasi Kekonyolan Pasutri Saat Menjadi Orangtua Baru, Heboh!

3. Jaga jarak dengan bayi

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat TersinggungPixabay/nastya_gepp

Jika sekalipun kamu seorang yang sangat penyuka anak-anak ingatlah bayi yang baru lahir imunnya masih sangat minim. Jika ingin bertemu pastikan kondisimu sedang sehat.

Kamu tidak ingin, kanbayi yang imut itu tiba-tiba sakit? Satu hal lagi, bekas cubitan itu sangat berdampak! Hati-hati mencubit. Dan yang paling penting adalah jangan mencium. Bukan terlalu protektif namun ini demi kesehatan dan keselamatan si bayi.

4. Jangan tanya "kapan nambah anak?"

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat TersinggungPixabay/Pexels

Ini lagi basa-basi yang cukup memuakkan bagi pasutri. Tidak cukup pernyataan "punya anak" lanjut lagi pertanyaan "kapan nambah lagi?". 

Tolong! Cukup, jangan ucapkan lagi. Segeralah berhenti menanyakan ucapan basa-basi yang basi ini. Kamu tidak tahu bagaimana perjuangan mereka membesarkan anak itu dan bagaimana keadaan keluarga mereka.

5. Jangan berikan saran

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat TersinggungPixabay/Free-Photos

Keluarga mustahil tidak memiliki masalah dalam usaha membangun keluarga yang baik. Itu yang harus semua orang tahu. 

Terkadang mereka suka melampiaskan hasrat pemikiran mereka atau curhat. Satu hal yang perlu kamu tahu, jangan berikan saran jika belum muncul ucapan "Gimana saranmu? atau "Aku harus gimana?" Ingat itu. Mengapa demikian? Mereka hanya butuh didengar.

6. Jangan banyak komen

5 Etika Penting Saat Bertemu Pasangan Baru, Jangan Buat TersinggungPixabay/RyanMcGuire

Mungkin ini terkesan sederhana bahkan klise namun dampaknya sangat fatal. Contohnya adalah "kok anaknya kurusan? Pake ASI gak Bu?" Sangat banyak pertanyaan atau komen yang sejenis ini. 

Percayalah itu sangat menyakitkan. Kamu tidak bakal tahu apa yang sebenarnya sang ibu rasakan, kekecewaan dan hal lainnya yang mungkin cukup membuat hatinya kacau.

Jadi begitulah etika yang sangat sederhana namun sering orang tidak pahami. Jadilah bijak. Semoga berguna bagi kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Nasihat Terbaik untuk Pasangan yang Baru Menikah, Bikin Langgeng! 

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Pekerja Teks Komersial

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya