Comscore Tracker

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anak

Terkadang orangtua adalah penyebabnya

Segala bentuk kekerasan pada anak tidaklah benar, termasuk kekerasan emosional. Anak yang mengalami kekerasan emosinal tidak dapat di deteksi secara jelas karena tidak menimbulkan luka fisik melainkan luka batin.

Kekerasan emosional adalah jenis kekerasan secara verbal yang ditampakkan secara langsung maupun tidak langsung. Tidak jarang yang menjadi pelaku kekerasan ini adalah orangtua sendiri.

Anggapan orangtua selalu benar menjadi salah satu alasan anak tidak berani berontak. Padahal kekerasan emosional akan membekas di hati anak dan menjadi trauma.

Berikut 7 kekerasan emosional yang sering dilakukan orangtua pada anak. Apakah kamu juga pernah merasakannya?

1. Selalu mengungkit kesalahan dan biaya hidup

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi orangtua berbicara pada anak (pexels.com/Monstera)

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya berhasil dalam tiap fase kehidupan. Namun, anak hanyalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan.

Sudah seharusnya orangtua tetap mendukung anak di setiap keadaan susah maupun senang. Namun, beberapa orangtua tidak dapat menerima kegagalan anak.

Misalnya, ketika anak mendapatkan nilai jelek, orangtua mulai mengungkit kesalahanmu karena tidak pernah belajar, malas, bahkan membandingkan kamu dengan anak tetangga.

Lebih buruk lagik, jika orangtua mengungkit biaya yang sudah dikeluarkan untuk les, sekolah, dan menghidupi anak. Tidak enak didengar, bukan? Tanpa disadari, hal inilah yang membuat anak menjaga jarak dan lebih tertutup kepada orangtuanya.

2. Bersikap manipulatif 

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi anak yang diatur orangtua (pexels.com/Monstera)

Sifat manipulatif adalah bentuk kekerasan emosional secara tidak langsung. Bahkan, beberapa orang tidak sadar jika mereka bersifat manipulatif. Tidak hanya dalam hubungan asmara, manipulasi juga bisa dilakukan oleh orangtua.

Contohnya, anak mendapatkan pekerjaan di luar kota. Namun, orangtua tidak setuju dan berkata, bahwa lebih baik mereka dikirim ke panti jompo, jika sang anak meninggalkan mereka. Padahal solusinya masih bisa dicari tanpa harus mengorbankan keduanya.

Sifat manipulatif seperti itu akan membuat anak takut untuk mengambil keputusan dan mengabaikan perasaannya sendiri.

3. Usaha dan prestasi anak dipandang sebelah mata

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi anak kecil (pexels.com/Victoria Borodinova)

Mungkin ada orang yang menganggap jika terlalu banyak mendapat pujian akan membuat anak jadi besar kepala dan cepat merasa puas. Padahal, tidak perlu membelikan hadiah atau reward, anak akan merasa dihargai jika usahanya diapresiasi.

Hal tersebut juga dapat menumbuhkan rasa optimis untuk menjadi lebih baik lagi. Jika pencapaian anak selalu dipandang sebelah mata oleh orangtua, nantinya akan membuat si anak merasa tidak percaya diri.

Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Membuat Anak Kecanduan Gadget, Karena Orangtua?

4. Meremehkan perasaan anak

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi anak sedang dinasehati oleh orangtua (pexels.com/Monstera)

Semua perasaan yang dirasakan manusia itu valid tak peduli berapapun usia mereka. Terkadang, orangtua tidak menyukai jika anak menunjukan emosi negatif seperti perasaan sedih, kesal atau marah.

Mungkin tujuannya supaya anak selalu besyukur dan merasa bahagia dalam kehidupannya, tetapi perasaan negatif itu tidak seharusnya dianggap remeh dan diabaikan.

Hal tersebut dapat menyebabkan anak membatasi emosinya dan terlalu keras pada dirinya sendiri. Itulah alasan mengapa kebanyakan anak lebih suka bercerita pada sahabat daripada orangtua mereka.

5. Tidak meminta maaf saat melakuakan kesalahan

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi anak merasa bersalah (pexels.com/ cottonbro)

Anggapan orangtua selalu benar memang tidak bisa dihilangkan dari mindset kebanyakan orang. Hal ini yang menyebabkan orangtua sulit mengucap maaf ketika melakukan kesalahan.

Padahal, meminta maaf tidak akan mengurangi rasa hormat anak pada orangtua. Justru tindakan tersebut sangat bijak dan akan menjadi contoh yang baik untuk anak.

6. Anak dicap durhaka ketika memberikan opini

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi ibu memarahi anak (pexels.com/RODNAE Productions)

Merupakan hal yang wajar jika anak punya pemikiran yang berbeda dengan orangtua, karena beda generasi biasanya mempunyai pola pikir yang berbeda pula.

Dalam parenting yang toxic, anak akan dianggap membangkang jika memiliki perbedaan pendapat dan tidak boleh berkata "tidak" pada orangtua. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kehidupan sosial si anak. Mereka akan menjadi pendiam dan tidak berani menyampaikan pendapat.

Oleh sebab itu, jika kamu memiliki perbedaan pendapat dengan orangtua, sebaiknya lebih selektif dalam cara menyampaikan pendapat tersebut. 

7. Memaksa anak untuk mengikuti kemauan orangtua

Bikin Trauma, Inilah 7 Kekerasan Emosional Orangtua pada Anakilustrasi anak berdebat dengan ibu (pexels.com/ Karolina Grabowska)

Setiap orangtua tentunya memiliki ekspektasi terhadap masa depan anak. Dalam parenting yang toxic, biasanya anak diarahkan untuk melanjutkan cita-cita orangtuanya yang gagal.

Misalnya, dulu orangtuamu ingin dirinya menjadi dokter, tapi tidak berhasil. Akhirnya kamu yang dituntut untuk melanjutkan cita-cita tersebut. Padahal kamu lebih berbakat dalam bidang seni.

Ketahuilah bahwa setiap anak punya kehidupan dan impian sendiri. Jika dipaksa mengikuti cita cita orang lain, kehidupannya tidak akan bahagia. Hal ini akan menyebabkan rasa marah dan kecewa terhadap orangtua.

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya walaupun terkadang caranya salah. Perlu diketahui bahwa beberapa orangtua tidak menyadari jika mereka telah melakukan kekerasan emosional. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memaafkan dan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk masa depan.

Baca Juga: 5 Tantangan Orangtua Muda di Masa Pandemik, Jangan Abai!

Delweys Octoria Photo Writer Delweys Octoria

Hi, bestie! Have a great day!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya